Science Night Camp, Inisiatif Boleh Tapi Jangan Lupa Instruksinya

Empat hari menjelang acara. Kesibukan semakin menjadi jadi. Dari mulai mempatenkan draft acara yang selalu diubah-ubah oleh pihak sekolah, belanja perlengkapan, hingga tertipu 100.000 demi lima buah pemanggang arang oleh si kakek tua yang rada-rada budeg.

Kesibukan science night camp pun tercampur aduk dengan persiapan pernikahan rekan kami. Sebenarnya tidak banyak dari panitia science night camp yang ikut terlibat dalam acara pernikahan tersebut.  Namun kondisi yang terlihat seakan terpecah menjadi dua bagian yang sama besar untuk sebuah kegiatan pada hari yang tepat bersamaan.

Benang merah semakin berkembang dengan baik. Tinggal persiapan prikintil-prikintilnya saja. Barang-barang yang dibutuhkan untuk Treasure Hunt pun saya cicil sedikit-sedikit hingga akhirnya memenuhi seluruh isi backpack 100 liter.

Inisiatif tinggi dibutuhkan pada saat hari-hari penuh tekanan berlangsung. Tapi sebuah instruksi juga dibutuhkan agar inisiatif tinggi nya tidak melenceng keluar dari jalur yang sudah ditentukan.

Dua hari menjelang acara, briefing terakhir. Draft acara sudah paten, materi Tresure Hunt sudah paten, api unggun sudah paten, hiking sudah paten, acara penutup sudah paten. Hampir 90% keseluruhan acara sudah paten, tapi kok secara pribadi saya belum sepenuhnya yakin dan mengerti benar dengan alur seluruh rangkaian kegiatan. Apa saya nya yang bolot, tidak menyimak, kurang memperhatikan atau saya masih mengkhawatirkan masalah faktor X yang mungkin akan muncul.

Sebuah obrolan kecil sebelumnya sempat saya melontarkan beberapa hal yang mungkin saja terjadi pada saat kegiatan nanti dimulai. Seperti,

“apa yang harus kita lakukan apabila ada orangtua datang menjenguk anaknya?”,

“bagaimana jika nanti hujan turun pada malam hari?”,

“mungkinkah api unggun di pagi buta?”,

semua itu adalah kejadian tak terduga yang mungkin saja dapat mengganggu keberlangsungan acara yang sudah disusun sedemikian rupa.

seorang PJ

Pernyataan Mr Y sedikit menganggu pikiran saya saat saya sedang membahas acara bersama Mr S.

“Kok gue sebagai PJ nggak diajak sih?”

deng deng dong dong.

Duh, sekejap perkataan tersebut langsung masuk ke dalam hati sanubari. Ehm sori, bukan maksud saya untuk mengindahkan posisi anda sebagai PJ. Justru saya sendiri bingung, sebenarnya PJ itu tugasnya ngapain ya? Dan lagi pula kenapa musti ada dua PJ? Siapa pemegang keputusan tertingginya, anda atau beliau? Atau justru saya, yang selama ini justru banyak duduk diam dan mendengarkan konsep benang merah mengalir dan berkembang.

Maaf jika rasa inisiatif saya lebih tinggi ketimbang seorang PJ yang memegang jabatannya dari awal kegiatan. Maaf jika saya harus menyerobot porsi kerja anda yang sedikit terbengkalai hilang arah. Maaf jika pada akhirnya saya justru mengurangi jatah penerimaan yang mungkin seharusnya anda terima lebih besar. Tidak ada maksud-maksud negatif untuk menyingkirkan peranan anda dalam tim ini. Justru anda dan dunia kecil anda lah yang membuat anda terasingkan.

Sekali lagi saya minta maaf atas inisiatif tinggi saya yang kadang menenggelamkan saya dalam keasyikan bekerja.

Sehari sebelum pemberangkatan. Sebuah instruksi kecil terkirim melalui sms di tengah keriweuhan menyiapkan tetek bengek Treasure Hunt. Tidak ada keluhan untuk instruksi kecil ini, karena baik instruksi maupun tetek bengek berada dalam satu berkas yang sama yaitu komputer. Tapi kenapa musti H-1?

Padahal kemarin malam saya tidak keberatan untuk mengerjakannya. Dan pada akhirnya semua dikerjakan dengan rasa terburu-buru dikejar waktu.

last session

Sedikit tersia-siakan. Hasil karya yang saya buat dengan sepenuh hati pada akhirnya tidak terpakai. Tidak terpakai. Teu ka anggo. Unused. Neuf. Sudahlah tak usah disesali, mungkin bukan nasibnya untuk di publish ke khalayak umum.

Saya punya waktu, punya tenaga, punya sumber daya. Dan saya mencoba untuk memaksimalkan ketiga potensi tersebut ke arah yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s