eat hEARTH, EARTH HOUR itu bukan sekedar mematikan lampu satu jam

Tiba-tiba saja saya nemu kata-kata di atas. Bagi yang kurang tahu apa maksud dari kata-kata judul postingan ini, baiklah akan saya jelaskan.

Eat Hearth artinya bukanlah “makan hati” (pasti kepikirannya itu kan). Tapi punya arti menderita secara diam-diam. Coba deh di-kroscek lebih lanjut. Siapa tahu saya yang salah.

Yang jelas nulisnya itu HEARTH pake H. Bukan heart punya arti hati.

Kenapa saya menuliskannya, ada sedikit kaitannya dengan aksi seremonial yang baru saja kemarin seluruh dunia lakukan. Seremonial yang punya ngaran “EARTH HOUR” yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret kemaren merupakan event internasional tahunan untuk memberikan waktu istirahat pada bumi kita.

Oia, saya tegaskan sekali lagi, yang kemarin itu EARTH HOUR bukan EARTH DAY. Kalau EARTH DAY itu tanggal 22 April Bos!!

Saya yakin, anda-anda semua yang baca tulisan ini turut ikut berkontribusi dengan mematikan sejenak elektronik anda dan bergelap-gelapan selama satu jam.

Seremonial EARTH HOUR memang hanya dilaksanakan setahun sekali. Meskipun begitu, saya sih berharap akan ada dampak besar dari yang sekedar hanya seremonial tersebut.

Pernah saya membaca sebuah komentar pada salah satu artikel yang membahas tentang EARTH HOUR tentang ketidakcocokan EARTH HOUR untuk diaplikasikan di Indonesia. Indonesia yang dimaksud tentunya Indonesia secara global. Bukan hanya Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan kota-kota besar lainnya.

Komentarnya tak lain karena sebenarnya negeri kita ini masih banyak daerah-daerah yang belum bisa menikmati fasilitas listrik dengan nyaman. Istilah kerennya adalah masih sering kena byar pet byar pet atau biasa dikenal pula dengan yang namanya pemadaman bergilir. Ternyata jauh sebelum seremonial EARTH HOUR dilaksanakan, PLN kita sudah terlebih dahulu peduli dengan yang namanya bumi. Walau itu semua sebenarnya dilandasi oleh keterpaksaan.

Lain halnya bila kota-kota besar yang kebetulan tanggal 27 adalah malam minggu turut serta berkontribusi dalam memadamkan listrik selama satu jam. Setidaknya dari seremonial itu ada 900 desa yang bisa dinyalakan. Coba bayangkan, malam minggu. Hari dimana konsumsi listrik menjadi super duper sangat boros hanya untuk memenuhi hajat kesenangan makhluk yang namanya manusia memuaskan dirinya.

Lalu, satu jam kemarin itu hanya akan menjadi sebuah seremonial belaka. Ya,hanya sebuah seremonial saja. Tak lebih dari itu.

Semua itu hanya akan menjadi sebuah seremonial tahunan yang sebenarnya kita tidak mengerti untuk apa semua itu dilakukan.

Semua berkata untuk bumi untuk bumi untuk bumi. Padahal ujung-ujungnya adalah untuk kita sendiri, untuk masa depan kita sendiri, untuk garis keturunan kita sendiri. Kelak.

Satu jam yang kita lakukan kemarin hanya akan menjadi sebuah seremonial belaka bilamana tak ada sebuah perenungan di dalamnya. Satu jam kemarin hanya akan menjadi satu jam untuk bergelap-gelapan saja. Bukan, bukan itu maksud dari satu jam kemarin.

Satu jam kemarin adalah waktu yang bumi berikan kepada kita untuk berpikir, merenungkan apa yang telah dilakukan dan merenungkan apa yang akan dilakukan.

Merenungkan apa yang akan kita lakukan

satu jam berikutnya,

satu hari berikutnya,

satu minggu berikutnya,

satu bulan berikutnya,

satu tahun berikutnya. Dan semua itu untuk bumi atau lebih tepatnya untuk diri kita sendiri.

Satu jam kemarin memang bukan sebuah kesia-siaan. Ada dampak positif bagi mereka yang berkontribusi.

Tantangan terbesar EARTH HOUR adalah mengajak kita semua untuk berpikir ulang mengenai apa yang akan kita lakukan dihari-hari setelahnya. Bumi ada bukan hanya untuk satu jam dalam setahun. Jadikanlah satu jam kemarin sebagai perubahan tingkah laku kita untuk 365 hari ke depan. Untuk bumi yang lebih baik, esok yang selalu dinanti.

Salam ACUH

3 comments

  1. Rara Restra Mutiara · Maret 30, 2012

    Benar sekali semua pernyataannya…tpi setidaknya EARTH HOUR menjadi salah satu tindakan konkrit sbg kontribusi kita terhadap bumi,mengurangi permasalahnnya..semoga bukan hanya seremonial aja..:)

  2. Hijihawu · April 1, 2012

    Earth hour, save the earth, start from now, go green…
    Semua sudah tertera di tulisan blog ini.
    Jadi, mari kita mulai!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s