7 Prinsip Leave no Trace

Pada dasarnya manusia menyenangi suasana ketenangan yang membuatnya merasa rileks dan damai. Maka oleh karena itu muncul lah sebuah aktivitas yang biasa kita sebut jalan-jalan sebagai sarana untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Baik sekedar menikmati panorama yang indah, udara sejuk hingga pada akhirnya memutuskan untuk berkemah menjadi pilihan para penikmat alam yang mungkin cukup penat dengan suasana kota yang menjemukkan.
Tapi tahukah teman, bahwa aktivitas jalan-jalan ke alam ini seringkali membawa dampak negatif yang justru malah meninggalkan kerusakan-kerusakan kecil dan jika dibiarkan begitu saja akan berakumulasi dan berakibat kerusakan yang mungkin saja malah sangat fatal. Dan itu semua terjadi tanpa kita sadari sama sekali.
Jadi, bagaimana agar aktivitas jalan-jalan di alam tidak menimbulkan atau setidaknya meminimalisir dampak kerusakan yang terjadi?
Alam itu ibarat sebuah rumah. Ketika kita datang berkunjung itu artinya kita sedang bertamu, dan sebagai tamu yang baik sudah sepatutnya kita memiliki etika.
Meskipun alam diciptakan untuk dimanfaatkan oleh umat manusia, tapi bukan berarti manusia berhak untuk mengeksploitasi seenaknya. Ada etika dan aturan yang berlaku, dan itu semua terangkum dalam tujuh prinsip leave no trace.
Leave no trace atau dalam bahasa Indonesia-nya mempunyai arti meninggalkan tanpa bekas/ jejak ini merupakan aturan-aturan yang sebaiknya kita lakukan sebagai penikmat alam yang ramah lingkungan. Mungkin kesannya seperti membatasi ruang gerak untuk menikmati alam, tapi percayalah alam yang layak dinikmati tentunya adalah alam yang lestari.
Apa enaknya coba, menikmati Air Terjun yang dipenuhi oleh sampah. Atau hiking ke gunung tapi pohon-pohonnya penuh dengan bekas cakar golok. Lihat artefak sejarah tapi penuh dengan coretan-coretan jati diri. Come on dud, are you happy do that? Justru yang membatasi kenikmatan itu adalah hal-hal tersebut.
Apalagi bagi mereka yang menamakan dirinya sebagai anak PA alias Pencinta Alam bukan Pecinta Alam hukumnya fardu ain tuh untuk mengamalkan ketujuh prinsip leave no trace.
Apa saja ketujuh prinsip tersebut bisa dilihat di foto berikut ini. Nggak terlalu sulit kan untuk diaplikasikan?

3 comments

  1. Dewani · Januari 20, 2010

    punteun.. ngiring nyampah di komen..
    potonya kurang besar.. bacanya gak enakeun jadinya, kudu mikir.hoohohohoo

    • ismail agung · Januari 20, 2010

      sabar, nanti saya tuliskan lebih lengkap tentang ketujuh prinsip na. kamari mah cangkeul… hahahahaha

  2. ijin share mas agung ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s