Sandal Boogie-Ku Sayang, Sandal Boogie-Ku Malang

Tali rafia, penyelamat di saat-saat terakhir si sandal

Ini mah sedikit preview dari saya mengenai sandal gunung yang sudah hampir satu tahun saya pakai.

Ya tepatnya satu tahun saya menggunakan sandal ini untuk segala aktivitas saya yang seabreg-abreg kagak ada habisnya. Dan kini kebersamaan kami akan segera berakhir, setelah kemalangan menimpa si sandal hingga putus sudah kebersamaan kami.

Siapa sangka siapa duga, putusnya tali terjadi di saat-saat yang tak dikira. Putus begitu saja tanpa ada firasat atau tanda-tanda yang bikin hati ini dag-dig-dug.

Mau gimana lagi. Mungkin satu tahun adalah waktu yang lumayan cukup lama untuk sebuah masa pakai sandal. Menurutku sandal gunung merk Boogie ini bisa dibilang lumayan nyaman untuk digunakan.

Kenyaman tersebut ada pada tali bagian belakang yang menyangga tumit agar tidak menggeser keluar. Tali ini tidak menggunakan perepetan seperti sandal gunung pada umumnya. Hanya sebuah tali yang tidak flexible karena tidak bisa mengatur panjang pendeknya. Justru menariknya adalah disitu, meskipun ukurannya tetap tapi dia pas sekali pada ukuran tumit dan tidak ada hambatan bagi tumit untuk keluar masuk sandal.

Tidak setiap waktu kita selalu menggunakan mode on sandal gunung, yaitu dimana tali belakang harus selalu terpasang pada tumit. Terkadang  juga kita terburu-buru sehingga tidak sempat mengaitkan tali belakang pada tumit. Nah kenyamanan lainnya adalah dapat digunakan dengan versi sandal jepit biasa tanpa harus mensetting terlebih dahulu beberapa atributnya termasuk tali belakang.

Karena tali penyangga tumitnya tidak menggunakan perepetan, maka pada saat dipakai tidak akan terlalu menganggu karena tebal tali yang diinjak. Entah ini sepele atau tidak, tapi pada umumnya sandal-sandal gunung yang menggunakan perepetan pada bagian belakang justru sedikit menganggu pada saat saya menggunakannya dengan versi sandal jepit. Alhasil saya tidak akan berlama-lama memakai dengan cara tersebut karena ada sedikit rasa pegal pada telapak kaki.

Meskipun begitu sandal ini ada kurangnya juga, terutama pada bagian sol. Apakah karena saya yang makainya terlalu ekstrim atau perjalanan yang saya tempuh sudah sangat jauh sekali, sol sandal cepat sekali aus dan parahnya lagi belah. Dua-duanya lagi. Untungnya sol yang belah tidak mengakibatkan dia mengangga sepanjang jalan. Kenapa bisa belah ya?

Selamat tinggal kawan, senang telah mengenalmu

Sudahlah, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengucapkan selamat jalan. Terimakasih atas perjalanan, petualangan serta pencarian yang telah kita lalui bersama. Semoga kau menemukan kedamaian di TPA. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s