Demo Ramah Lingkungan


28 Januari 2010, hampir di seluruh negeri ini berbondong-bondong menyuarakan aspirasinya serta mengkritisi para pemimpin kita yang dalam 100 hari pertama ini kinerjanya mengecewakan!
Dari mahasiswa, buruh, korban gempa, hingga pedagang asongan tumpah ruah di Gedung Sate Bandung.
Aksi-nya pun macam-macam, dari teriak-teriak ga jelas, teatrikal, dangdutan sampe mengibar-kibar poster seadanya dilakoni para pendemo dengan penuh semangat dan semangat penuh.

“SBY mundur, Boediono mundur, Sri Mulyani mundur!!!” begitu teriaknya
dan si Agung dengan enaknya duduk mundur ngadem di bawah pohon rindang sambil ngeliatin para pendemo yang dijemur matahari di siang bolong.

Ironisnya, unjuk rasa yang kerap kali berlangsung di negeri ini selalu saja menyisakan sesuatu yang tidak ramah.
Berdasarkan berita yang ditayangkan oleh TVONE mengenai aksi 28 lalu, usai demo berakhir banyak sampah-sampah tak bertuan berserakan di jalan. Selain itu tanaman hias pinggir jalan banyak yang rusak diinjak-injak sehingga tak indah lagi dipandang mata. Dan lebih parahnya (yang sangat saya tidak sukai) adalah saat aksi harus pakai acara bakar-bakaran ban bekas segala.

Entah apa maksud si pendemo membakar ban bekas segala, toh asap yang ditimbulkan justru malah mengganggu dirinya sendiri. Nambah-nambah polusi aja! Dan lagi klo udah main bakar-bakaran stigmanya selalu negatif, menjurus ke anarkisme.

Well, mungkin

sudah saatnya kita mengubah aksi demo yang buntutnya hanya merusak lingkungan dengan demo yang ramah lingkungan.

Kebiasaan membakar ban dan benda-benda lainnya sebaiknya segera ditinggalkan. Bertanggung jawab pada sampah yang dihasilkan. Menjaga dan tidak merusak fasilitas publik yang ada. Dan terakhir berterimakasihlah kepada para pemulung yang dengan senang hati memungut sisa-sisa kemasan air mineral yang tercecer.

Jika saja demo ramah lingkungan ini dapat terlaksana, maka akan banya keuntungan yang akan kita peroleh. Salah satunya adalah tak ada lagi uang pajak yang harus dialokasikan hanya untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan setelahnya.

Mari kita mulai berdemo ramah lingkungan. Berdemo dengan ramah lingkungan sambil mengajak orang-orang untuk bersikap ramah terhadap lingkungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s