Dibalik layar SEMINAR WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

Kamis, 25 Maret 2010

Saya bangun pagi sekali. Lalu membalas dendam ketidakmandian hari kemarin.

Acara hari ini berlokasi di Aston hotel Braga. Pagi-pagi sekali saya harus berkayuh sepeda ke sana. Yang bikin sebel dari tempat ini adalah, saya harus parkir di Basement 2. Tiga tingkat ke bawah dari lantai dasar. Menuju tempat parkirnya sih no problem, tapi pulangnya wah alamak capenya.

Pagi ini saya punya tugas sebagai notula seminar dan workshop tentang Kewirausahaan Sosial. Intinya sih bagaimana menciptakan sebuah permasalahan sosial menjadi peluang bisnis yang nantinya justru dapat membantu masyarakat tersebut.

Ternyata menjadi seorang notula itu tidak gampang. Saya musti banyak belajar ke Kandi. Belajar mengetik cepat dan menyarikan sebuah pembicaraan.

Yang mengadakan acaranya adalah British Council dengan dukungan Arthur Guinness Found serta bekerja sama dengan mitra lokal Ashoka.

Acaranya cukup bagus, karena makanan yang disediakan pihak hotel sungguh enak.

Jumat, 26 Maret 2010

Acara kemarin masih berlanjut, kali ini saya berperan sebagai notula lagi. Hahaha.

Tapi acara hari ini adalah tentang workshopnya. Kemampuan mengetikku sedikit lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik ngaconya maksudku, banyak yang terlewat karena tidak seperti hari sebelumnya dimana peserta sering menggunakan mic jadi terdengar jelas di speaker. Telinga akunya saja yang agak pekak. Hahaha.

Karena ending dari acara ini berupa tantangan untuk ikut terlibat dalam kompetisi yang mereka adakan. Baik untuk peserta workshop atau yang sama sekali bukan, saya jadi ikut terpecut untuk ingin mencoba.

Ide usaha sosial saya apa yah? Jualan susu di ciwidey aja kali ya!

Pukul 6 petang. Di perjalanan pulang saya mampir ke Gramedia dan bertemu pasukan “hijau damai”. Karena penasaran dengan gerakan yang selalu mereka lakukan saya mencoba menghentikan kayuhan saya sejenak dan berbincang-bincang.

Saya tahu sebenarnya ujung dari apa yang mereka ucapkan adalah meminta dukungan berupa ehem dana yang setiap bulannya bakal dipotong secara otomatis dari rekening yang anda berikan. Dan nggak tanggung-tanggung, besar dana yang dipotong itu sebesar Rp. 75.000. Lumayan lah, jatah makan saya selama ±4 hari.

Ada sedikit bumbu perdebatan dari pembicaraan saya dengan mereka. Tentang kontribusi mereka secara lokal khususnya Bandung serta kerjasama mereka dengan beberapa penggiat Lingkungan Bandung itu sendiri.

Saya tidak menemukan kepuasan lebih dalam tingkat lokal, hingga akhirnya terbersit dalam kepala saya bahwa mereka adalah organisasi eksklusif dimana nama mereka sudah melanglangbuana di tingkat internasional.

Tapi saya tidak menutup mata dan mengacungkan jempol untuk mereka yang senantiasa berjuang, bertindak serta menekan pemerintah atau pelaku pengrusakan dengan aksi-aksinya yang “no violence”. Mereka memang bergerak dengan caranya dan saya termasuk orang yang tidak paham dengan apa yang mereka lakukan.

Mudah-mudahan, aksi hijau mereka bukan sekedar kaos mereka yang berlabel “hijau damai”. Tapi juga perilaku mereka yang senantiasa ramah terhadap si hijau.

Damai-damai-damai

Pukul sembilan malam. Nggak kebagian nonton Aang teaa. Katanya sih nampang gitu di tv. Hehehe.

7 comments

  1. Nana · Maret 31, 2010

    top bgt nih agung.. piss ah hijau damai.. heuheu..

    • Ismail Agung · Maret 31, 2010

      ada ibu-nya candra kirana…

      hijau damai nyonya gundil.

  2. komunitasaleut · April 1, 2010

    Kpi hotelnya kurang asoy gung, kentel teuing.. ehehe

  3. komunitasaleut · April 1, 2010

    eh kopi maksudnya

    • ung · April 1, 2010

      tapi ngeunah, apan gratis bang….

  4. budiono · April 26, 2010

    cintai lingkungan dengan cara kita sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s