DANCER IN THE DARK, moms sacrifice

Mau review dikit ah. Berhubung baru kemarin mengunduh dan bisa lihat filmnya.

Judul filmnya sama dengan judul tulisan ini. Yup, Dancer in the Dark. Pasti nggak banyak yang tahu!

Ini emang bukan film baru, film lama keluaran tahun 2000. Film ini termasuk ke dalam jenis film drama musikal. Di sini Bjork yang berperan sebagai pemeran utama juga sebagai composed lagu-lagu soundtrack bakal bernyanyi dan menari (namanya juga musikal).

Cerita film ini adalah tentang seorang ibu yaitu Selma (Bjork) dan anaknya Gene (teuing), yang menderita penyakit keturunan myopic alias rabun dekat. Dan lambat laun akan mengakibatkan kebutaan.

Jadi jangan heran ngeliat Bjork si penyanyi eksentrik dengan penampilan si Selma yang tampak culun dengan kacamata super tebel pantat botol.

Selma yang doyan nyanyi dan menari ikutan rehearsal (semacam teater musikal) disela-sela kesibukannya bekerja di pabrik pembuat baki stainless steel.

Mungkin sudah takdir Selma jika suatu hari dia akan buta (seperti orangtuanya yang ditinggalkannya di Cezkoslovakia), namun dia tak menyerah dan bekerja keras untuk menabung mengumpulkan uang sebanyak 2065 dolar 10 sen hanya untuk operasi mata. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk anak semata wayangnya. Dan itu tanpa diketahui oleh anaknya termasuk pula teman dekatnya sekalipun Cvalda.

Selma pelit. Sampai-sampai anaknya ulangtahun minta sepeda pun kagak dikabulin. Maklum lah dia lebih mementingkan untuk menabung dan menyimpan uangnya di lemari. Dan biaya operasi itu nantinya akan menjadi kado ulang tahun Gene yang diperbolehkan operasi bila sudah menginjak usia 13 tahun.

Saya pikir film drama musikal biasanya selalu happy-happy joy joy. Ternyata, Selma yang sederhana, ramah dan pelit bersimpati kepada Bill si pemilik sewa rumah yang berkeluh kesah tentang istrinya akibat masalah keuangan dan lain-lain. Dan akhirnya bocorlah rahasia tabungan Selma yang lumayan besar sebagai bentuk simpatinya terhadap rahasia Bill yang baru diketahui.

Bill yang seorang polisi dan yang tadinya akrab dengan Selma serta anaknya jadi gelap mata begitu tahu bahwa Selma punya banyak uang dan dia akan buta. Jalan cerita berikutnya bisa ditebak, Bill mencuri uang Selma dan justru menuduh Selma sebagai pencuri.

Karena uang tersebut sangat penting bagi anaknya Gene, Selma pun memaksa mengambil kembali. Pergulatan pun terjadi, dan tanpa sengaja Bill tertembak oleh pistolnya sendiri.

Di tengah sakaratul maut, Bill keukeuh mempertahankan duit curiannya. Mau nggak mau Selma menembak kembali dan meleset, hingga akhirnya Bill dihantam kepalanya dengan laci hingga koit.

Selma lari membawa uangnya. Beruntunglah ada Jeff, pria yang selalu memberi perhatian pada Selma, selalu siap membantu namun seringkali ditolak meski sebenarnya Selma juga suka.

Jeff tidak tahu klo Selma baru saja membunuh Bill. Bersama uang yang berhasil didapatnya kembali, Selma pergi menuju rumah sakit dan menyerahkan uangnya pada si dokter mata yang akan mengoperasi mata anaknya. Dan lagi-lagi Jeff tidak tahu akan hal tersebut.

Berita pencarian Selma sebagai pembunuh Bill sudah tersebar kemana-mana. Selma bersama Jeff pergi ke tempat rehearsal melihat latihan drama.

Naas nasib Selma. Ia akhirnya ditangkap sebagai pelaku pembunuhan. Selma disidang dan dinyatakan bersalah.

Dan parahnya, ia mendapatkan hukuman mati atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap Bill dan dituduh sebagai pencuri. Selma berbohong, padahal andai saja ia jujur bahwa itu memang uang dia yang hendak digunakan untuk berobat anaknya mungkin hukumannya akan lain.

Vonis satu minggu ke depan eksekusi akan dilakukan. Jeff dan Cvalda sahabat Selma akhirnya mengetahui rahasia Selma mengenai operasi mata anaknya. Dan mereka pun meminta untuk membuka sidang kembali berdasarkan bukti baru.

Namun sayang, pengacara swasta yang akan membantu Selma meminta bayaran yang nominalnya hampir sama dengan biaya operasi. Selma urung.

Selma pasrah, mengikuti kata hatinya ia lebih baik dihukum mati daripada anaknya tak pernah bisa melihat masa depan. Endingnya, Selma mati digantung tanpa sempat menyelesaikan lagu terakhirnya.

Film yang sungguh tragis. Dari segi pengambilan gambar, saya ngerasanya kayak reality show. Kameranya kadang-kadang goyang, blur, zoom in zoom out dan perpindahan scene yang editingnya nggak pas. Waktu adegan musikalnya, lucu aja sih ngelihat hal-hal yang ujug-ujug nyanyi dan menari (Sherina juga kayak gini kok). Ada Tap Dance-nya.

Ada tujuh buah lagu yang kesemuanya dinyanyikan dan dalam film ditampilkan sebagai sebuah imajinasi Selma. Ketujuh lagu tersebut adalah,

Cvalda – semangat kerja di pabrik

I’ve Seen It All – ketika Jeff tahu bahwa Selma penglihatannya semakin berkurang

Scatterheart—lagu setelah membunuh Bill

In the Musical—lagu penangkapan dan saat disidang

107 Steps—107 langkah menuju tiang gantung

Dear Gene-Next To Last Song—lagu untuk Gene sebelum jatuh dari tiang gantungan

Overture-New World –lagu opening dan ending

Penasaran dengar lagunya, cari aja di 4shared.com keyword Selmasongs.

Touchy. Melihat perjuangan sang ibu yang rela untuk buta bahkan mati digantung demi kesembuhan anaknya.

Rekomendasi saya untuk film ini, kumaha ente we lah. Klo pengen lihat tontonan yang berbau drama musikal silakan diunduh saja filmnya. Mun ada yang versi DVD subtitle Indonesia lebih bagus lagi. Hehehehe,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s