komodo, warisan dunia lama menuju keajaiban dunia baru

coinPada tahu kan gambar koin yang ada di sebelah ini. Yup ini adalah mata uang pecahan limapuluh rupiah tempoe doeloe yang kini sudah tidak beredar lagi. Nah sekarang perhatikan kembali dengan seksama, gambar apakah yang tertera pada koin tersebut. Tentunya jawabannya adalah komodo. Ya iyalah, kan ada tulisan dibagian bawahnya.

Klo membicarakan tentang koin limapuluhan, kayaknya bakal jadi cerita panjang nih. Jadi lebih baik saya menjelaskan saja tentang si gambar komodo yang saat ini lagi tenar di penjuru dunia.

Komodo dan Taman Nasional Komodo

Komodo yang punya ngaran latin Varanus komodoensis adalah salah satu jenis reptil yang termasuk ke dalam famili Varanidae atau yang lebih dikenal dengan biawak. Satwa satu ini sebenarnya sangat unik dibandingkan dengan keluarga biawak lainnya, yaitu tentu saja karena ukurannya yang lumayan besar sehingga mengingatkan kita pada jaman pra-sejarah yang dihuni oleh hewan-hewan raksasa Dinosaurus.

Status satwa komodo saat ini hampir sama dengan reputasinya yaitu mengerikan. Reputasi mengerikan dikarenakan komodo adalah hewan Karnivora atau pemakan daging. Meskipun komodo kebanyakan memakan daging bangkai, mereka juga bisa berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-ngendap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang super tajam, yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 11 kilometer tergantung arah mata angin. Penciuman super tajamnya itu bukan berasal dari hidungnya, melainkan dari lidahnya yang selalu menjulur keluar untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli.

komodo-trace

Mangsa komodo sangatlah bervariasi, dari avertebrata, burung, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda dan kerbau. Tak jarang pula komodo memangsa komodo lainnya yang berukuran lebih kecil bahkan kadang-kadang komodo memangsa mayat manusia yang digali dari lubang makam yang dangkal. Karena kebiasaan tersebut maka penduduk Pulau Komodo yang biasa menyebutnya dengan nama Ora menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat, serta menutup atasnya dengan batu-batu agar tak digali komodo.

Yang lebih mengerikan lagi adalah, ternyata air liur komodo mengandung bisa yang mematikan. Akibat dari gigitan komodo dapat menyebabkan bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan lokal pembekuan darah, rasa sakit yang mencekam hingga ke siku, dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian. Meskipun jarang terjadi, komodo diketahui menyerang manusia sekurang-kurangnya 8 orang dan seorang wisatawan pernah dimangsa komodo di tahun 1970an.

Ada cerita tersendiri mengenai asal usul komodo menurut penduduk Pulau Komodo sehingga mereka mengangap komodo sebagai nenek moyang gaib dan memperlakukannya dengan hormat.

Pada jaman dahulu kala, seorang putri gaib hidup di Komodo, dan dipanggil sebagai Putri Naga oleh masyarakat setempat. Putri menikah dengan seorang laki-laki bernama Majo dan melahirkan anak kembar: seorang bayi laki-laki dan seekor bayi naga. Anak laki-lakinya diberi nama Si Gerong, dan dibesarkan diantara manusia; sementara naga yang dinamainya Orah, dibesarkan di hutan. Mereka berdua tidak saling tahu satu sama lain.
Beberapa tahun kemudian, Si Gerong yang sedang berburu di hutan, membunuh rusa. Tetapi sewaktu ia hendak mengambil hasil buruannya, datanglah seekor kadal besar dari semak belukar yang berusaha untuk merampas rusa itu. Si Gerong berusaha mengusir hewan itu, tetapi tidak bisa. Hewan itu berdiri di atas bangkai rusa sambil memberi peringatan dengan menyeringai.
Si Gerong mengangkat tombaknya untuk membunuh kadal itu, saat tibatiba muncul wanita cantik bersinar: Putri Naga. Dengan cepat, ia meleraikan mereka, dan memberitahu Si Gerong, “Jangan bunuh hewan ini, dia adalah saudara perempuanmu, Orah. Aku yang melahirkan kalian. Anggaplah dia sesamamu karena kalian bersaudara kembar.”

