KOMENTAR MEREKA tentang JALUR KHUSUS SEPEDA

urang sunda, sok sanaos aya jalur sapeda, tetep wae bakal macet. eta geura supir angkot sok ngajarkeun teu bener di jalan. euren dimana wae. balukarna sok diturutan kunu lian… iraha atuhnya bandung teh bisa “berhiber”

odas sunjana, sae oge gaduh emutan kadinya mah, mung saur abdi mah langkung sae tertib keun we heula para pkl sareng parkir motor liar nu biasa nempatan trotoar jalan2 di bandung ieu, sabab tong boro kangge jalur khusus sapeda, kangge pejalan kaki ge tos teu nyesa !!!.

tri m s, benar kata @yudi_priatna bukan jalur sepeda yg dibutuhkan. tapi transportasi masal yang handal dan murah yang dibutuhkan warga.

yudi priatna, kang ayi, percanten ka masyarakat atuh…moal ngirangan motor sareng mobil mah. langkung sae emutan we supados bandung kagungan sistem transportasi massal anu tiasa diandelkeun ku wargana. jalur sapedah mah hiji hal anu mubazir dina waktos ieu mah. hatur nuhun.

ayin, aya aya wae

onthel, asyik ke kantor bisa pake sepeda euy … hidup bandung ! hidup pak walikota ! semoga kota-kota lain dapat meniru. selamat hidsup sehat !

ung, saya sebagai pengguna sepeda menyambut baik upaya untuk membuat jalur sepeda. tapi soal dada rosada, sori aje ye… beda cerita itu mah..

babah, pak, yang bayar pajak berikut denda2nya itu orang yang pakai mobil dan motor. dahulukan dulu dong keperluannya dijalan. kalau mobil, motor dan badan kami rusak karena banyaknya lubang di jalan akan kami tuntut nanti diakhirat

cupu, bagus idenya pak. tapi jalan yang rusak tolong diperbaiki dahulu. terakhir bapak janji jalan akan diperbaiki kapan ya pak….hm…. coba saya ingat… oh iya q1 2010 pak.

yoyon, salut buat dada rosada yg membiarkan jalan berlubang bahkan jadi danau kecil di jalaan2 utama kota bandung. heraaaannnn…. gue bangga punya walikota seperti beliau. gak salah, 58% warga bandung milih beliau urusin dulu tuh jalan bolong. jangan cari perhatian sama komunitas sepeda… ntar klo jalan ga nyaman, jalur khusus sepeda bisa di tumpangin motor, sama aja bohong. jalur manusia (trotoar) aja sekarang jadi jalur motor… wooyyy eling eliiing

mancunian, salut buat bandung!!

ung, bagi pejalan kaki.. jangan khawatir. saya tetap menghormati anda. jika sampai terjadi pejalan kaki ditabrak pesepeda, tilang aja lah sepedanya. pengendara kendaraan bermotor hormati pesepeda, pesepeda hormati pejalan kaki, pejalan kaki saling hormat.. apapun program pemkot, say no to dada..

pejalan kaki, waduuhhhh kok pakai trotoar sih? kasihan banget nasib pejalan kaki! udah ngak nyaman lagi deh jalan di trotoar. kemaren di gesek motor, nanti bakal di gesek sepeda. nasib nasib….. itu pejabat apa gak pernah jalan kaki di trotoar yaa? kok seenak udelnya memakai trotoar untuk sepeda hiks hiks…..

asep, mudah2an kita semua mampu merawatnya……. terlebih ka super cepat ini menggunakan teknologi canggih yang memerlukan peawatan yg memadai… karena resiko kecelakaannya pasti akan sgt tinggi. mudah2 an kita mampu….. lanjutkan !

yudi priatna, aduh…pak dada gimana sih? mending uangnya untuk perbaiki jalan di kota bandung. buat perbaikan jalan tidak ada dana, tapi buat jalur sepeda mah ada……pak dada aya-aya wae ah….

aink, nya geus jadi jalan na di ruksak ku anu ngagali kabel.. sae-sae

goweser, top.. sudah sepatutnya amanat uu lalu lintas yg baru diimplementasikan dgn perbaikan fasilitas seperti ini. patut ditiru oleh bekasi nih, yg lain juga. jangan implementasi uu barunya sekedar mencari2 kesalahan pengguna jalan, helm udah dot certified disalahkan, belok kiri lupa hidupin sign juga ditilang. brafo perbaikan!

sepeda kuning, kayanya percuma aja jalur sepeda, motor pasti nyerobot, trotoar aja diserobot motor…

conamizz, mga ja bjln dg lncar..ide ni bgus.save my earth

 

Itulah sekumpulan komentar yang dialamatkan pada reportase yang ada di portal berita detikbandung.com mengenai jalur khusus sepeda yang rencananya akan dibangun bulan mei di Kota Bandung.

