Kenapa Memilih Kantong Kresek?

Berapa banyak kantong kresek yang kamu hasilkan dalam sehari?

Ayo kita mulai belajar berhitung!

Dalam sehari saya biasa menghasilkan minimal tiga kantong kresek yaitu sewaktu sarapan, makan siang, dan makan malam. Itu baru minimalnya, belum lagi jika saya kepingin jajan semacam gorengan, atau beli camilan di minimarket. Bertambahlah satu kantong kresek lagi. Dan hal tersebut menjadi rutinitas harian yang selalu berulang.

Jika satu bulan dibulatkan 30 hari maka kurang lebih saya akan menghasilkan kantong kresek sebanyak 90 lembar. Dan dalam hitungan setahun 365 hari maka ada 1095 lembar kresek yang telah saya hasilkan.

Bagaimana dengan kamu?

Apakah angka 1095 adalah angka yang cukup besar? Hmm saya yakin itu bukan angka yang besar mengingat murahnya harga kresek dan saya percaya setiap orang pasti akan merasa mampu untuk membeli setidaknya 50 lembar kantong kresek dengan harga Rp. 2000.

Namun perlu kita sadari, harga jual kantong kresek tidak sebanding dengan harga kualitas lingkungan yang ditimbulkan olehnya. Berdasarkan informasi yang saya dapat, sebuah kantong kresek membutuhkan waktu 10-20 tahun agar dapat terurai kembali seutuhnya. Waktu yang cukup lama memang. Dan lagi, penanganan sampah saat dibuang atau dibakar justru melepaskan kembali racun-racun yang digunakan saat pembuatannya.

Lalu kenapa banyak orang yang lebih memilih kantong kresek?

Jujur saja, kresek sangat simpel, mudah, serta murah. Saya kira alasan-alasan tersebut membuat kita sangat ketergantungan sekali dengan kresek. Meskipun begitu, saya sendiri sudah mulai bosan dengan kantong kresek yang semakin menumpuk setiap harinya. Sebenarnya mudah bagi saya untuk membuangnya, namun kresek-kresek itu masih bersih dan mungkin masih bisa digunakan untuk keperluan lain.

Alih-alih hendak digunakan kembali, kenyataannya justru sebaliknya. Kresek itu nggak pernah berkurang, malah semakin bertambah terus-menerus. Saya pun mencoba berkomitmen untuk mengurangi produksi kresek. Caranya, saya mulai membiasakan untuk sering membawa tas kain pada saat belanja baik di warteg maupun minimarket. Selain itu saya menolak dengan “tegas” layanan memberikan kresek secara cuma-cuma oleh si pedagang. Untuk yang satu ini memang diperlukan ketegasan untuk mengatakan

“TIDAK!!”

karena pada umumnya si pedagang tidak mengerti maksud kita dan menganggap bahwa kresek yang diberikannya itu justru malah menolong kita.

Biasanya saya berceloteh kepada pedagang saat menolak kresek yang ditawarkannya dengan alasan

“kresek di rumah sudah kebanyakan bu/ pak!”, atau sambil tersenyum saya akan menunjukkan tas kain yang saya bawa dan langsung memasukkan barang yang saya beli ke dalam tas.

Pada awalnya memang tidak mudah. Selain karena saya tidak terbiasa untuk membawa tas kain saat berbelanja, si pedagang pun terkadang bersikukuh dengan pendapat pribadinya untuk menawarkan kresek dengan alasan

“nanti tasnya kotor/ basah!”, atau

“nanti tercampur dengan yang lainnya!”.

Maka saya pun harus berbesar hati untuk menjawab

“tidak apa-apa”.

Lalu, hal lain yang saya coba lakukan adalah mulai membiasakan diri untuk menggunakan kotak makan (bila membeli makan di warteg). Sedikit memalukan atau kekanakan mungkin bagi orang yang tidak terbiasa. Tapi justru disitulah uniknya.

Karena sering memesan makanan dengan menggunakan kotak makanan, si ibu penjual jadi kenal saya dan terkadang porsi nasi yang diberikannya lebih banyak ketimbang dibungkus kertas nasi biasa.

Mengubah kebiasaan-kebiasaan itu bisa dibilang cukup sulit klo dianggap sulit, cukup mudah klo dibuat gampang.  Tergantung dari kitanya sendiri dalam menyikapi hal-hal tersebut. Tidak ada unsur paksaan selain mencoba untuk mengubah sebuah kebiasaan yang berdampak baik bagi bumi di kemudian hari.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba untuk mengurangi kantong kresek.

Being different isn’t a sin.

4 comments

  1. didut · April 8, 2010

    sebenarnya sih usia tas kresek di tanah lebih parah, 200 – 400 tahun🙂
    kalau kita terus membuang plastik ke tanah well lihat saja tanah anak cucu kita 100-200 tahun ke depan, isinya plastik semua😛

  2. Reta · Agustus 18, 2010

    melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

    sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

    info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org

    yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah!🙂

    Salam,

    Reta Yudistyana
    Greeneration Indonesia


    Greeneration Indonesia
    green attitude green environment
    Kanayakan D 35 . Bandung 40135
    Jawa Barat – Indonesia
    Telp/Fax: +62-22-2500 189
    Email: info@greeneration.org
    Web: http://www.greeneration.org

    • Ismail Agung · Agustus 23, 2010

      terima kasih atas promosinya.
      Sekedar informasi balik, link GI sudah lama saya pajang di sidebar Bagus untuk dikunjungi.

      yuk ah semuanya, mari kita bertingkah laku hijau demi terciptanya kehidupan yang selaras dengan alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s