Teori Asosia Sedotan

Sebenarnya saya sedang mencoba menahan diri untuk tidak menulis blog. Tapi entah kenapa, jari-jari saya lebih gatal untuk menari di blog daripada skripsi. Jadi ini lah kegatelan si jemari.

Beberapa hari yang lalu saya baru saja berteman dengan seorang narablog. Dan pertemanan kemudian berlanjut ke sebuah media jaringan sosial terkemuka saat ini. Di sana kami saling menuliskan pesan, sapa menyapa dan berbagi pujian kepada blog masing-masing.

Satu pesan darinya membuat saya bangga karena (setidaknya) dia sudah berusaha untuk mengurangi yang namanya sedotan dan juga kantong kresek. Meskipun masih sering kelupaan (si pedagangnya). Tak masalah, toh setidaknya kesadaran dalam dirinya sudah muncul.

Dan saya pribadi juga tidak sepenuhnya menjadi makhluk suci yang 100 persen sudah anti kresek. Saya sendiri masih suka lupa untuk bawa kain belanja atau tidak menggunakan sedotan setiap kali memesan minuman.

Nah bicara tentang sedotan, sebelumnya saya pernah posting sebagai bentuk apresiasi saya terhadap kawan saya yang gencar mensosialisasikan upaya kurangi sedotan. Tulisannya bisa dilihat di sini. Klo mau lebih lengkap dan mengugah bisa berkunjung di sini untuk cerita tentang apa dan mengapa sedotan.

Perjalanan dan cerita saya bersama sedotan akhirnya mempertemukan saya pada sebuah teori asosiasi sedotan. Jadi, dipikir-pikir selama ini akhirnya saya mengerti bagaimana saya bisa berjumpa dengan yang namanya sedotan. Mari kita renungkan, dimana sih biasanya kita bertemu dengan yang namanya sedotan?

Iceu Juiceu, The Botol Sos**, The Kotak, Tukang Pop Iceu, Susu Bende**, Susu Ultraman, Es Teh Manis, Uu Oda, Iceu Lemon Tea, Oki Jell, Iceu Kelapa Young, air mineral cup sejuta merk satu nama saja juga pake sedotan, dmblybd (dan masih banyak lagi yang belum disebutkan)

Dari sekian banyak hal yang bisa mempertemukan saya dengan sedotan ada satu hal lagi yang selalu saja saya berhadapan dengannya. Sebut saja, dia adalah “jreng jreng” minuman dingin. Bener ga tuh, hampir kebanyakan yang namanya minuman dingin selalu dihidangkan bersama si mungil sedotan.

Iceu Juice pake sedotan, Iceu Tea pake sedotan, Iceu kopi pake sedotan, Iceu teh manis hangat pake sedotan. Semua yang berbau dingin lebih nikmat disajikan bersama sedotan.

Padahal minuman semacam kopi yang panasnya bikin bibir melet-melet bisa dinikmati tanpa sedotan dengan nyaman. Lalu kenapa minuman dingin harus disandingkan bersama sedotan. Entah karena estetika atau fungsi.

Dan lagi, kebiasaan mengkonsumsi minum air dingin ternyata ada efeknya loh. Selain mengakibatkan sakit tenggorokan, air dingin/es juga dapat memicu serangan jantung, gangguan pencernaan dan juga membikin perut jadi buncit. Nah loh. Lebih lengkapnya tentang akibat yang ditimbulkan bisa di klik pada tautan yang disertakan.

Saya tidak hendak menganjurkan anda semua untuk jadi penikmat air panas. Hanya saja, sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Mau minuman panas atau dingin itu adalah pilihan, pilihlah yang lebih baik di antara keduanya. Mau pilih air yang panas/ hangat supaya tidak terserang penyakit jantung atau pilih minuman dingin tanpa menggunakan sedotan.

Pilihlah yang terbaik. Untukmu dan lingkunganmu

7 comments

  1. thisisrizka · Juni 23, 2010

    wah, kalau menurut saya, minum air panas pake sedotan itu menyengsarakan lidah Ung.. lagian, rasa minuman jadi agak bau plastik kalau diminum pake sedotan..hehehe..
    nah, kalau air dingin diminum tanpa sedotan, sepertinya agak menyengsarakan gigi.. *jadi bingung*

    solusi sementara,kalau bisa jgn terlalu sering minum yg dingin2 atau terlalu panas..minum yg sedang2 aja, atau lebih baik kalau hangat2 kuku *halah!

    oh ya Ung, saya sempat ‘nekat’ nyobain beli jus tanpa es (alias jus anget). ternyata rasanya nggak enaak! gimana atuh.. -,-

    • Ismail Agung · Juni 23, 2010

      emang bener..
      yang panas pake sedotan malah bikin bibir dan lidah melet-melet. yang dingin ga pake sedotan jadi ngilu dan sensitif..

      solusi yang bagus adalah punya sedotan pribadi (kayak sumpit gitu). ada yang jual nggak yah, sedotan buat dipake berulang-ulang? hahaha

      jus nggak pake es, bukan iceu juiceu atuh itu mah. apalagi jus alpukat ga pake es (enek). es-nya jangan banyak-banyak lah, apalagi sekutub utara. Beuh…

      • thisisrizka · Juni 23, 2010

        ahaha, sedotan pribadi? pake batang bambu aja Ung, sekali sedot dijamin jusnya langsung habis! oh ya, sebagai bonusnya, bibirmu jadi sesexy angelina jolie.. *jadi kebayang gimana jadinya* wekekeke

        bener banget Ung! namanya bukan ice juice, tapi eceu juiceu.. wekeke.. waktu itu saya juga nyoba jus alpukat, asa minum air muntah.. *lebay*

      • Ismail Agung · Juni 23, 2010

        wow mau dong… sesexy bibir anjelina golie.

        sambil minum jus wortel lemon.. (dan pastinya ga pake sedotan)

  2. Upzz · Juni 23, 2010

    Kang..kang..kok saya ga dipuji??? saya kan udah pesen es teh ga pake sedotan, pesen bakso ga pake plastik😀 he he he tapi seru juga tuh kang ide sedotan pribadi, jadi ngebayangin ntar dibikinnya dari apa ya?? kaca, melamin, ato…plastik juga?? he he he

    • Ismail Agung · Juni 23, 2010

      ya ampun yang satu ini pengen juga dipuji… baiklah.
      nanti saya masukin juga nama-mu di postingan berikutnya.. (berjanji)

      dimana mana pesen bakso pake kuah sama bakso tentunya. toge, mie, sayur, pecin, saos, kecap itu optional. Nah ini, bakso kok pake plastik. APa rasanya?

  3. Asop · Juni 24, 2010

    Saya jadi bersyukur punya penyakit radang tenggorokan setiap minum dingin.:mrgreen: Saya selalu radang tenggorokan kalo daya tahan tubuh gak baik, dan ketika itu pula minum air dingin atau makan es (krim). Ini membuat saya jadi anti dengan es. Setiap beli jus di restoran, saya pesan selalu tanpa es. Hahaha….

    Saya rasa fungsi sedotan saat minum dingin supaya gigi gak ngilu saat meminumnya.:mrgreen: entahlah benar atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s