Kiamat, Ilmu dan Video Mesum

Tumben-tumbennya saya nggak terkantuk-kantuk pada saat khutbah Jumat. Padahal biasanya saat Khutbah Jumat berlangsung pasti bawaannya ngantuk, baik merem melek ataupun merem pulas.

Nah Jumatan kemarin tampaknya saya berada dalam ambang kesadaran yang sangat-sangat sadar sekali untuk mendengarkan apa yang Khotib sampaikan. Eh postingan kali ini bukan sesi ceramah rohani loh. Saya hanya sedikit kagum mengenai topik Khutbah Jumatnya, dan hingga akhirnya tergiang-giang kegatelan untuk menulisnya.

Ada tiga topik yang diangkat sang Khotib, sesuai dengan judul postingan. Di awal Khutbah, Khotib membicarakan tentang hari akhir dimana tak seorang pun tahu. Tapi tanda-tanda akan hari itu semakin tampak jelas dengan peristiwa-peristiwa yang akhir-akhir ini sering muncul. Entah kenapa pada saat Khotib menyampaikan hal tersebut, pikiran saya justru meloncat ke suatu subjek yaitu Almarhum Mama Lorentz. Ga tau kenapa tiba-tiba sosok satu ini muncul. Mungkin karena dia adalah seorang peramal, yang seakan tahu segala sesuatu yang terjadi suatu hari nanti. Mungkin.

Lalu beranjak dari perbincangan mengenai hari akhir, Khotib kemudian berbicara mengenai 4 tipe orang berdasarkan pengetahuannya. Yaitu,

  1. Orang yang tahu dan  ia mengetahui bahwa ia tahu, maka ia adalah orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.
  2. Orang yang tahu akan tetapi ia tidak mengetahui bahwa ia tahu, maka ia adalah orang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya.
  3. Orang yang tidak tahu akan tetapi ia mengetahui bahwa ia tidak tahu, maka ia adalah orang yang bodoh namun bersemangat untuk mencari ilmu. Dan yang terakhir,
  4. Orang yang tidak tahu dan tidak mengetahui bahwa dia tidak tahu, maka dia adalah orang bodoh yang tersesat.

Wiw, dari keempat tipe orang tersebut saya lalu merefleksikannya pada diri saya sendiri. Dan keempat tipe tersebut sepertinya ada dalam diri saya. Idealnya, pasti setiap orang mengharapkan menjadi tipe no. 1 atau no. 3 (minimal). Tapi apa lah daya bila tipe 2 dan 4 juga terkadang selalu turut menyertai.

Merenung sejenak.

Sekecil apapun pengetahuan akan terasa bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Lalu last topic adalah tentang aksi membuat video syur yang tengah marak saat ini. Video mesum sebenarnya bukan berita baru, hampir setiap hari selalu ada dan bertebaran di internet. Tapi video panas saat ini semakin panas karena bukan hanya dimainkan sambil berpanas-panasan apalagi sambil makan bakso, tak lain dan tak bukan adalah… tahu sendiri lah.

Saya sih nggak mau ikut terbawa arus dengan menghujat mereka seperti om-om FPI dan om Walikota yang membredel rumah dan kafe milik si pelaku serta mengancam mencabut KTP-nya. Hal yang mereka lakukan sebenarnya naluriah, alamiah dan biologis. Namun karena dipandang dengan sudut pandang yang berbeda seperti norma adat dan keagamaan, maka video panas bergulir menjadi bola panas yang sejatinya “bertentangan”.

Lalu saya pun kembali berpikir..

Bagaimana saya harus membentengi diri untuk tidak terjerumus? Sedangkan pemandangan indah untuk dilihat begitu banyak tersaji dan itu semua GRATIS. seperti kentut.

4 comments

  1. Upzz · Juni 19, 2010

    Ha ha ha..ketahuan ya kalo selama ini ndengerin khutbah jum’at sambil “relaksasi”, itu satu level sebelum “hibernasi” kok kang…:D

    Pragrap terakhir membuat saya sedikit mikir, kalo semua gratis dan semua seperti kentut, maka semua tidak berharga dan semua memalukan. Lalu, buat apa terjerumus buat sesuatu yang tidak berharga dan memalukan?😀 Great Kang Ung

    Gampang kok kang biar tidak terjerumus, tahan kentutnya ya, kalo ga bisa kentut juga bakalan mahal kok buat ngeluarinnya😀 bersabarlah…

    • Ismail Agung · Juni 20, 2010

      Ya iyalah… klo ga bisa kentut bisa jadi mahal karena harus di operasi lubang spesialnya..

      Itu membahayakan!!!

  2. Asop · Juni 19, 2010

    Cara membentengi dari? Ya gampang, jangan buka situs2 yang kotor. Gampang kan?😀
    Dan juga, mungkin bisa kalo kita men-sugesti diri agar menjadi jijik dengan hal-hal yang berbau pornografi. Tapi ini baru mungkin lho ya..😀

    • Ismail Agung · Juni 20, 2010

      ga juga ah, ga gampang loh. sesuatu yang dilarang-larang justru bukan membentengi diri. malah bisa mengakibatkan pemberontakan.

      klo sesuatu yang porno itu disugesti menjadi jijik, apa kabar dengan kehidupan seksualitas (khusus yang halal)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s