Bawa Botol Minum Sendiri

Di awal tahun ini, salah seorang temanku Dimas membuat sebuah komitmen kecil untuk mengurangi sampah yang selalu ia hasilkan. Ga terlalu muluk-muluk dan susah-susah amat komitmennya, dia hanya mau mencoba dan berusaha untuk membawa botol minum sendiri. Begitu katanya.

Sebelumnya dia memang selalu terbiasa untuk membeli air minum dalam kemasan, karena lebih praktis tinggal beli dan ga terlalu merepotkan jika harus dibawa-bawa. Bagi mahasiswa atau anak kostan, mengkonsumsi air minum dalam kemasan mungkin bisa dibilang hal yang lumrah dilakukan. Klo rajin mengumpulkan, mungkin kira-kira jumlah botol plastik bekas yang terkumpul dalam setahun bisa memenuhi seluruh isi kamar kostan berukuran 3×3 m. Untungnya saya belum pernah lihat mahasiswa yang ngiseng banget ngumpulin tuh botol bekas dalam setahun. Pastinya botol-botol itu dibuang. Dan terkadang klo butuh wadah minum, botol-botol plastik bekas itu dipakai lagi alias di refill sampai muncul baret-baret pada permukaan plastiknya.

Menggunakan kembali botol bekas kemasan air minum sebenarnya tidak diperkenankan untuk dilakukan. Karena, kode plastik yang tertera di bagian bawah botol dengan logo segitiga dan angka satu di tengahnya serta bertuliskan PET yang berarti polyethylene terephthalate diperuntukan hanya untuk satu kali pemakaian. Kandungan bahan berbahaya berupa etilen pada plastik akan luruh bila digunakan ulang dan terkena panas, sehingga dapat bermigrasi pada air dan menimbulkan dioksin penyebab kanker.

Terlepas dari propaganda meningkatkan penjualan air minum dalam kemasan dengan penggunaan botol yang hanya boleh satu kali pakai, apa yang dilakukan Dimas untuk mengurangi sampah (terutama plastik) memang perlu dilakukan. Menggantinya dengan botol minum pribadi memang pilihan yang bijak. Selain mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan, tentunya kita akan lebih aman karena kita bisa memilih dan menentukan bahan botol minuman yang aman (plastik atau non-plastik). Selain itu pula kita bisa lebih berhemat, walaupun hanya sekedar duaribu rupiah untuk 600 ml air mineral merk terkenal. Lumayan buat beli gorengan.

Saya sendiri sudah dari dulu pake botol termos stainless steel untuk wadah air, namun gara-gara raib oleh tangan panjang terpaksa kembali ke botol plastik. Ga apa-apa sih, justru sekarang bisa diselipin di sepeda dan bisa dibawa kemana-mana setiap kali bersepeda.

Nah sekarang bagaimana dengan kamu? Kapan mau bawa botol minum sendiri?

7 comments

  1. Benedikt_AW · Januari 29, 2010

    Ide yang menarik, sama halnya dengan di China yang warung-warung makannya tidak menyediakan supit demi melestarikan pohon bambu.

    Mas Ben
    http://bentoelisan.blog.com

    • ismail agung · Januari 29, 2010

      untungnya sebagai warga negara Indonesia, kita lebih cenderung menggunakan tangan…

      mungkin orang cina harus membiasakan untuk mempunyai sumpit mie ayam yang bisa dipakai berulang kali… hehehe

  2. hmcahyo · April 16, 2010

    salam kenal aj🙂

  3. mylitleusagi · Juli 11, 2010

    kalau gak ada botol minum..
    bawa tupperware aja..
    lebih praktis dan anti tumpah.

  4. Tupperware Indonesia Promo · September 22, 2010

    Bener banget, kita harus peduli dari yang kecil2 seperti itu. Bawa minum sendiri dengan tempat yang bisa dipakai berulang kali, simple dan yang paling penting ramah lingkungan bisa pake Tupperware, heheh….
    Nice sharing, semoga temen2 yang laen punya kepedulian yang sama…🙂

    • Ismail Agung · September 22, 2010

      Semoga saja.

      Terima kasih sudah mau mampir dan promosi. Klo mau lebih aman menggunakan plastik, mungkin tupperware bisa jadi pilihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s