Sedangkan status mengerikan lainnya dikarenakan Komodo -yang juga dikenal dengan julukan Komodo Dragon- merupakan spesies yang rentan kepunahan, IUCN (organisasi yang bergerak di bidang konservasi alam) mengkategorikan komodo sebagai spesies RENTAN dalam daftar Red List.

Habitat alami dari komodo tersebar pada pulau-pulau yang termasuk ke dalam bagian Taman Nasional yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang dan Pulau Gili Dasami serta bagian barat dari Pulau Flores. Dan yang menyedihkannya, keberadaan komodo di Pulau Padar sudah mulai punah akibat kebakaran alami, berkurangnya mangsa, dan perburuan gelap. Hingga saat ini, jumlah komodo yang hidup di habitat alaminya diperkirakan sekitar 2500 ekor dan dikhawatirkan semakin menyusut akibat kerusakan habitat dan berkurangnya mangsa.

komodonationalpark

Oleh sebab itu, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan Taman Nasional Komodo untuk melestarikan Komodo serta keanekaragaman hayati darat dan laut kawasan ini. Sebagai pengakuan dunia atas kekayaan alam ini, kawasan seluas 1.817 kilometer persegi ini dikukuhkan sebagai Cagar Manusia dan Biosfir serta Situs Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1986.

Keragaman ekosistem Taman Nasional Komodo menjadi suatu objek menarik untuk menjelajahi setiap jengkal bagian yang terdapat di Taman di dalamnya. Karena setiap ekosistem memiliki ciri khas yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk ekosistem daratannya terdiri tiga tipe, yaitu ekosistem savana, yang merupakan perbukitan terbuka dengan rerumputan yang tinggi dan pohon yang menyebar dan jarang. Lebih dari 70% luasan Taman Nasional Komodo adalah savana terbuka. Ada juga ekosistem hutan hujan, ialah hutan tropis kering yang terletak di bawah 500 meter di atas permukaan laut. Sekitar 25% tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Komodo adalah termasuk ke dalam hutan hujan. Dan ekosistem hutan dataran tinggi, hutan tipe ini ditemukan di ketinggian 500 meter atau lebih di atas permukaan laut dan terletak sepanjang pegunungan serta pada puncaknya.

Sedangkan Ekosistem pesisir terdiri dari, ekosistem bakau dimana sebagian besar terbentuk dari pohon bakau di sepanjang garis pantai, baik di daratan maupun di perairan dangkal. Lalu ekosistem padang lamun, yang komponen dasar penyusunnya merupakan padang lamun dan alga, yang ditemukan di daerah yang tenang dan dangkal antara garis pantai pesisir dan terumbu karang. Dan terakhir adalah ekosistem terumbu karang, terumbu karang adalah komunitas dengan keseimbangan yang serasi, yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan hewan laut, baik yang hidup ataupun yang mati.

peta_komodo

Ekowisata Taman Nasional Komodo

Bukan sekedar mimpi jika kamu punya keinginan untuk berkunjung dan melihat komodo secara langsung di Taman Nasional Komodo. Sejak tahun 1984, Taman Nasional Komodo terbuka untuk kegiatan eko-wisata. Diharapkan dari dibukanya kegiatan eko-wisata ini dapat membantu konservasi Taman Nasional, serta memberikan pemahaman kepada para wisatawan mengenai komodo dan dapat turut serta membantu upaya penyelamatannya.

Apa saja yang dapat kita lakukan di Taman Nasional Komodo.

Avonturir

Wisata avonturir atau wisata petualangan adalah salah satu kegiatan wisata yang ditawarkan di Taman Nasional Komodo. Untuk menyaksikan komodo secara langsung, wisatawan harus rela berbasah keringat dengan menjelajahi medan yang cukup terjal. Hal tersebut dikarenakan daerah jelajah komodo umumnya di daerah savana dan hutan hujan. Wisatawan yang beruntung bisa melihat langsung keagresifan komodo pada saat menangkap mangsanya seperti rusa, babi hutan, kerbau dan kuda liar.

