Cuci Gudang!!

Day 6.

Hore!!! Untuk program hari ini saya dapat tenaga bantuan sukarelawan. Tanpa diduga kemarin malam mang Taufik datang ke Pangalengan. Klo boleh diceritakan, mang Taufik ini adalah kakak pembina Pramuka yang keganjringan sama fesbuk. Hampir setiap waktu dia up date status. Dan selalu saja ada status baru yang inspirasinya bisa muncul dimana saja. Taufik yang asalnya dari Bogor sebelumnya pernah datang kemari saat menjelang lebaran. Namun untuk kedatangannya kali ini ia menanggalkan atribut Pramuka yang sebelumnya selalu ia kenakan saat makan minum tidur bahkan ee segala. Katanya sih sekarang mah atas nama pribadi aja.

Berhubung tenaga bantuan sudah ada, maka untuk rencana program hari ini adalah menguras seluruh isi gudang yang diperuntukan bagi anak-anak. Ada sekitar 100 set tas anak beserta buku, makanan ringan dan susu yang dikemas dalam wadah plastik kado ulangtahun. Berhubung jumlah anak yang ada disini lebih dari 100 orang, dan lagi tas tersebut rasanya kurang cocok bagi usia sekolah kelas 4 sampai 6. Maka antara tas dan bingkisannya terpaksa saya pisahkan saja.

Jadi untuk adik-adik dari yang belum sekolah, tk, hingga kelas 3 sd akan mendapatkan hadiah berupa tas baru dengan isi dua buah buku, satu buah pensil, satu set alat prakarya (ada yang dapat pensil warna, crayon dan juga jangka), dan satu buah susu bantal. Sedangkan untuk kelas 4, 5, dan 6 hanya mendapatkan bingkisan yang terdiri dari dua buah buku, satu bungkus roma malkist, dua botol susu milkita, dua bungkus snack, dua bungkus momogi, satu bungkus permen, satu bungkus agar-agar, dan satu bungkus beng beng. Cukup lumayan isinya untuk seorang anak yang doyan jajan, malah bisa dibilang cukup wah.

Teknis pembagiannya akan diberikan setelah mereka mengikuti program seperti biasanya. Namun untuk kali ini, program kegiatan akan dibedakan sesuai tingkatan mereka. Kelas 4 sampai 6 akan berpetualang bersama mang Taufik keliling perkebunan teh. Dan program yang akan dilakukan adalah mengoleksi jenis dedaunan yang ditemukan sepanjang jalan. Sedangkan adik-adik kelas satu sampai tiga, termasuk pula yang belum sekolah dan TK berkumpul di tenda. Program yang di tenda adalah membuat kipas se ala kadarnya.

Ternyata jumlah yang di tenda lebih banyak dibandingkan dengan yang berpetualang. Ada sekitar 60 anak lebih yang berkumpul di dalam tenda. Malah, adik-adik yang baru tiba terpaksa duduk di luar karena saking penuhnya.

45 menit kemudian, adik-adik yang berpetualang sudah kembali ke base. Agar tidak terjadi kericuhan pada saat pembagian reward, kedua grup dibariskan terpisah pada dua tempat yang berbeda. Pembagian reward kali ini bisa berjalan dengan tertib dan teratur. Peran orangtua yang mendampingi anaknya terkadang cukup membantu, tapi terkadang juga mereka justru malah membuat situasi menjadi tidak nyaman karena memaksakan anaknya berdesak-desakan. Nah klo udah begini mah si ortunya musti ditindak tegas!! Ga kasian apa sama anaknya?

Alhamdulillah akhirnya beres juga. Barang-barang di gudang sudah dikeluarkan. Tak ada lagi beban amanah dari barang-barang yang dititipkan oleh para donatur untuk mereka yang membutuhkannya.

Hanya tinggal satu lusin kaleng kue yang agak bingung cara membagikannya. Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya agar kaleng-kaleng yang tersisa bisa habis. Kita lihat saja nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s