Rasa

Tema cinta (lagi)…

Ini lah satu tema yang nggak lekang di makan waktu. Huaaaaaaaaah, ada aja alasan untuk orang jatuh cinta.

Oh jadi ingat pernyataan saudara Dimas tentang kenapa sih harus “jatuh cinta” bukan “terbang cinta” atau “dipukul cinta” atau “ditampol cinta”?

Hmmm jadi bingung, kenapa ya?

Iya juga sih, kenapa harus “jatuh cinta”?

Bingung aku. Punya pendapat yang bisa menjelaskan tentang hal ini? Silakan lah komen saja.

Lanjut lagi deh tentang si cinta.

Apakah Ung sedang jatuh cinta? Hah, haruskah dijawab? Hahhahaha… duh jadi malu.

Klo ditanya tentang yang satu ini, saya tidak bisa menempatkan apakah ini bisa disebut sebagai jatuh cinta atau hmmm kekaguman (lagi).

Ung memang orang yang mudah kagum terhadap perempuan. Dan kekaguman itu bisa dengan mudahnya berubah menjadi, rasa.

Cerita berlanjut tentang sebuah angka yaitu 1, 2, dan 3. Ada tiga hati dan tiga rasa dan satu pilihan.

Ah membingungkan. 1, 2, dan 3 hadir dalam waktu yang bersamaan. Dan dari setiap angka punya rasa dan cerita yang berbeda.

1. Sebuah rasa yang jauh dari jangkauan. Sebuah kekaguman yang menawan.

2. Sebuah rasa yang semakin tumbuh. Sebuah perjalanan yang penuh tantangan. Sebuah sapa di malam dan pagi hari.

3. Sebuah rasa penuh ketidakjelasan. Sebuah tanya siapa kamu siapa aku.

Siapa mereka? Rahasia dan masih dirahasiakan.

Ah udah ah nulisnya, jadi makin melankolis.

[publicize off]

4 comments

  1. yoriyuliandra · April 26, 2010

    Hehe… mudah2an dengan memberi komentar nggak bikin saya jadi melan*olis juga😛

    Karena cinta itu perjalanannya dari mata turun ke hati, makanya jadi jatuh (tapi kok gak “turun cinta” ya?). Atau mungkin karena cinta juga bisa bikin orangnya jatuh, jatuh ke lembah nista mungkin, Umm… *jadi bingung juga

    • Ismail Agung · April 26, 2010

      alasannya boleh juga bang!!!😀

      klo yang jatuh ke lembah nista, waduh jangan sampai deh… nanti jadi nggak enak hati…

  2. Naja Raya · April 26, 2010

    ahahahahhahahahhahahahha….

    mau turun cinta, mau kejedot cinta, mau kesandung cinta..apapun itu namanya tetep aja berjuta rasanya kan kang?

    Yang jelas sih kang ung jujurlah pada hati, pada perasaan. Kalo mantanku bilang “respect feeling” itu akan menjadikan kita lebih ringan.

    Hargai perasaan kang ung..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s