Namun terkadang ada beberapa komodo yang terbiasa datang ke penginapan, sehingga bagi wisatawan yang malas berjalan kaki bisa melihatnya. Bila ingin menyaksikan prosesi perkawinan komodo, sebaiknya wisatawan berkunjung pada bulan Juli-Agustus.

burung gosong

Burung Gosong

Tidak hanya Komodo yang merupakan maskot dari Taman Nasional ini, di Pulau Komodo dan Pulau Rinca kehadiran seratus lebih jenis burung menjanjikan atraksi menarik bagi para wisatawan. Apalagi, beberapa jenis burung tersebut merupakan jenis yang sangat langka seperti Philemon buceroides (koak-kaok), Cacatua sulphurea (kakatua jambul kuning) dan burung gosong yang memiliki keunikan membangun sarangnya di tanah dengan menumpuk rating-ranting kering menjadi gundukan tinggi yang sangat mirip dengan sarang biawak komodo. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas birdwatching. Bagi pecinta burung, jalur Poreng di Pulau Komodo merupakan jalur ideal untuk birdwathching.

Selain itu pula terdapat Pulau Kalong yang tidak begitu luas namun menyebarkan nuansa mistik karena dihuni oleh ribuan koloni kelelawar berukuran besar yang pada siang hari tidur bergelantungan di pohon-pohon bakau yang hidup subur di pulau itu. Ketika hari menjelang malam, pemandangan eksotis akan disajikan oleh ribuan kelelawar yang beterbangan melintasi lautan luas mencari makan.

Bahari

Hamparan biru yang mengelilingi pulau-pulau dihiasi oleh seribu jenis ikan beraneka warna dan juga terumbu karang yang masih terjaga keindahannya. Berbagai jenis ikan karang dengan gradasi warna menarik hidup di sini, seperti Chaetodon spp, Amychiprion spp dan jenis langka Chelinus undulatus. Pesona keindahan alam bawah laut itu makin sempurna, mengingat perairan TNK juga merupakan jalur migrasi lima jenis paus, 10 jenis lumba-lumba dan duyung. Terkadang wisatawan dapat melihat atraksi lumba-lumba yang mendekati kapal yang membawa rombongan wisatawan di tengah-tengah perjalanan.

172pulau

Jika anda memang berniat untuk melihat keindahan bawah laut mampir saja ke taman laut Pantai Merah, Pulau Pengah, Pulau Siaba, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Padar Utara, Pulau Tiko Toko, Pulau Mauan, Pulau Indihiang, Loh Gililawa Darat dan Pantai Batu Bolong sebagai lokasi bercengkerama dengan ikan hias dan terumbu karang. Sedikitnya ada 40 lokasi penyelaman di dalam kawasan Taman Nasional dan sekitarnya yang bisa dinikmati.
lokasi selam

Jika anda hendak melakukan diving, sebaiknya grade anda cukup tinggi mengingat arus bawah lautnya sangat cepat yang kadang menyerupai sungai yang sedang mengamuk. Penyebab gerakan air yang cepat di adalah karena Pulau Komodo dan Pulau Rinca membentuk lintasan leher botol antara dua badan air yang besar dan dalam, yaitu Samudera Pasifik di utara dan Samudera Hindia di selatan. Selama perubahan pasang surut, sejumlah besar air harus berpindah dari selatan ke utara saat pasang naik, atau utara ke selatan saat pasang turun. Karena lintasan air utara-selatan yang ada di Kepulauan Sunda Kecil jumlahnya terbatas untuk pertukaran ini, volume air yang sangat besar terpaksa melewati lintasan sempit di Taman Nasional Komodo dengan kecepatan yang sangat tinggi.lokasi-selam

Tertarik untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo? Kenapa tidak. Untuk informasi bagaimana mencapai kesana bisa dilihat di situs indonesia.travel .

komodo copy

Ada satu lagi nih yang harus kita ketahui. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sudah sepatutnya kita bangga terhadap komodo. Tak lain dan tak bukan dikarenakan komodo menjadi satu-satunya wakil negara kita dalam ajang internasional untuk menentukan 7ujuh keajaiban dunia yang baru. Sebuah prestasi yang membanggakan. Maka oleh karena itu, bagi kamu kamu yang baca nih tulisan jangan lupa untuk berkunjung situs new7wonders dan dukung Taman Nasional Komodo agar menjadi salah satu dari 7ujuh keajaiban dunia.

Awas klo sampe lupa!!

nb: sekalian juga mampir ke bubuawards.com karena banyak info-info penting buat kamu.

One comment

  1. Afriedhatul Umam Chaplyn Gaze · Oktober 15, 2011

    Tankz…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s