GREENWASHING, Ngaku-Ngaku Hijau

Setelah jalan-jalan blog, saya nemu istilah yang mungkin sudah lama beredar namun baru kali ini saya dengar. Yup istilah itu adalah Greenwash.

Bagi yang pernah mendengar istilah ini mungkin sudah paham sekali mengenai greenwash. Tapi jika orang baru seperti saya, mungkin sedikit ngaco dalam mengartikan maksud dari greenwash itu sendiri.

Greenwash tidak sama dengan mencuci hijau. Begitulah klo diterjemahkan secara langsung. Greenwash bukan pula mencuci menggunakan deterjen ramah lingkungan.

Greenwash adalah sebuah istilah dalam green campaign, dan sudah dikenal sejak tahun 1960-an (om Wiki). Istilah ini muncul ketika mulai bermunculan perusahaan atau korporasi yang mulai terlibat dalam greencampaign. Istilah greenwashing hampir serupa dengan istilah whitewashing yaitu tindakan untuk menyembunyikan fakta yang kurang menyenangkan.

Jadi bisa diartikan bahwa greenwashing itu adalah sebuah istilah sinis yang diberikan kepada perusahaan atau korporasi tertentu untuk memberi kesan kepada konsumennya akan kepeduliannya dan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan hidup. Kurang lebih seperti itu.

Tentunya kita (orang awam), pastinya akan berargumen positif bila melihat-mendengar iklan-iklan atau promosi yang digembar-gemborkan perusahaan yang berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Benarkah mereka?

Patut dipertanyakan…

Seperti kata pepatah, Don’t jugde a book by the cover. Jangan beli buku karena isi sampulnya. Belum tentu perusahan yang mengadakan kegiatan peduli lingkungan sudah menjadi perusahaan yang hijau. Atau jangan-jangan ternyata kegiatan hijau tersebut justru dilakukan untuk menutupi jejak ekologis mereka yang tak ramah terhadap lingkungan.

Berdasarkan situs yang berkaitan langsung dengan greenwashing yaitu sinofgreenwashing.org ada 7 dosa yang berhubungan dengan tindakan greenwashing yang diantaranya adalah:

1. Sin of the Hidden Trade-off

Sebuah pernyataan hijau dengan hanya melihat dari satu atribut sempit tanpa memperhatikan isu-isu lingkungan penting lainnya. Kertas misalnya, disebut hijau karena berasal dari sumber daya pohon yang bisa tumbuh kembali padahal isu lingkungan lainnya menyatakan bahwa dalam proses pembuatannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang cukup besar, ditambah lagi penggunaan pemutih klorin yang menjadi zat pencemar.

2. Sin of No Proof (Tanpa Bukti)

Sebuah pernyataan hijau yang tidak dapat dibuktikan dengan mudah dan didukung oleh informasi yang tepat atau telah melalui sertifikasi pihak ketiga yang terpercaya. Misal, sampo menggunakan bahan organik tapi tak ada sertifikisinya.

3. Sin of Vagueness (Ketidakjelasan)

Sebuah pernyataan hijau yang penuh ketidakjelasan, sehingga besar kemungkinan konsumen akan salah paham atau salah menanggapi. Misal, “Terbuat dari bahan Alami” padahal tidak semua yang yang alami itu hijau. Malah beberapa di antaranya adalah sangat beracun. Merkuri dan Uranium juga berasal dari alam dan sangat tidak disarankan untuk digunakan lagi.

4. Sin of Worshiping False Labels (Label Palsu)

Sebuah pernyataan hijau suatu produk melalui kata-kata atau gambar yang memberikan kesan telah disertifikasi oleh pihak ketiga padahal tidak ada dukungan seperti itu; label palsu.

5. Sin of Irrelevance (Relevan)

Pernyataan hijau yang mungkin benar tetapi tidak penting atau tidak berguna bagi konsumen yang mencari produk lebih lingkungan. ‘CFC-free’ adalah contoh umum, karena ini adalah klaim yang sering terlepas dari kenyataan bahwa CFC memang dilarang oleh hukum.

6. Sin of Lesser of Two Evils (Dua Kejahatan)

Sebuah penyataan hijau yang mungkin benar pada suatu kategori produk, tapi mengalihkan risiko konsumen dari dampak lingkungan yang lebih besar dari kategori secara keseluruhan. Rokok organik bisa menjadi contoh Dosa ini, seperti juga kendaraan sport utility vehicle yang hemat bahan bakar.

