Permainan Nelayan Berkelanjutan

Dikutip dari Rabu Belajar Sahabat Kota

Permainan ini merupakan permainan konsep untuk menjelaskan tentang daya dukung alam yang sangat terbatas. Keberadaan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia ditunjukkan dengan sebuah Danau yang digunakan oleh beberapa Desa yang menggantungkan hidupnya dengan bernelayan. Namun jumlah ikan yang tersedia di danau sangatlah terbatas. Oleh karena itu, setiap Desa harus merumuskan strategi untuk mendapatkan ikan yang banyak dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang ditentukan.

Perlengkapan:

  • ikan-ikanan dengan jumlah 50 buah untuk empat kelompok (bisa berupa makanan ringan)
  • kertas kecil untuk menulis permintaan ikan sebanyak 10 buah untuk tiap kelompok
  • perahu kertas untuk mengangkut hasil ikan
  • kertas plano sebagai tabel untuk mencatat jumlah permintaan dan hasil yang didapat tiap desa
nama desa tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 4 tahun 5 6 7 8 9 tahun 10
ikan yang diminta
ikan yang didapat

Aturan main:

  • Danau X memiliki jumlah ikan maksimal sebanyak 50 ekor ikan.
  • Tiap tahunnya, jumlah ikan di dalam Danau X bertambah dua kali lipat dari sisa ikan yang ada, namun batas maksimal tetap 50 ekor.
  • Tugas tiap desa adalah mendapatkan ikan dari Danau X secara berkelanjutan selama 10 tahun.
  • Setiap tahunnya, tiap desa mengajukan jumlah ikan yang ingin diperoleh pada kertas permohonan dan diberikan pada Dewa Danau.
  • Jumlah ikan yang didapat tidak akan selalu sesuai dengan jumlah permohonan yang diajukan, tergantung pada jumlah stok ikan di danau.
  • Permainan berakhir bila stok ikan yang terdapat di danau habis.
  • Pemenang adalah desa dengan jumlah ikan terbanyak selama jangka waktu 10 tahun.

Debrief:

Apakah permainan dapat selesai hingga 10 tahun? Jika tidak kenapa?

Lalu siapakah pemenangnya?

Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah ikan terbanyak dalam jangka waktu 10 tahun. Jika permainan berakhir sebelum 10 tahun maka tak ada satupun pemenang dari permainan ini. Tugas utama dari permainan ini adalah menangkap ikan secara berkelanjutan.

Lalu bagaimana caranya agar setiap desa dapat mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak secara berkelanjutan selama 10 tahun?

Apakah setiap desa sudah saling berkomunikasi. Apakah  setiap desa sudah merumuskan strategi yang sama untuk mendapatkan ikan.

Berapa banyak ikan yang seharusnya diambil tiap desa tiap tahunnya agar menjadi desa nelayan yang berkelanjutan?

Hanya enam. Seandainya saja tiap desa mengambil ikan sebanyak enam ekor maka mereka bisa bertahan selama 10 tahun bahkan lebih. Apakah ada yang berpikir sampai kesana?

Bagaimana dengan kenyataan yang sesungguhnya?

Sumber Daya Alam kita tidak hanya danau dengan ikan saja, hutan dengan kayunya, gunung dengan logamnya,  bahkan lautan dengan minyaknya. Kesemua itu adalah sumber daya alam yang kita punya, ada yang terbarukan bahkan tak terbarukan. Namun nasib semuanya hampir sama, dieksploitasi habis-habisan. Sedangkan daya dukung alam kita memiliki batas yang apabila batas itu dilewati maka dampaknya justru akan dirasakan secara langsung oleh manusia.

Berapa banyak pohon yang ditebang dan mengakibatkan banjir? Berapa banyak hewan yang diburu dan berakhir punah.

Seharusnya, sumber daya alam kita terutama yang terbarukan dikelola secara berkelanjutan agar hasil yang kita peroleh dapat dinikmati secara terus-menerus.  Memang tidak mudah, karena pihak yang terlibat di dalamnya tidak hanya empat desa yang memperebutkan ikan pada satu danau saja. Bisa saja satu kecamatan, satu kota, satu propinsi, satu negara, satu benua, bahkan satu bumi yang dihuni oleh 5 milyar manusia memperebutkan sumber daya alam yang ada.

Maka saling berkomunikasi dan merumuskan strategi bersama serta menghormati dan melaksanakan segala keputusan yang dibuat untuk kepentingan bersama adalah jalan keluar terbaik untuk mempertahankan daya dukung alam lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s