Sembaok satu

Sembaok alias sembilan bahan pokok. Kepanjangan dari akronimnya sih begitu. Namun kenyataannya, barang-barang sembaok yang dibagikan jumlahnya tidaklah sampai sembilan item yang dimaksud. Klo ditanya ke sembilan bahan pokok itu apa aja sih, waduh ga inget cuy! Paling yang sangat utama dan no satu pastinya adalah beras, makanan sejuta umat Indonesia. Karena situasi bencana, maka sembaok no satunya adalah mie instan yang merupakan makanan 500 juta kurang satu umat Indonesia. Ogut jangan dihitung ya, soalnya sedang mencoba berhenti makan mie instan.
Awalnya sembaok-sembaok yang terkumpul di Posko Si Kembar adalah sisa-sisa sembaok yang berasal dari Rupin Gambung. Karena terlalu banyak menumpuk di Rupin dan tidak sempat terdistribusikan serta menghindari kesalahan persepsi dari pihak desa yang sejatinya justru mereka lah yang lebih berhak menimbun sembaok. Maka oleh karena itu sembaok-sembaok tersebut kami angkut saja ke Sukamenak Desa Pangalengan yang lebih membutuhkan.
Lah bukankah bantuan justru banyak mengalir ke Pangalengan? Ya itu lah ironisnya, meski banyak bantuan yang datang akan tetapi pendistribusiannya tidak merata ke setiap Kampung yang ada. Dan lagi kebanyakan bala bantuan yang datang tersentralisasi ke arah Sukamanah yang tersorot cukup parah. Dan lucunya, bantuan sembaok yang di Rupin justru berasal dari Pangalengan yang tidak jadi disalurkan karena sudah kebanyakan bala bantuan.
Meskipun Sukamenak tidak separah Sukamanah, tetapi untuk situasi gempa terberat yang dibayangkan seperti rumah roboh hingga rata dengan tanah di Sukamenak juga ada. Di desa ini memang tidak ada kamp pengungsian khusus sehingga mengesankan bahwa kondisi mereka baik-baik saja. Kenyataannya mereka membuat tenda-tenda darurat dengan bahan seadanya dan lokasinya berdekatan dengan rumah. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan mereka mengawasi sisa-sisa rumah dari para penjarah yang tidak mengenal rasa empati.
Menurut cerita, baru saja H+1 gempa sudah ada tangan jahil yang berusaha mengambil keuntungan dari duka bencana. Untungnya hal tersebut tidak sampai kejadian. Walhasil, tiap kepala keluarga musti giliran ronda malam sebagai antisipasi kejadian tak terduga.
Tak disangka, sembaok yang tadinya hanyalah sisa-sisa dari Rupin kedatangan bantuan tambahan yang jumlahnya tidak seberapa tapi cukup beragam serta tidak ada yang namanya mie instan. Eneg gue ngeliatnya.
Ada 100 Kg gula, 4 karung beras, 2 dus sabun + sampo, dan berbungkus-bungkus roti khusus selai merah. Lumayan lah untuk memenuhi kebutuhan keluarga walaupun hanya untuk beberapa hari saja. Dan hari ini, dengan penuh inisiatif tinggi semua barang bantuan tersebut akan dibungkus-bungkus untuk dibagikan ke empat RT yang sekiranya terjangkau dari basecamp. Jadi mau ga mau hari ini musti menakar beras per satu liter sampai habis semua karungnya. Yup, semoga saja berasnya cukup untuk memenuhi setiap KK yang ada di ke empat RT di sini tanpa ada kecemburuan satu sama lain. Amin

2 comments

  1. Nur hasnah · April 3, 2010

    sebagai volunteer yang tanggap adalah assesmentnya harus jelas dan valid, maka tidak akan ada penumpukan barang di warehouse, penumpukan terjadi dikarenakan todak adanya assesement dari team dan penumpukan itu dikarenaka oknum yang tidak bertanggung jawab, kalu ada yang minta kasi aja itu artinya mereka butuh . kalaupun ada yang mengatakan itu tidak masuk data? nanti kan ada catatannya, itu artinya bisa saja assesment tdk sampai ke sana, berikan saja kasih mereka kepercayaan yang minta, kalau mereka bohong biar mereka tanggung dosa sendiri dari pada menumpuk tidak di mamfaatkan, saya juga volunteer tq

    • ung · April 3, 2010

      thanks atas informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s