7. Sin of Fibbing (Berbohong)

Pernyataan hijau yang sungguh-sungguh palsu . Contoh yang paling umum adalah produk palsu yang mengaku telah disertifikasi atau terdaftar oleh Energy Star.

Oh gitu toh, lalu bagaimana caranya agar kita tidak terjebak dalam permainan greenwashing?

Ada beberapa tips yang saya dapat dari teman-teman Green Lifestyle untuk mengidentifikasi produk-produk yang berbau greenwashing, yaitu:

  1. Tulisan menggunakan bahasa marketing yang gak jelas (“Go green dengan mengikuti fun bike tour kita!”)
  2. Penggunaan kata sains yang sebenarnya tidak ada (“Produk ini dibikin dengan zat baru ecotin atau ecoblablabla”)
  3. Klaim yang tanpa pembuktian (“Dengan membeli produk ini Anda akan mengurangi emisi karbon setinggi 80%!”)
  4. Produk-produk yang jelas-jelas mengancam lingkungan atau berbahaya bagi kesehatan (mis. bensin, motor/mobil, rokok, obat nyamuk) tetapi yang dipromosikan sebagai produk ramah lingkungan atau sehat.

Kurang lebih sama dengan 7tujuh dosa.

Bagaimana dengan studi kasus greenwash di Indonesia?

Sejauh informasi yang saya dapat ada beberapa yang perusahaan yang bisa dikategorikan sebagai pelaku greenwash.

Mungkin teman-teman masih ingat dengan iklan dan program salah satu air minum merk terkenal yaitu 1 Liter untuk 10 Liter. Programnya bagus memang, padahal dibalik itu semua justru si pihak produsen air telah melakukan kerusakan lingkungan yaitu sumber air yang telah di eksploitasi. Pada labelnya sih ditulis “Dari mata air pengunungan” namun pada kenyataannya yang dimaksud dari mata air pegunungan adalah dengan menyedotnya habis-habisan dan merusak struktur ekosistem di sekitarnya. Untuk  lebih lengkapnya bisa baca di sini.

Jadi, waspadalah terhadap pernyataan-pernyataan hijau dari suatu perusahaan atau sebuah produk yang kita beli. Jangan sampai kepercayaan kita justru menjadi modal bagi mereka untuk lebih merusak alam kita yang berharga dan satu-satunya ini.

Selamat ber-greenwash.

Ditulis oleh Ismail Agung pada hari minggu dini hari di Saung Rambutan.

10 comments

  1. nadia · Februari 28, 2010

    ouh….
    gitu ya kang agung,saya kira itu lebel buat perusahaan dan produk yang ramah lingkungan,ternyata sebaliknya…

    • Ismail Agung · Februari 28, 2010

      mohon disebarkan sebagai pengetahuan umum untuk kawan-kawan lainnya.. Be aware

      • nadia sholihah · Maret 1, 2010

        copy paste ke blog aq boleh g?
        hhhehheheh….tag ke blog aq bisa g?

      • Ismail Agung · Maret 1, 2010

        Silakan di copas. Tapi jangan lupa tulis sumber tulisannya alias link blog saya. Di tag, maksudnya? Emangna fb di tag. Tag yang dimaksud disini mah artinya dilabelan…

  2. adi · Maret 11, 2010

    betul jangan2 yang ngaku jijau malah yang membuat merah bumi ini..viva green

  3. Pemandu Ujungkulon · April 8, 2010

    Wah kurang ajar banget tuh perusahaan atau pelaku usaha yang melakukan green washing itu. Oya, karena blog ini sejalan seirama dan cukup relevan dengan blog saya, gimana kalo kita tukeran link mas? Mau kan? Kalo mau, tolong konfirmasi via shout box atau komentar postingan terbaru saya. Terimakasih

  4. Ekowisata Ujungkulon · April 8, 2010

    Mas, blog nya udah saya pasang di blog roll saya dan tolong nama blog saya direvisi menjadi Ekowisata Ujungkulon. Terimakasih dan salam persahabatan

  5. lo~ · Oktober 10, 2010

    ikut lomba debat, motion-nya tentang ‘greenwashing’.
    pikiran apa itu, oh ternyta. ckckckckckckckckck

    thanks for the (very) big help yaw!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s