Belajar Jadi Tukang Foto, Kapan Kawin?

Akhirnya beres juga tugas menjadi tukang foto kawinan.

Setelah 5 jam kulintang kulinting (keliling keliling) di dalam gedung sambil icip icip sajian khas kawinan, terus foto-foto para tamu undangan dengan teknik berfoto ala kadarnya. Hasilnya, jauh dari memuaskan (menurut aku). Maklum lah kan newbie.

Orang bilang pernikahan itu adalah hari bahagia, memang sih soalnya aku sendiri bisa ngerasain kebahagian itu dengan sajian-sajian yang nggak mungkin bisa aku nikmati setiap hari. Hahaha.

Di tengah ke bahagiaan itu, tiba-tiba Riri bertanya tentang kapan kebahagian ini bakal hadir di hidup saya. Bahasa nyepetnya mah “Kapan nyusul?”.

Pertanyaan yang jelas-jelas jawabannya adalah entah.

Ya entahlah. Jangankan calon pendamping, dambaan hati aja belum ada yang nyantol. Atau justru dia sendiri hendak mendaftarkan diri. Hihihi.

Untuk saat ini. Ga ada sama sekali pemikiran itu buat ku. Kurang lebih nikmati dan jalani saja hidup ini dengan tulus hati. Karena semua itu akan indah pada waktunya.

Jadi, kapan kawin?
Safar, safaruguh na!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s