NENEK TUA ITU DULUNYA PEJUANG

Hujan siang Bandung. Ada asap, tak ada api. Hanya mengusir nyamuk-nyamuk nakal.

Siang hari ini saya berkesempatan lagi untuk bertemu dengan salah seorang veteran perang yang dulu tergabung dalam LASWI.

Nama beliau adalah Euis Sariah. Beliau biasa dikenal dengan nama Sartje. Masih satu angkatan dengan Ibu Tuti Amir yang saya bahas dipostingan sebelumnya. Usianya terpaut tiga tahun lebih tua dari Ibu Tuti Amir.

Memanggilnya dengan sebutan Ibu sepertinya kurang tepat. Karena usia saya justru seusia dengan cucu paling kecilnya. Dan beliau kini sudah memiliki satu orang cicit. Bisa kebayang kan berapa usianya saat ini.

Di usia yang justru kebanyakan orang tampak sangat renta, beliau masih cukup segar untuk melewati hari-hari kemerdekaan, tanpa perlu mengangkat senjata, desing peluru bahkan dentuman mortir yang membuatnya menderita tromelvlies pecah yang mengakibatkan pendengarannya tak normal lagi.

Meskipun begitu, pembicaraan kami dengannya untuk mengundang beliau hadir dalam Rabu Belajar Sahabat Kota dapat tersampaikan dengan baik. Beliau cukup apresiatif untuk hadir bersama dengan Ibu (ups) nenek Tuti dan berbagi cerita tentang Laswi serta perjuangan Bandung Lautan Api.

Kisah perjuangan beliau di Laswi mungkin lebih banyak, mengingat beliau lebih lama berkecimpung di Laswi hingga tahun 1948. Tidak seperti perempuan lainnya yang seusai Bandung Lautan Api segera dinikahkan oleh orangtuanya karena khawatir bahwa anak gadisnya semakin terseret ke dalam arus peperangan. Beliau tetap bertahan hingga perjalanan pulang dari Jogja menutup cerita perangnya.

Sekembalinya beliau dari Jogja, beliau meneruskan pendidikan di Sekolah Guru. Sempat beliau merasa tidak kerasan di sekolah karena guru yang mengajar masih orang Belanda. Beruntunglah guru-guru Belanda itu tidaklah sekeji para tentara yang beliau benci.

Bukan sekedar nenek biasa.

Selain seorang pejuang di garis depan pertempuran, beliau juga adalah seorang atlit lari dan lempar cakram di waktu muda. Maka saya tak heran bila melihat beliau masih tampak segar bugar di usia senja meski tak tampak deretan gigi putih berseri di antara senyumnya. Selain itu pula, beliau masih tetap aktif untuk bekerja setiap hari pulang pergi dari Sadang Serang ke Cibeureum (Cimahi) bekerja di kantor Korps Wanita Veteran Republik Indonesia sebagai Bendahara yang tak ada uangnya.

Beliau memang bukan sekedar nenek biasa.

Saya tak sabar untuk mendengar lebih lanjut mendengar cerita beliau di Rabu Belajar saat Berjuang demi Bandung. Sebuah cinta untuk kota.

7 comments

  1. darahbiroe · Maret 21, 2010

    ijin mengamankan pertamaxxx disini

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasihh😀

    • darahbiroe · Maret 21, 2010

      bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan jasa pahlawanya

      knp di indonesia ini banyak pahlawan yang sampai tidak bisa makan karena sudah tua hikz hikz sedih juga

      • Ismail Agung · Maret 22, 2010

        karena saking enaknya hidup di jaman kemerdekaan kita jadi lupa tentang mereka yang sudah berjuang mendapatkan kemerdekaan dan mempertahankannya…

        tapi perjuangan belum berakhir. masih banyak kemerdekaan yang belum kita raih!!

        SEMANGAT

  2. hadisome · Maret 22, 2010

    nenek itu adalah nenekmu gung? hehehehe

    • Ismail Agung · Maret 22, 2010

      oh bukan Mang, nenek itu bukan nenek saya. Tapi nenek kita semua yang waktu mudanya penuh semangat untuk membela negeri kita tercinta..

  3. junerosano · Maret 23, 2010

    Om agung…
    Kata nenek…
    di link “bagus untuk dikunjungi”,
    diminta untuk nambah link GI.
    Kata Nenek sih emang bagus untuk dikunjungi.
    Hehehe…
    salam,
    +s+

    • Ismail Agung · Maret 23, 2010

      baik saudara sano… segera meluncur ke bagus untuk dikunjungi… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s