Damri Ku Kejar, Aku Ditinggal

Masih ada, masih ada. Itulah gumamku sebelum melewati Pangdam DU.

Beres rebel kali ini saya musti buru-buru mengejar Bis Damri ke Jatinangor. Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul lima sore lewat beberapa detik. Sedikit cemas juga kalau-kalau tidak ada bis yang tersisa di Pangdam atau sekurang-kurangnya hanya tinggal satu lagi.

Entah harus disebut beruntung atau tidak, masih tersisa satu bis lagi yang sedang tersendat-sendat jalannya dikarenakan kemacetan menjelang senja berakhir (yes). Berhubung saya membawa sepeda, mau nggak mau saya musti adu balap dengan si Bis dan harus lebih dulu sampai di tempat penitipan sepeda untuk menyimpan sepeda lalu mencegat si Bis sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan.

Meskipun saya tidak mau terlalu mensyukuri kemacetan yang terjadi menjelang senja, setidaknya saya cukup terbantu untuk bergerak lebih cepat ketimbang si Bis. Tak lebih dari 15 menit akhirnya sampai juga di tempat penitipan, segera saja saya berbenah mengambil barang-barang yang diperlukan dan bersiap-siap mencegat si Bis di Jalan Ciliwung.

Sesampainya di perempatan Ciliwung ternyata bis-nya udah lewat 20 meter yang lalu. Karena kondisi di jalan W. R. Supratman macet juga saya pikir mungkin saya bisa mengejarnya sambil setengah berlari. Setelah dicoba berlari ternyata cape juga euy. Apalagi di 5 meter tersisa, lampu lalin Katamso menyala hijau. Duh hopeless.

Eh untungnya bis nya berhenti lagi, tapi tetep aja. Jarak tempuh lari saya jadi nambah 20 meter lagi. Ga mau kehilangan kesempatan kedua, di etape yang kedua ini saya benar-benar mengerahkan segala tenaga yang tersisa. 10 meter, delapan, enam, empat, tiga, dua, satu sampai juga di pantat bis.

Monyong, pintu belakang penuh banget ampe nggak bisa naik. Dan lagi bis udah mulai di gas-gas, ayo lari lagi!

Gabruk tuh pintu. Akhirnya bisa juga naik bis DAMRI, walau kebagian nyengir di pinggir pintu. Apes bener atau beruntung banget nih hidup. Apes kebagian nyengir di pintu depan, atau beruntung masih kebagian bis terakhir ke Jatinangor. Yang jelas mah saya pegel dan selangkangan kepanasan karena nempel sama bagian mesin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s