Kapan sekolah kami direnovasi?

Kemarin lihat berita di tv tentang salah satu sekolah dasar di Pangalengan sedang direnovasi.

Jadi keingetan lagi sama SDN Cijembar yang terakhir kali saya kesana –sepeda surat– belum juga diperbaiki.

Murid-murid SD Cijembar harus saling berbesar hati membagi ruang kelasnya. Pagi untuk kelas 1, 2, 3, siang untuk kelas 4, 5, 6. Bantuan berupa tenda sebenarnya sudah diterima oleh pihak sekolah dari dinas sosial, hanya saja tenda tersebut tidak berdiri lama karena para murid mulai banyak yang mengeluh setelah muncul gangguan-gangguan ketidaknyamanan saat kegiatan belajar mengajar.

Kurang lebih hampir 4 bulan berlalu sejak gempa jabar terjadi. Tapi menurut saya, 4 bulan itu bukanlah suatu angka yang cukup baik dalam pemulihan infrastruktur penanggulangan gempa. Selama jangka waktu tersebut, belum banyak bangunan-bangunan diperbaiki. Bukan hanya memperbaiki, ternyata sampai saat ini bantuan pemerintah berupa dananya pun masih tersendat-sendat. Sedangkan proposal pengajuan kerusakan bangunan oleh tiap-tiap kepala keluarga sudah lama dilayangkan kepada instansi pemerintah -perangkat desa lalu ke kecamatan-.

Alhasil, tidak mau berharap banyak terhadap bantuan biaya renovasi, sedikit demi sedikit warga mulai menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk membeli beberapa kebutuhan bangunan. Tidak mudah memang untuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka. Apalagi kalau pendapatannya pas-pasan.

Tanggung jawab pemerintah (dalam hal ini penanggulangan bencana) terkesan lamban. Malah katanya, bantuan yang rencananya akan diberikan masih tertahan di pusat dan sedang dalam pembahasan. Entahlah apa maksudnya.

Oke-oke, memang sulit dipahami bagaimana sistem maupun alur birokrasi dari pemerintahan kita. Oleh karena itu mari kita kesampingkan dahulu saja bantuan-bantuan renovasi rumah para warga. Tapi apakah tidak ada perkecualian atau skala prioritas. Ya setidaknya bangunan-bangunan yang punya nilai fungsi penting, khususnya bagi masyarakat lebih diutamakan perenovasiannya, misal sekolah, tempat ibadah, bahkan sumber air serta mck. Menurut saya tempat-tempat tersebut seharusnya mendapat skala prioritas utama dalam renovasi pasca bencana.

Bayangkan saja, murid-murid sekolah harus menghabiskan waktu belajarnya di bawah bangunan yang tidak aman dan tidak nyaman. Sarana dan prasarana air yang tidak memadai menimbulkan sumber-sumber penyakit dmbl -dan masih banyak lagi-.

Dan akhirnya, justru bantuan-bantuan dari pihak swasta lah yang lebih dahulu sampai. Hanya saja bantuan tersebut mungkin tidaklah merata. Hanya menjangkau sebagian dari masyarakat. Terlebih lagi jika punya link atau kenalan dengan para sumber donatur maka tak heran bantuan pihak swasta akan terus berdatangan. Yang ga gaul, gigit jari aja deh.

Jadi pesan saya untuk para instansi pemerintah, anggota DPR, para menteri, Pak Presiden yah pokoknya yang kerja di pemerintahan alias PNS. Anda semua adalah pelayan masyarakat, sudah kewajiban anda untuk melayani kami sebagai masyarakat/ rakyat. Tidaklah pantas jika kami harus menyembah-nyembah kedatangan anda. Anda bukan Tuhan, bukan pula Nabi. Anda sama seperti kami, hanya manusia biasa yang kami beri kesempatan dan kami tunjuk untuk memimpin dan membawa kami ke arah yang lebih baik.

Sesuai dengan janji yang anda obral sewaktu kampanye.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s