Shelter Shuffle, Permainan Lingkungan

Dipermainan ini siswa akan memahami akibat dari tersedianya air, makanan, dan tempat berlindung (naungan) yang menentukan populasi satwa. Siswa juga akan mengerti bahwa populasi tergantung kepada banyak hal berdasarkan konsep permainan ‘Oh, Deer’

Waktu : sekitar 45 menit

Alat dan bahan : Empat benda yang digunakan sebagai garis pembatas, tempat terbuka yang cukup (bila bermain di dalam ruangan ruang aula bisa digunakan, atau bermain di lapangan terbuka).

Pelaksanaan : Mintalah siswa membuat daftar hal-hal yang dibutuhkan mahluk hidup untuk bertahan hidup. Bagilah daftar menjadi tiga kelompok : makanan, air, dan naungan (oksigen juga penting, tapi untuk permainan ini jumlah oksigen dianggap cukup untuk semua) Beritahu siswa bahwa di rumah mereka terdapat makanan, air dan naungan yang cukup untuk bertahan hidup, hal yang sama yang terjadi bagi mahluk hidup lain.

Mintalah siswa untuk memilih menjadi satwa apa yang mereka perankan dalam permainan ini. Mereka boleh memilih satwa apa saja yang ada di taman , halaman sekolah, atau cagar alam (ingatkan siswa bahwa serangga juga termasuk satwa). Beritahu siswa, rumah bagi satwa disebut habitat.

Bawalah siswa ke tempat terbuka yang cukup luas. Mintalah menghitung empat-empat. Semua siswa yang menyebut nomor satu harus membentuk baris. Siswa yang lain yang menyebut nomor dua, tiga dan empat berbaris membentuk satu baris lain. Beri jarak yang cukup sekitar 2 meter, di antara kedua baris itu. Mereka yang menyebut nomor satu menjadi satwa dan nomor dua, tiga, empat menjadi makanan, air dan naungan.

Di putaran pertama, setiap satwa menentukan apa yang mereka butuhkan, air, makanan, atau naungan. Jika mereka :

Membutuhkan makanan, mereka harus meletakan tangan mereka di atas perut

Membutuhkan air, mereka harus meletakan tangan mereka menutup mulut.

Membutuhkan naungan, mereka harus meletakan tangan mereka di atas kepala.

Sekali satwa memutuskan apa yang lebih dibutuhkan, mereka tidak boleh menggantinya sebelum putarannya berakhir. Mereka baru bisa menentukan yang lain setelah putaran berikutnya.

Nomor dua, tiga dan empat juga harus menentukan ingin jadi komponen habitat apa (makanan, air, naungan) pada putaran ini. Mereka juga harus membuat tanda yang sama dengan yang dilakukan satwa, tangan diatas perut untuk makanan, tangan menutup mulut untuk air, tangan diatas kepala untuk naungan. Sama seperti satwa, mereka tidak boleh mengubah pilihannya untuk putaran ini. Mereka baru bisa mengganti pada putaran berikutnya.

Permainan ini paling tidak dimainkan selama 12 atau lebih putaran, dan putaran pertama dijadikan putaran percobaan. Kedua baris tersebut harus membalikkan badan sehinnga kedua baris tersebut saling memunggungi.

Mintalah satwa untuk memilih tanda yang akan dipakai selama putaran pertama. Tanda ini mewakili apa yang mereka butuhkan. Baris komponen habitat juga melakukan hal yang sama, menjadi apa mereka pada putaran ini. Setelah mereka membuat tanda, hitung sampai tiga dan pada hitungan ke tiga, kedua baris tersebut membalikkan badan dan saling berhadapan. Satwa kemudian berjalan pelan menuju ke baris komponen habitat yang berdiri diam. Bila satwa menemukan komponen habitat yang sama , mereka boleh menepuk temannya dan membawa temannya tersebut ke barisan satwa. Dia akan menjadi satwa pada putaran berikutnya. Satwa yang tidak bisa menemukan komponen habitat yang sama akan mati dan menjadi komponen habitat pada putaran berikutnya. Hal ini akan menunjukan bahwa satwa yang terpenuhi kebutuhannya dapat bereproduksi. Sedangkan satwa yang tidak memenuhi kebutuhannya akan mati.

Putaran berikutnya, beritahu siswa ini bahwa mereka harus berlari dengan tetap membentuk tanda. Beri jarak yang cukup, sekitar 30 – 40 meter, diantara kedua baris. Ulangi sampai 12 atau lebih putaran.

Diskusikan : Tanyalah ke siswa :

Apakah ada yang menjadi satwa lebih dari sekali? (kemungkinan ada. Permainan ini menggambarkan konsep siklus. Molekul yang membentuk tubuh satwa bisa bertahan beberapa waktu dan setelah satwa tersebut mati, molekul tersebut bisa saja menjadi bagian dari komponen habitat yang kemudian kembali menjadi bagian dari satwa).

Apakah jumlah satwa bertambah setelah putaran pertama? (Ya. Satwa bisa memenuhi kebutuhannya dan bisa bereproduksi. Selama beberapa putaran pertama, jumlah satwa akan bertambah)

Ingatkah kalian pada saat satwa melebihi jumlah komponen habitat?apa yang terjadi pada putaran berikutnya? (habitat tidak bisa menyediakan cukup makanan, air, dan naungan sehingga banyak satwa yang mati setelah putaran ini dan menjadi bagian habitat. Kematian mereka akan mengembalikan keseimbangan alam).

Mintalah siswa untuk menyebutkan hal-hal yang bisa membahayakan habitat. Siswa diharapkan mengetahui ada banyak hal yang disebabkan oleh alam maupun manusia yang bisa menggangu keseimbangan alam. Akibat yang disebabkan oleh manusia meliputi perubahan pemanfatan lahan (pembuatan jalan, bangunan, padang golf, pertanian), pembangunan sekitar air (pembuatan bendungan yang akan membanjiri daerah tertentu dan mengeringkan lahan basah), hujan asam, efek rumah kaca, tumpahan minyak, perhutanan, pembabatan hutan untuk mengambil kayunya atau mengubahnya menjadi lahan pertanian, polusi dan seterusnya. Akibat yang disebabkan oleh alam yang bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan alam seperti kebakaran hutan, tanah longsor, gunung berapi, perubahan suhu.dan seterusnya.

Ekstensi : Kembali ke kelas, gambaran grafik yang menjelaskan apa yang tejadi pada populasi satwa selama permainan. (bisa juga dilakukan di tempat pelaksanaan permainan dengan menggunakan kertas poster). Gambar ini membantu siswa mengingat apa yang telah mereka pelajari selama permainan. Grafik yang dibuat harus menunjukan tahun (putaran) dan jumlah satwa. Diskusikan bagaimana grafik tersebut bisa membantu untuk mengelola cagar alam.

Catatan bagi guru :

  1. Waspadalah pada siswa yang terlalu bersemangat. Tepukan ringan sudah cukup. Bagi yang menepuk.
  2. Selama permainan berlangsung, siswa mungkin akan membuat kesepakatan untuk membuat tanda yang sama. Ini tidak menjadi masalah, tapi jangan menganjurkan siswa melakukan hal ini. Jika mereka membuat tanda makanan., berarti tidak ada air dan naungan pada tahun ini (karena kekeringan, kebakaran, penebangan pohon)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s