Status Mahasiswa di Ujung Tanduk

Setelah hampir satu semester berlalu. Akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah Jatinangor. Rasanya, seperti asing. Seperti dunia lain yang tak pernah disinggahi sebelumnya. Dan semua tampak berbeda. Jauh berbeda dibandingkan 6 bulan -terakhir kali- yang lalu.

Semuanya berawal dari panggilan akademik. Ya akademik, klo saja bukan karena panggilannya belum tentu saya mau berjauh-jauh ria pergi ke Jatinangor. Terakhir kali saya kesini pun itu juga karena panggilan akademik.
Enam bulan berlalu. Dan itu semua berakhir sia-sia. Hanya sia-sia menurut sudut pandang kampus, sedangkan sudut pandang lainnya itu adalah waktu yang sangat amat berharga. Tidak ada satu kemajuan pun ataupun progress yang telah saya lalui. Semua proses akademik terbengkalai tiada artinya. Semua awal untuk akhir hanyalah sebuah kertas putih polos, tanpa tinta setitik pun.

Semuanya memang tinggal menghitung hari. Jatah waktu yang tersisa untukku memang tidak banyak lagi. Dan itu adalah sebuah pecutan keras karena semua kesempatan itu terbuka lebar. Terbuka selebar-lebarnya.
Kesempatan yang mungkin tidak akan pernah datang dua kali.

Ini adalah waktu untukku berpikir. Berpikir lebih keras. Berusaha lebih giat. Bertindak lebih tepat. Tak ada lagi waktu untuk menyia-nyiakan. Tak ada lagi kemalasan. Tak ada lagi membuang waktu. Semua harus diselesaikan, atau semua berakhir dengan penyesalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s