Hujan di Pagi Hari

Sebentar kemarin panas, sebentar sekarang hujan. Ah cuaca memang sudah ga menentu. Dan semuanya menyalahkan,

“Ini adalah Global Warming!!!”

Benarkah? Ah saya ga mau ikut-ikutan menyalahkan segala sesuatunya sama yang namanya Si Global Warming. Kasihan dia, jadi objek penderita. Padahal pelakunya adalah kita-kita yang mengatakannya.

Lalu kenapa atuh cuaca sekarang sudah jadi tidak menentu? Anggap saja ini adalah tantangan yang diberikan Tuhan di luar rutinitas kita yang biasanya.

Masih ingat sama pelajaran waktu SD dulu, tentang bagaimana cara membedakan musim kemarau dan musim hujan. Waktu itu guru saya bilang,

“bulan yang ada akhiran ‘ber’ pasti musim hujan!”

Tak terbantahkan pernyataan beliau. Karena kenyataannya memang seperti itu. Kalau sekarang? Ah itu mah sudah jadi cerita lama angkatan 90-an. Hehehe. Yang jelas anak cucu saya sepertinya tak akan pernah lagi mendengar dan merasakan yang namanya teori ‘ber’.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan hujan di pagi hari. Saat menghadapi hujan di pagi hari entah kenapa saya selalu merasakan perasaan yang berbeda. Sebuah perasaan yang terkenang akan sesuatu. Sesuatu yang menyedihkan.

Mungkin saya termasuk orang yang percaya bahwa hujan di pagi hari adalah hari untuk mengenang sebuah kesedihan. Seperti saat terbangun dari mimpi semalam dan disambut dengan tetes air hujan yang berdenting di jendela, entah kenapa air mata pun ikut mengalir. Tapi jangan khawatir, kesedihannya tidak berlarut-larut kok. Mentari pasti akan muncul membawa kecerian hari.

Lain lagi cerita pacar ku. Dia suka hujan, tapi bukan hujan di pagi hari melainkan hujan di sore hari. Dan dia percaya bahwa hujan di sore hari adalah sesuatu yang romantis.

Hmm, masa sih?

Mungkin bakal jadi romantis klo hujan di sore harinya dilewati sama orang yang terkasih. Marilah klo begitu.

13 tanggapan untuk “Hujan di Pagi Hari

  1. Nah, karena sekarang Juni juga masih musim hujan maka namanya ganti atuh Kang, jadi Jumber atau Junimber…. terserahlah! Katanya kalau nama bulan ada “ber”nya itu pertanda musim hujan… qi.qi.qi!

  2. udah lama aku ga berkunjung.. hhe

    iya cuaca tak menentu,,,
    musim kemarau sama musim ujan udah susah ditentuin.

    baru tau teori -ber.. hhe

      1. hhe.
        iya, waktu SD ma diajarinya yang bulan Aril – September musim kemarau sisanya musim ujan (apa kebalik ya? lupa)

        sekarang ma susah ditentuin.
        waktu juga beda. dulu ma jam 6 teh masih pararoek, sekarang udah teang benderang. ga bisa ngukur lagi bakal telat atau enggak ke sekolah.. hha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s