Malam Kudus tanpa Kesunyian

24 Desember, orang bilang sih ini adalah malam kudus. Malam yang sunyi senyap.

Tapi lain klo menurutku.

Justru tanggal 24 kemarin adalah hari dimana saya mencoba kabur dari kesunyian malam yang terkungkung oleh komputer dan proposal yang belum beres-beres.

Bersama Ichacebong (teman yang ku kenal saat Jambore Petualang Indonesia) dan Alexis (si gadis yang dulunya ada sesuatu dengan adik saya hahaha) kami bertiga menghabiskan hari Kamis yang mendung dengan berjalan-jalan ke Lembang.

Pada awalnya kami berencana untuk pergi ke Ciwidey. Namun entah kenapa kedua gadis itu membatalkan rencana tersebut dan beralih ke Observatorium Boscha Lembang. Tidak apa-apa sih, toh saya sendiri juga belum pernah sama sekali main ke Boscha.

Perjalanan dimulai dari Karang Setra dan langsung menuju Lembang. Turun dari angkutan umum kami lalu melanjutkan perjalan menuju Boscha dengan berjalan kaki. Maklum lah, kami-kami ini sedang jalan-jalan murah meriah. Sesampainya di Boscha si Icha kesenengan bukan main. Heran saya, meskipun ini adalah yang pertamakalinya bagi saya juga main ke Boscha tapi saya tidak seheboh si Icha. Mungkin karena dia orang Jakarta kali ya…

Sayangnya, hari itu Boscha sedang tutup karena mereka memang tidak buka pada hari libur. Alhasil kami hanya bisa berkeliling sekitar kawasan dan berfoto-foto saja walau hujan turun menguyur. Tidak apa-apalah, yang penting saya sudah pernah menginjakkan kaki di Boscha, hehehe. Di Boscha, si Icha sempat menikmati Cilok yang katanya sungguh enak banget.

Beranjak dari Boscha kami pun melanjutkan perjalanan ke arah Pasar Lembang. Tujuan kami berikutnya adalah Es Lilin Es Mambo di jalan Cijeruk. Sumpah saya baru tahu juga ada tempat jualan es di Lembang. Sepotong Es Lilin yang dihargai Rp. 1500 itu ternyata enak pisan. Selain itu juga ada Yoghurt yang harganya Rp. 6000 tidak kalah segarnya dengan Es Lilin. Sebenarnya kepingin banget untuk ngerasain semua jenis Es Lilin yang ada, cuman apa daya dompet tak sampai.

Puas menikmati Es Lilin kami melanjutkan jalan kaki ke Pasar Lembang untuk makan siang. Karena lagi kepengen menikmati mie kocok, maka tepilihlah Warung Bakso Om Gendutz. Mie Kocoknya sih biasa-biasa aja, tidak ada sensasi rasa yang bikin aku terkesima. Mungkin agak keberatan di harganya yang Rp. 15.000. Menurutku sih kemahalan.

Sore sudah menjelang. Saatnya pulang kembali ke Bandung. Sebelum naik angkutan, saya kabita sama yang jualan ketan bakar sambal oncom. Soalnya udah lama banget nggak makan ketan bakar. Terakhir kalinya makan ketan bakar mungkin 8 tahun yang lalu. Harganya yang Rp. 4.000 bolelah untuk dicoba.

Sampai di Bandung kami lalu mampir ke toko perlengkapan outdoor Kawani dan Eiger. Sekedar mengantar si Icha melihat-lihat barang-barang yang mungkin ada yang ingin dibelinya.

Beres dari Eiger kami lalu hunting makanan lagi ke arah Jalan Aceh. Guyuran hujan tidak menghalangi perjalanan kami untuk mencicipi Batagor disana. Batagor dengan harga Rp. 2000 per potong lumayan cukup besar ukurannya. Kami lalu memesan tiga potong saja. Rasanya sih hampir sama kayak si Mie Kocok.

Di seberang tukang Batagor ada penjual jus buah. Ada menu unik yang ditawarkannya, namanya “Soup Salsa” hampir mirip-mirip dengan sup buah gitu deh. Saat Soup Salsa dihidangkan cukup kaget juga, karena porsinya lumayan besar dan potongan buahnya disiram dengan jus jambu. Rasanya, better than Pak Ewok yang giung. Harga Rp. 8.500 saya kira layak untuk Soup ini.

Di warung Batagor ini kami menghabiskan waktu lumayan lama dengan pembicaraan ngalor ngidul tentang sebuah makna cinta. Ah selalu saja, entah kenapa kata itu kadang selalu menjadi topik pembicaraan yang tidak ada habisnya. Topik pembicaraan yang memaksa kita membuka lembaran-lembaran lama. Seakan setiap lembarannya itu adalah sebuah pengalaman yang teramat sangat berharga. Dan akhirnya para pencerita itu menjadi pribadi yang melankolis .

Cerita jalan-jalan ini akhirnya kami tutup dengan perpisahan di depan BIP. Perjalanan singkat yang menyenangkan. Senang berjalan-jalan dengan kalian teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s