NGAWANGKONG JURNALISTIK

kareena Senin siang di Kota Bandung. Cuaca lumayan berair. Alias hujan. Mendung tentu saja. Cucian kayaknya nggak bakal kering. Terima saja nasib mu wahai baju yang menggantung. Apek-apek deh loe pade. Stok baju tinggal dua, celana tinggal satu, daleman tinggal satu. Dengan penuh keterpaksaan, pake bajunya musti ngirit.

Gimana cara ngirit baju? Sebelum tidur alangkah baiknya menanggalkan baju. Klo bahasa Sunda nya mah “bubulucun tuturubun subuh-subuh mulung suluh buuk murudul”. Bingung? Acungkan jempolnya…

Beberapa hari ini ada sedikit kata-kata yang menganjal dalam benak saya. Kata itu adalah News Features.

Cung dong yang tahu tentang pengertian dari kata tersebut. Harap maklum saya kan bukan anak jurnalistik. Saya anak MIPA yang berkutat dengan matematika dan ilmu pasti (walaupun tampak bodoh juga klo ditanya soal beginian).

Beruntunglah, hari ini saya bisa ketemu dengan seorang teman lama. Teman waktu KKN dulu. Kebetulan dia sedang main lagi ke Bandung setelah menempuh perjalanan panjang mendekam dalam hiruk pikuk kota Jakarta. Dia ini anak Jurnalistik FIKOM. Sedikitnya bisa saya manfaatkan kepintarannya dalam bidang yang satu itu.

Bertemulah kami di sebuah warung Pojok Bakso Pak Benny seberang ATM BNI Unpad sebelah TIRAMISU. Nama penanya adalah Kareena Ragonza, teman-temannya memanggil Tenny, but we usually called her him Jeng K.

Tampilan baru nih si Jeng K, rambut pendek dan sandal gunung, tapi gokil dan kereta apinya masih nggak berubah sedikitpun. Cuman ganti merk ja, dari Bendoel ke Moalboros (lagi habis stok apa bokek Jeng?). Jeng K sedang sibuk menyelesaikan draft-draft yang terbengkalai tentang etika jurnalisik. Tampak seru kayaknya, apalagi tu topik sempat menghebohkan kala Lun menghina para kuli artis di Twitter.

Yang namanya pertemuan lama, pasti obrolannya nggak jauh dari rekan-rekan yang entah dimana mereka berada, berita-berita kadaluarsa yang entah kapan didengar, bahkan cerita ke depan untuk menapaki hari esok (jieuh, visioner nih kita). Pasti banyak hal (kesenangan) di masa lalu yang dirindukan. Yang menyedihkan kita lupakan saja Bung!! Sampai-sampai ngomongin Artis dan Bencong pinggir jalan pun kami lakoni.

Tidak mau menyia-nyiakan pertemuan ini, saya pun bertanya curhat corhet mengenai segala problematika tulis menulis yang selama ini saya coba aktif. Dia pun menyarankan saya untuk mengirimkan karya tulis saya ke surat kabar. Bukannya saya tidak mau, tapi saya masih sangsi dengan gaya penulisan saya yang sepertinya lebih membentuk opini pribadi, bukan kilasan terhadap berita. Walaupun kata dia tulisan saya masuk dalam kategori artikel, saya masih tetap sangsi karena tiap fakta yang tertulis bersumber dari “ceuk aing beul”.

Besi yang diasah akan semakin tajam. Semakin rajin nulis mungkin akan berpengaruh terhadap gaya penulisan yang “kumaha aing beul” menjadi “everyone can read”, perhaps.

Setelah melepas rasa kangen dan curhat colongan, akhirnya kami berpisah. Perpisahan bukan akhir dari segalanya. Masih ada hari esok antil 2012 perjumpaan ini bisa terulang kembali.

Perpisahan saya dengan Jeng K bukan berarti perpisahan dengan anda para pembaca (ngarep banget sih ada yang baca). Saya masih penasaran dengan News Features itu apa sih.

Akhirnya, berlabuhlah saya di sebuah toko buku dan ngubek-ngubek mencari rak jurnalistik atau komunikasi. Berjumpa lah saya dengan sebuah buku tentang cara menulis berita, features dan artikel. Dibuka lah daftar isinya, lalu cari halaman tentang features. Oh baiklah, saya menemukan bahasan tentang menulis features yang belum bisa dibahasa Indonesia-kan.

Setelah merunut pengertian dan ciri-ciri dari features akhirnya saya menyadari bahwa tulisan saya  selama ini bisa masuk dalam kategori features. Bisa masuk kategori bukan berarti iya sepenuuhnya.

……………………………di bagian ini saya ketiduran saat menulis…………………

Berhubung saya ketiduran dan lupa lagi. Maka dengan sungguh terpaksa saya musti sembah sujud sama mbah Google.

Akhirnya nemu juga tips tentang menulis features. Bagi yang ingin tahu lebih lengkap tentang apa itu features dan caranya bisa klik di sini.

Untuk selanjutnya, saya akan menulis sesuka hati dan sesuka imajinasi kata. Tidak terkotakkan dalam aturan main jurnalistik (lah saya kan bukan orang Jurnal ini kok, sah saja-saja kan), asal sesuai dengan etika jurnalistik saja cara penulisannya (Skripsi mu Jeng K).

Yang ini benar-benar berpisah.

4 comments

  1. David · Maret 9, 2010

    Bagus kawan. Tulisanmu bagus ko’, dan nampaknya kau sangat cocok menulis features. Selamat menulis

    • Ismail Agung · Maret 9, 2010

      Terimakasih bung david atas pujiannya. Mudah-mudahan semakin mendekati makna dari features itu sendiri..

  2. K · April 5, 2010

    hehe.. kebanyakan cerita dan ketawa2 ga jelas sih waktu itu,, coba lo bilang serius kan kita bisa diskusi lebih fokus!
    alah bisa karena biasa, jadi teruskanlah teruskanlah.. ;p
    ayo ngopi2 lagi sambil makan surabi!! hehe

    • Ismail Agung · April 5, 2010

      APA!! Jadi waktu itu obrolannya ga jelas!! Obrolannya apa makhluknya?

      Selamat datang jeng K, kabar baikkah kau. Yup ah lain kali kita makan surabi sambil minum kopi. Tapi surabi-nya bikin sendiri kopinya nyolong ame tetangga. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s