Kantong Belanja Maskulin?

Duh rambut dah mulai panjang lagi (pada akhirnya). Udah bisa dikuncir…

Picture 033 Picture 031 Picture 032

Kantung belanja dari Kumkum merk Bagoes

Beberapa hari terakhir sudah mulai membiasakan untuk membawa kantung belanja setiap kali mo beli makan atau beli sesuatu di Alfajuni dan di Indoapril.

Tapi terkadang suka lupa dibawa. Pasalnya, keidean pengen jajan suka datang pada saat sedang bersepeda keliling kampus. Yah klo dah kejadian kayak gitu sih biasanya jadi makan di tempat dan urung belanja ke Alfajuni dan Indoapril.

Saya udah punya niat buat masang Kantung belanja di sepeda. Tapi sampai sekarang belum terealisasi. Soalnya belum nemu cara yang tepat dan posisi yang enak buat dipasangi si Kantong. Jadi kalo setiap saat kepengen jajan dan sedang bersepeda, saya ga akan kelupaan lagi.

Terus pengen ada model kantong belanja yang lebih maskulin. Selama ini setiap kali nemu kantong belanja pasti cenderung feminin. Susah dijelasin sih antara kantong maskulin dan feminin, yang pasti mah kebanyakan kantong pengganti kresek itu di desain untuk dibawa dengan gaya khas emak-emak alias dijinjing di bahu.

Kalau ada modal mah, saya mau bikin kantong belanja bergaya hermaprodhite. Biar bisa dipakai oleh pria maupun wanita.

Ada yang mau sumbang desain?Picture 034

14 comments

  1. thisisrizka · Juni 27, 2010

    ahahaha, hermaprodhite!

    yg kayak apa ya? *membayangkan wujudnya*

    • Ismail Agung · Juni 27, 2010

      Silakan dibayangkan.. klo dah kebayang harap kirim jawabannya dalam amplop setengah te…

      Tertutup lah..

  2. Asop · Juni 27, 2010

    Hebat, aksi nyata untuk mengurangi plastik.🙂

  3. Si gajah'07 · Juni 28, 2010

    hahaha,,
    merdeka kang,,
    Maskulin???
    mas karyo mau kang?

    • Ismail Agung · Juni 28, 2010

      Maskud loh? Duh, si gajah satu ini..

      Btw, kakakmu itu sailormoon.

  4. mylitleusagi · Juni 28, 2010

    ha….ha….ha…
    Ismail..(*lo enakny gw panggil apa yak..)
    iya gw kakakny wili..sailormoon..(^_^)
    (*udah dijawab kan itu..
    iya ciptain dong plastik yang kerenan dikit..
    biar sailormoon bisa ikutan menjaga bumi..
    jangan yang warna item dan kresek..
    jatohnya jadi kaya ibu-ibu dari pasar..
    model tas punggung atau selempang..
    trus ada logonya..(^_^)

    • Ismail Agung · Juni 28, 2010

      That’s a good idea…
      Bagus tuh edinya, ntar ah saya mau coba bikin ah..

      Panggil saya seperti blog title ini..

      • thisisrizka · Juni 28, 2010

        vote untuk tas punggung! *halah

      • mylitleusagi · Juni 28, 2010

        ok uung..(^_^) (*kaya gitu kan manggilnya..
        iya beneran bikin..ehm..gw juga mau menyuarakan soal menjaga alam ah..di blog gw..
        selama ini gw menjaga alam dengan..
        pake kertas bekas buat memo..
        kurangin pake tisu…
        sama hemat air…
        hemat listrik..
        (*mahal soalnya..(^_^)

      • Ismail Agung · Juni 28, 2010

        Ica: Yihaa, ada yang kepengen tas punggung segala… tunggu saja, nanti bakal liris di inbox dahsyat dll.

        Sailormoon: Ung aja. Wiw senangnya ada yang mau ikut menyuarakan… kabar-kabari ya…

  5. thisisrizka · Juni 28, 2010

    baiklah, titip salam buat Kang Darso, kapan manggung di Jatinangor? Ah lagunya The Baginda’s aja deh Kang. Puterin ya Kang! >,<

  6. Usup Supriyadi · Juni 28, 2010

    menarik tasnya. apalagi warnanya hitam… like banget itu mah…

    anyways, sebaiknya memang kita bawa masing-masing, tapi kalau saya perhatikan indo dan alfa kini pake plastik ramah lingkungan ya? ah, tetap saja namanya plastik. …

    save our earth

    • Ismail Agung · Juni 29, 2010

      menurut saya usaha kedua franchise tersebut untuk meminimalisir plastik bisa dibilang cukup baik. meskipun belum semua franchisenya melakukan hal tersebut.

      Nah untuk plastiknya yang ramah lingkungan, mungkin maksudnya adalah plastik biodegradable Kang. meskipun namanya sama-sama plastik, menurut saya itu lebih baik karena terbuat dari bahan polimer organik yang terdapat pada jagung, ketela dan bahan-bahan lainnya. selain itu pula, polimer organik lebih baik dibandingkan polimer dari minyak sintetis yang pastinya akan habis jika dipakai terus (sumber minyak) dan masa terurai secara alaminya butuh waktu yang sangaaaaaaat lama sekali..

      Hanya saja, bio-plastik masih terhitung mahal. Baik skala produksi maupun dijual.

      Namanya tetap saja plastik, tapi kontribusinya jelas berbeda.

      -sedikit berbagi-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s