Kenapa Desainnya Seperti Ini?

Belum sempat saya mandi, saya justru berpikir aneh ketika melihat botol kemasan sabun mandi cair. Saya bertanya-tanya, kenapa botol kemasan sabun ini di desain dengan bentuk yang menurut saya tidak mewakili kebiasaan orang pada umumnya.

Bentuk botol kemasan sabun cairnya seperti ini.

wadah sabun

Klo diperhatikan, mungkin desain ini bisa dibilang menarik. karena bentuknya tidak seperti botol kemasan sabun atau sampo pada umumnya yang memiliki tutup bagian atas rata dan sejajar dengan bidang bawah.

Nah tutup botol kemasan ini, sebenarnya biasa aja. Tidak ada yang istimewa selain bentuknya yang miring. Justru karena miring ini lah, saya jadi bertanya-tanya. Kenapa  miring?

Alasannya, entahlah. Saya bukan pendesain kemasan produk ini. Tapi yang jelas, tutup kemasan yang miring ini membuat saya kesulitan jika isi sabun yang ada di dalamnya mendekati masa-masa injury time.

Mungkin ini kebiasaan saya yang miskin dana sehingga masih berharap pada remah-remah sabun yang tersisa. Apa yang biasa dilakukan pastinya adalah membalikkan posisi si botol sabun agar remah-remah sabun yang tersisa bisa turun. Tapi ternyata, desain botol kemasan sabun ini tidak memungkinkan saya untuk melakukan hal itu.

Saya tidak bisa meninggalkannya dalam posisi terbalik jika telah selesai mandi. Maksud saya adalah agar pertemuan berikutnya saya tidak perlu menunggu berlama-lama hingga tuh sabun keluar.

Jadi… kenapa mereka mendesain produknya seperti itu ya?

Apakah ada hubungannya dengan teori konsumtif? Dimana otak kita dihadapkan pada pemikiran dan perasaan bahwa barang yang kita gunakan sudah habis sehingga harus diisi ulang atau beli baru. Hanya karena kita merasa enggan menunggu berlama-lama agar si sabun mengalir keluar..?

-pemikiran di pagi hari-

8 comments

  1. Gita Diani Astari · Juli 5, 2010

    ah si akang mah pura-pura aja sok mikir padahal males mandi kaaaaan hahahah *bletak!*

    nggak tau atuh kang kenapa desainnya begitu. tapi lucu memaaang~😄

    • Ismail Agung · Juli 5, 2010

      sial… ketahuan…
      emang baunya nyampe malaysia kah?

  2. thisisrizka · Juli 5, 2010

    hehehe, iya nih, bentuknya gak mendukung. saya juga pake sabun yg sama..😛

    kalau saya sih kang, botolnya saya balik di rak, agak ribet juga sih.. tp yaa..mau gimana lagi..

    • Ismail Agung · Juli 5, 2010

      isi air dulu, terus kocok kocok sebelum dikeluarkan… (old style)

  3. mylitleusagi · Juli 5, 2010

    baiklah..sebagai marketing sejati..saya akan menjawabnya…
    a) supaya sabun cepet abis
    b) orang-orang males ngebalikin tuch botol, jdi buru-buru beli baru, ehm..jangan lupa y beli yang refill aja,kemasan baru harganya Rp 2.000
    c)yo wiss dripada mesti pake botol,gimana kalau kita pake sabun batangan aja..(^_^)

    • Ismail Agung · Juli 5, 2010

      kok, jadi promosi gini ya? dasar marketing….

      untuk option C, sudah dijawab tuh sama bung Toro.

  4. toro · Juli 5, 2010

    sabun batangan berpotensi penyebaran kuman dari kulit satu ke kulit yang lainnya. terutama yang dipakai kroyokan. kalo wadah sabun cairnya memang kayanya desain dibikin agar ga dibalik krena ceriuta ketumpahan sabun lebih sering daripada maksudnya yang ingin dihemat.

    • Ismail Agung · Juli 5, 2010

      Masuk akal juga bung Toro…
      Nice viewpoint. (jempol)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s