Breaking Dawn at Bandung City




Bandung, 08 Januari 2010

Entah dewa insomnia mana yang telah membisikiku sehingga aku terjaga semalaman dengan kebengongan yang entah musti ngapain di dalam kamar yang semakin sepi ditinggal saluran-saluran televisi yang kian lama kian dipenuhi oleh semut-semut hitam berkumpul bergantian dari angka satu ke angka-angka lainnya tiap kali aku menekan tombol-tombol remote.

Di tengah keputusasaan pada 3/4 malam, entah kenapa tiba-tiba dewa sepeda berteriak-teriak dalam keheningan pagi. “Ayo agung kita bersepeda, yok bersepeda, sepedahan yuk!!” begitulah teriakan-teriakan yang senantiasa semakin keras mengajakku. Dan percayalah para dewa sepeda itu telah berhasil memanggil jiwa-jiwa pengayuh yang baru beberapa bulan ini tertanam dalam sanubariku untuk bangun dari rebahanku yang sama sekali tak memejamkan mata seutuhnya.

Segera saja aku berdiri dan mempersiapkan segala sesuatu yang aku perlukan untuk menahan dinginnya pagi di kota Bandung. Celana panjang, jaket, rompi, kupluk, sepatu dan tentu saja hp.

Perjalanan pun dimulai. Berawal dari jalan Supratman suasana jalanan terasa sepi sekali. Seakan mengatakan kamu dan sepedamu lah penguasa jalanan ini dan kamu bebas, sebebas-bebasnya sesuka hatimu tanpa ada seorang pun yang akan melarangmu melakukan segala hal yang melanggar aturan.

Sepi, dingin, rerimbunan pohon dan lampu-lampu temaram mengiringi setiap kayuhan sepeda saat melalui Ciliwung, Cihapit hingga Aceh. Sesekali kendaraan datang menghampiri, lalu menghilang kembali ditelan keheningan.

Ingar-bingar suasana kota mulai terasa memasuki jalanan Braga. Lampu toko, Bar, dan orang-orang yang tengah berbahagia dengan pesta serta kesenangannya mengisi keheningan pagi dengan cara yang mereka sukai. Tak banyak memang ingar-bingar yang dipertunjukkan meskipun begitu sepi yang dipertontonkan tidaklah sesunyi rerimbunan pohon. Hanya sunyi bisu bangunan tua dan seni yang menyertai setiap goresannya.

Beranjak menuju Asia Afrika. Kesibukan pagi mulai terasa di jalan ini. Motor-motor bergemuruh mengejar janjinya. Mengejar lembaran-lembaran kertas yang harus mereka kirimkan di awal mentari bersinar kepada para pelanggannya yang haus akan berita. Kerja keras dan komitmen selalu mengiringi hari-hari mereka yang nyaris tak pernah ada kata libur.

Sepeda kembali dikayuh. Tujuan kali ini adalah sang Pujaan Hati. Tak ada maksud, hanya sekedar memuaskan dahaga hati yang selalu bertanya-tanya. Mungkin aku bisa gila jika tak mengunjunginya, atau aku bertindak gila karena telah mengunjunginya. A secret admirer, yeah thats me. Lelaki bodoh yang menjadi melankolis karena kegundahan hatinya.

Tidak banyak yang aku lakukan, hanya berdiri diam di depan pintu pagarnya dan berharap ia akan keluar dan membukakan pintu, menyuruhku masuk dan duduk di kursi terasnya lalu disuguhi teh manis hangat. Itu semua hanya angan-angan belaka.

Fajar mulai menyingsing pagi. Waktunya kembali pulang. Menutup hasrat yang tersembunyi dalam diri. Memberi sedikit waktu pada tubuh untuk menikmati indahnya tertidur.

_ _

2 comments

  1. Gadis · Maret 14, 2010

    hahahahha bener euy sama!
    asik pisan yah nyepedah nyubuh teh. tapi dinginnya adun kmaren mah.
    haha, kalo gad ketemu bencong yg minta diboncengin, terus cewe2 berpakaian mini nongkrong, anank2 gawul yg baru pulang ngedugem (mobilnya masih dugs dugs tak), terus ketemu preman. hiii..
    btw, itu ka agung motonya pake self timer?

    ka agung, minggu depan sepedahan nyubuhh yuuuu😀

    • Ismail Agung · Maret 14, 2010

      untung aku nggak ketemu bencong…. bisa digoda dan diper—mak menjadi seperti mereka diriku.

      klo yang dungs dungs tak dung dungs tak sih liat… short skirt and long-tong (teu nyambung) hahaha…

      iyep aku foto sendiri pake selftimer hp, dengan memaksa si hp aku jepit di jok sepeda yang punya lubang khusus tea (multifungsi nih lubang, hahahha).

      hayu-hayu ah sabtu depan supedahan subuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s