Ada Tamu Dari Cina

“Halo my name is Emma, my Chinese name is Xu Huishan!”
“Hall Emma, my name Agung, 24 years old, status single… hahahaha!”

Rebo belajar kali ini mempertemukan kami dengan salah seorang pelajar dari negeri Cina si Tirai Bambu. Kedatangan Emma ke Indonesia adalah berkat kerjasamanya dengan AISEC (nggak tau ini apaan) dalam rangka pertukaran pelajar. Dan di kesempatan yang sangat berharga ini, Emma menyempatkan hadir untuk berbagi cerita kepada kawan-kawan sahabat kota tentang negaranya yang dihuni 1,3 milyar umat manusia.

Beruntunglah ia karena pandai sekali berbahasa Inggris, dan sialnya aku bahasa inggris atau cina sama-sama dongolnya. Meskipun samar-samar pendengaran yang bisa aku tangkap, dari apa yang dia ucapkan setidaknya saya tahu kalau Emma bersekolah di Nanjong University daerah Guangzhou, Guangdong (bener ga yah? Yang pasti bukan najong university). Yang pasti mah jauh dari Cicaheum.

Banyak hal yang ia ceritakan, baik mengenai kultur masyarakat, agama, kehidupan di perkotaan bahkan sistem pemerintahannya yang mengekang kebebasan pers dan jaringan internet. Ternyata, pemerintah cina melarang warganya untuk ber-fb fb-an, twitter-twitteran dan juga youyoutubeban. Meskipun begitu, penggunaan internet di kalangan intern cukup bermanfaat sebagai kontrol pemerintah.

Tapi saya jadi bingung (apa telinga yang salah tangkap). Di satu sisi internet digunakan sebagai kontrol pemerintah, tapi di sisi lain kebebasan pers dikekang. Jadi klo ada yang demo sama pemerintah, pastinya aktivitas demonya nggak pernah muncul ke permukaan. Beda banget sama negara demokratis Indonesia, dimana demo adalah sarapan pagi.

Ketika ditanya tentang CAFTA pun, dia tidak banyak tahu karena itu adalah kebijakan pemerintah. Benar-benar rakyat yang sangat nurut sama pemerintah dan aturan-aturannya. Tak mengapa lah, toh pemerintahan mereka memang sangat kuat, beda banget ama kita yang doyan korupsi.

Emma pun menceritakan tentang karakter orang cina yang pemalu, tidak terlalu aktif berbicara. Wah masa sih? Setahu saya justru orang cina adalah pekerja keras yang gigih dan ulet. Buktinya orang Indonesia keturunan Cina kebanyakan orang-orang yang sukses.

Di sesi bertanya-tanya, kawan-kawan sahabat kota banyak yang ingin mengetahui lebih tentang cina. Ada yang bertanya tentang bambu, transportasi perkotaan, studi di cina, bahkan sejarah Tiga Kerajaan. Tak lupa kami juga ingin mendengar pendapatnya tentang Bandung tercinta.

Sebagai orang Bandung harusnya kita bangga loh, ternyata orang cina saja merasa senang melihat pepohonan di kota Bandung yang masih cukup banyak dan berukuran besar-besar. Namun hal yang cukup membingungkan baginya adalah angkot dan supirnya. Di kasih goceng balik gopek. Selain itu pula dia merasa heran ketika melihat mahasiswa-mahasiswa yang membawa mobil pribadi, satu hal yang tak pernah ia temui di negerinya. Entahlah Em, saya juga heran hehehe….

Wiw, bingung musti nulis apalagi. Sebenarnya banyak hal yang ia ceritakan. Namun, keterbelakangan saya dalam mendengar membuat saya lieur sendiri sambil mengernyitkan dahi. Mudah-mudahan kawan-kawan sahabat kota yang lain lebih mengerti. Hagshagshagshags

Akhir kata Emma bilang
“xi jian”
“dadah” (siganamah salah nulis)

nb: gong xi gong xi emma!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s