Bercinta di Malam Minggu Dengan Sepeda

Ayang-ayang ku teruslah berputar.

“Gung k p pri.”
Singkat padat dan jelas. Sms dari temanku si deri yang mengawali malam minggu dengan mengajakku untuk pergi menemui rumah dosen pembimbing.

Dan saya membalas
“Geus peting kieu der! Urang sieun mun sapedahan peting mah…”

Lalu si Deri membalas kembali
“Mun te hayang indit ngomong we. embung jd baturan urang dei! Indit siah mumpung dibaturan!”

Ultimatum yang mengerikan. Daripada lepas tali persahabatan lebih baik lepas tali kolor deh. Sesegera mungkin saya bersiap-siap dan mengeluarkan sepeda. Dalam 30 menit saya harus sudah sampai ke Cipadung (daerah Cibiru) dari Supratman. Suatu hal yang sebenarnya cukup meragukan bagi saya. Bersepeda di malam hari, malam minggu yang ramai, dan jalur padat kendaraan. Belum lagi penglihatanku yang sedikit buruk di malam hari.

Bukan waktunya mengeluh. Pokoknya saya harus bisa sampai Cipadung, bagaimana pun juga.

Sepanjang perjalanan Ahmad Yani, Cicaheum, Ujung Berung bel sepeda dan rem di kedua setang dalam posisi siaga. Tak jarang harus mengerem mendadak karena kendaraan yang padat di beberapa titik keramaian dan tidak mau mengalah memberikan jalan pada sepeda yang hendak menyalip angkot.

Almost hit, almost there!

30 menit lebih kebanyakan. Sampai juga di Cipadung. Peluh keringat membasahi baju hingga jaket sebagai ucapan selamat malam pada bapak dosen yang tak sungkan menerima kehadiran kami.

Pembicaraan kami dengan pak dosen tidak berlangsung lama. Hanya menyerahkan beberapa carik kertas proposal.

Dan sekarang adalah perjalanan pulang kembali ke pusat kota Bandung. Saya tidak mau melewati jalur yang sama seperti keberangkatan. That’s horrible path.

Dalam perjalanan di Soekarno-Hatta, Kang Toro yang menemani kami menawarkan bantuan berupa tumpangan untuk mengefisiensi tenaga. Akhirnya sepeda saya naikkan ke motor. Sepeda naik motor.

Untuk pertama kalinya si Yelli bisa naik motor. Di Metro Bandung kami berpisah. Dan saya melanjutkan perjalanan sendirian.

Waktu menunjukkan pukul 9.00, sebuah sms masuk diterima. Sebuah ajakan untuk hangout di ITB fair. Acara apa pula ini? Ya sudahlah, berhubung sedang dalam perjalanan sekalian saja mampir.

Jembatan Kiaracondong, Terusan Jakarta, Jalan Riau, kemudian Jalan Dago, dan akhirnya Ganesha. Semuanya memeriahkan malam minggu di awal pebruari dengan gempita. Memamerkan dan memajang mesin-mesin yang mereka punya di sepanjang jalan.

Tabuhan drum, petikan gitar dan alunan suara si vokalis meramaikan itb. Sorak sorai penonton menikmati setiap lagu yang dinyanyikan. Meski suara speaker memekakkan telinga pendengar disampingnya. Ah yang penting enjoy.

Tapi tidak untukku. Tak ada kesenangan yang bisa saya temukan di sini. Pulang lebih baik.

Malam minggu bercinta dengan sepeda. Menikmati setiap kayuhan dengan keringat bercucuran.

Akhirnya pulang dan tertidur pulas.

7 comments

  1. Adikumoro Romi · Februari 7, 2010

    seru juga kayanya. dikira bercinta di atas sepeda.

    oiya kang, bahasa sundanya mending di terjemahin jg atuh, hehehe.

    • Ismail Agung · Februari 8, 2010

      Hahaha…
      Nyatanya saya memang bercinta dengan sepeda di atas motor. Bibir saya cium-cium body sepeda, tangan saya gerayangan menahan sepeda. Hahaha.
      Klo di translate jadi begini.
      “Gung ke pak pri”
      “Udah malam Der. Saya takut klo bersepeda malam-malam”
      “Klo emang ga mau bilang aja. Ga mau ditemenin. Buruan berangkat mumpung saya temenin”

      Begitu terjemahannya. Tapi klo asli sunda-nya itu tuh lumayan kasar hehehe

  2. zipoer7 · Februari 9, 2010

    Salam Takzim
    Menyingkap pagi, untuk mencari rezeki, sukses untuk sahabat-sahabat ku yang terkasih
    Salam Takzim Batavusqu

    • ismail agung · Februari 9, 2010

      Selamat siang kang! Semoga rizki senantiasa mengikuti kita dari belakang. Salam lestari

  3. fety · Februari 9, 2010

    owalah jauh banget jalur bersepedanya. Di Bandung pula. Mengerikan!:)

    • Ismail Agung · Februari 9, 2010

      Namanya juga panggilan dosen… Mau tak mau musti datang dan ga bisa nolak… Hehehe

  4. Gadgetboi · Maret 23, 2010

    Lumayan pegel nya kang? gehehe … Yang penting pas selesai bisa tidur pules habis ‘bercinta’ dengan sepeda wekekek …:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s