13 Februari, Black Valentine. 14 Februari, Ultah Babe

Yo. Today is black valentine.. Don’t you agree with me?

Valentine memang bukan tradisi saya. Meskipun dulu pernah ikut-ikutan sewaktu masih bau kencur cinta anak remaja, hehehe.

Tapi klo sekarang mah, menurut saya sih nggak penting-penting amat. Yang bikin nggak penting karena emang nggak penting aja, apalagi klo nggak punya kekasih hati (intinya orang jomblo ga usah palentinan).

Baiklah, kembali ke black valentine. Seharian tadi saya baca beberapa berita terkait dengan valentin.

Berita pertama yang saya baca adalah berita dari detik.com yang menyatakan bahwa MUI JABAR tidak melarang perayaan palentin. Justru menurut mereka yang dilarang dari perayaan palentin itu adalah perayaan-perayaan negatif yang dikaitkan saat momen tersebut. Seperti mabuk-mabukan, hingga yang dikhawatirkan adalah hubungan setubuh tanpa ikatan dari kantor urusan agama.

Klo kekhawatirannya saya sependapat deh. Tapi klo pernyataan MUI tidak melarang perayaan valentin, itu sedikit aneh buat saya pribadi. Ya, ada sesuatu yang kontradiktif di hati saya. Walaupun saya sebenarnya bukanlah makhluk Tuhan yang cukup imannya tapi, ada suatu pertentangan yang saya temukan dalam pernyataan MUI dengan seruan dakwah yang pernah saya dapat dulu-dulu.

Baiklah kita lanjut lagi ke berita kedua. Berita ini saya baca sekilas di news sticker metro tv. Itu tuh, berita berjalan yang muncul di bagian bawah. Di berita ini saya membaca (lupa-lupa ingat) bahwa salah satu negara arab melarang warganya bertukar kado di hari valentin.

Wew, keren juga nih. Entah apa alasannya, tapi larangan tersebut sepertinya tindakan tegas untuk penyelamatan aqidah warganya. Apapun itu sepertinya pemerintah si arab itu nggak mau latah ikut-ikutan tradisinya orang barat.

Lanjut di sore harinya, saya kembali membuka detik.com bandung yang isi beritanya penuh dengan si kiki yang kembali pulang dan diulang-ulang. Di antara tulisan kiki siswa ICB yang pulang ada berita lain tentang gelaran aksi dari rekan-rekan muslim di pusat perbelanjaan BIP. Mereka membagi-bagikan leaflet serta seruan dan ajakan untuk tidak merayakan valentin. Di samping itu pula ada pemberian-pemberian informasi mengenai bahayanya perilaku seks bebas. Dan aksi ini akan dilanjutkan kembali hari ini di BIP dengan jumlah massa yang lebih banyak dibanding kemarin.

Waduh, padahal hari ini rencananya setelah selesai dari ondangan saya mau ke BIP dan BEC. Soalnya ada gelaran acara tentang cinta-cinta gitu deh. Wah wah wah, bisa bentrok nih.

Saya pribadi tidak menentang valentin. Tidak juga mendukungnya. Mungkin saya termasuk golongan tidak peduli. Sebodo amat dengan valentin. Toh cinta tidak didapat dari sebuah perayaan. Atau sebuah kado. Cinta itu sebuah ekspresi tak ternilai dan berwujud. Jadi masa bodo dengan valentin.

Yang saya peduli kan dari valentin bukanlah perayaan cinta kasih. Tapi tanggal 14 Februari-nya. Soalnya pada tanggal segitu babe saya ulang tahun. Jadi klo ada yang menangkap basah saya sedang membeli kado, sorry sorry aje, saya beli kado bukan buat yayang tapi buat babe yang ultah. Klo pun punya yayang, daripada tukeran kado mending dia ngasih kado buat babe. Biar cintanya sama saya direstui. Hahaha.

Tapi berhubung sedang kere, kayaknya valentin eh ulang tahun babe kagak bisa ngasih kado apapun. Kirim doa aja cukup kali ya. Doa sehat selalu, bahagia selalu, rejeki selalu, damai selalu. Dan terakhir, maafkan selalu anakmu yang belum berbakti ini.

14 februari, happy birthday Babe!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s