Mang Ade Naik Sepeda

Akhirnya saya bisa meracuni mang ade. Ya korban bersepeda yang kedua ini adalah Sohib temen tidur dan nangkring saya selama menjaga kantor KONUS.

Mang Ade yang asli orang Ciwidey ini setiap hari kerja yaitu senin sampai jumat punya pekerjaan tetap sebagai driver pak Made, senior aku. Setiap harinya beliau selalu mengantar anak-anak pak Made yang masih kecil-kecil ke sekolahnya dan juga tempat-tempat lainnya seperti tempat kursus dan mengaji. Tapi terkadang juga ia jadi supir pribadi pak Made bila ingin diantar ke luar kota.

Setiap malamnya, mang Ade dan saya numpang nebeng tidur di kantor KONUS yang kosong. Mungkin karena melihat keseharian saya yang selalu menggunakan sepeda kemana pun aku pergi. Mang Ade tertarik untuk mencoba bersepeda pada saat berangkat kerja dan sepulang kerja.

Sebenarnya cukup aneh juga. Mang Ade mau bersusah-susah menggunakan sepeda berangkat dari Supratman ke Bukit Jarian Ciumbuleuit, padahal dari pak Made nya sendiri dia diberi pinjam sepeda motor selama di Bandung.

Entah karena dia ingin mencoba hidup sehat atau tergoda oleh kenikmatan bersepeda, akhirnya dia memutuskan untuk memperbaiki sepeda kepunyaan pak Made yang tersimpan terbengkalai di gudang dan menggunakannya untuk berangkat pulang kerja.

Dan, pagi ini adalah hari kedua ia berangkat kerja dengan sepeda. Tidak seperti para sahabat bike to work yang berangkat dengan setelan bersepeda yang mumpuni. Mang Ade berangkat dengan sederhana.

Sepatu kulit, celana jeans, kemeja lengan panjang dan air minum. Tidak ada barang-barang lain yang ia bawa. Melihat penampilannya yang seperti itu lalu saya pun memberi saran. Pakai kaos, bawa tas, kemeja simpan di tas.

Saya memberi saran bukan karena sok tahu. Tapi mengingatkan dia bahwa jalur yang akan dia lalui saat berangkat hampir berupa tanjakan semua.

Dan bagaimanapun juga saya yakin ia bakal berkeringat banyak. Sedikit berdebat untuk meyakinkan ia membawa baju ganti. Ia beralasan bahwa nanti juga akan kering terkena angin.

Meskipun pada akhirnya ia mengalah dan menuruti saranku.

Maka berangkatlah ia dengan kantong kecil di punggung berisi baju ganti.

Baiklah, untuk mang Ade. Selamat bergabung, semoga bersepeda dapat menyehatkan dan turut membantu mengurangi polusi kota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s