Sepeda Kurir

Rabu minggu depan (2 juni 2010) saya akan seminar satu skripsi saya. Mohon doa restunya. Dan semoga dilancarkan.

Kemarin saya dapat kesempatan lagi untuk menjajal jalanan bersama sepeda kuning saya “Yelli”. Bisa dibilang dah lama banget ga mengenjot jarak jauh. Selama ini paling hanya dari gedung kampus sampai jalan raya. Itu juga paling seminggu cuma dua kali.

Dikarenakan harus segera mengirimkan draft proposal kepada dosen lima hari sebelum waktu seminar dan teman-teman pada sibuk dengan urusannya masing-masing serta tidak bisa memaksakan mereka untuk mengantar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengendarai si Yelli saja.

 Picture 015

Nyasar. Tentu saja. Untungnya saya nyasar ga sampai tiba-tiba ada di Surabaya.

Pengalaman baru yang berbeda dalam bersepeda. Layaknya Mr. Postman. Mengirimkan surat dan paket kepada seseorang. Dari jalan mulus, jalan berdebu, jalan berkerikil, jalan macet, jalan berasap, jalan menurun, jalan menanjak, dan jalan tersesat semua dihadapi dengan gagah berani.

Tapi ada ga enaknya juga. Yaitu peluh keringat yang bercucuran. Masak bertamu ke rumah dosen kok bau keringat. Dan lagi celananya dilipat selutut. Ga sopan banget lah.

Klo dosennya apresiatif sih dia justru terkesan. Dan lagi dia jadi tertarik untuk mencoba bersepeda. Malah dia punya ide baru yaitu bersepeda sambil pengamatan burung. Seru juga tuh. Patut dicoba.

Terima kasih untuk hari yang telah mengiringi pengiriman surat kali ini dengan cuaca cerah.

2 comments

  1. Asop · Mei 29, 2010

    Bersepeda itu sehat.🙂
    Patut dicontoh nih.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s