Ternyata untuk sebuah upaya perbaikan lingkungan pun masyarakat masih sangsi dan merasa bahwa program ini hanyalah usaha untuk membuang-buang duit saja dan mencari perhatian semata bagi sebagian komunitas. Masih banyak permasalahan-permasalahan dalam kota Bandung yang mungkin lebih urgent dibandingkan dengan “membuat jalur sepeda” heuh. Salah satunya adalah perbaikan jalan yang berlubang.

Malah satu di antara mereka ada yang dengan piciknya mengatakan bahwa mereka yang bayar pajak kendaraan seharusnya di dahulukan kepentingannya.

Oh oke, baiklah jadi semua ini kembali pada uang yang berkuasa. Sungguh miskin sekali hati kita ini. Yang punya uang, yang bayar pajak kendaraan bermotor, jadi karena alasan membayar pajak kendaraan motor anda menjadi merasa lebih berhak, sungguh naif. Jika tak mau membayar pajak kendaraan ya nggak usah beli kendaraan dong.

Saya tidak tahu apakah mereka saja yang bersepeda yang mendukung upaya ini. Sedangkan mereka yang masih menderu dengan mesinnya keberatan karena semua ini bukanlah sebuah solusi memperbaiki kualitas kota.

Saya akui, masih banyak jalanan kota Bandung yang tidak layak, bergelombang, berlubang bahkan berkubang dengan ikan hias di dalamnya. Saya akui banyak trotoar yang mati fungsi, dipakai berjualan, menjadi area parkir, bahkan menjadi kawasan reklame.

Kualitas kota tidak bisa dinilai hanya dari satu aspek saja, banyak aspek yang bisa menjadi sebuah penilaian apakah kota tersebut berkualitas atau tidak. Semuanya kembali pada memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di dalamnya. Dan masyarakat kota itu sungguh-sungguh heterogen. Ada komunitas sepeda, komunitas biker, komunitas jalan kaki, komunitas angkot, komunitas bus damri, komunitas ibu-ibu, dan mereka yang tidak tergabung dalam komunitas . Apakah semua kebutuhan dari setiap komunitas tersebut sudah terpenuhi?

Atau merasa paling ingin didahulukan…

Kita ambil saja sisi positifnya. Bila memang jalur sepeda sudah ada, sebagai warga Bandung (termasuk anda yang numpang kerja, kuliah atau nebeng) yang peduli sudah selayaknya mengapresiasikan fasilitas baru tersebut sebagaimana fungsinya. Syukur-syukur jika bersepeda menjadi pilihan baru dan alternatif berkendara dalam beraktifitas sehari-hari.

Pejalan kaki pun tak usah berparno-parno ria. Toh, meskipun sepeda bisa ngebut tapi dia nggak akan sekurang ajar kendaraan bermesin. Bagaimanapun, hak pejalan kaki lebih tinggi dibandingkan pengendara sepeda atau kendaraan lainnya. Seharusnya para pengendara mengalah pada para pejalan kaki, hal yang amat jarang kita saksikan di jalan raya.

Pembuatan jalur khusus sepeda memang tidak akan menjawab semua permasalahan yang ada di kota. Tapi menjawab sebagian permasalahan yang ada. Tak mungkin semua permasalahan itu selesai dalam sekejap saja, butuh waktu dan proses yang cukup matang agar semua keinginan dapat terealisasi. Dan sebagai warga yang baik sudah tentu kita tak boleh lelah untuk mengingatkan para pemimpin yang duduk dengan jabatannya terlena dengan segala fasilitas mewahnya.

Saya mendukung upaya pembuatan jalur khusus ini tapi bukan berarti saya mendukung dada rosada. Itu adalah dua hal yang bertentangan. Dan nggak ada hubungannya buat saya secara pribadi.

Ini dadaku bukan dadanya!!

Maaf nggak nyampur-nyampur dengan masalah lingkungan lebih mendalam. Saya kira semua orang sudah cukup paham kok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s