para Musafir yang gila Tuhan

Ini pertamakalinya aku bertemu dengan orang yang biasa disebut Musafir atau pengelana. Dari penampilannya saja kita bisa memastikan klo mereka adalah musafir. Pakaian serba hitam, tanpa alas kaki, kulit hitam terbakar, rambut kusut kusam dan kucel, serta beberapa aksesoris buatan berupa gelang dan tasbih hasil prakarya sendiri, dan terkadang tongkat kayu yang multifungsi.

Kurang lebih 10 orang aku bertemu dengan para musafir selama keberadaanku di sancang. Setelah banyak bebicara dan bercerita dengan mereka, ternyata mereka sudah hampir menjelajahi seluruh bagian yang ada di Pulau Jawa terutama tempat keramat. Dan mereka melakukannya dengan hanya berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Menyelusuri kembali jejak-jejak yang dulu pernah disinggahi oleh para wali. Hutan, pantai, gunung, gua bahkan makam-makam pun mereka sambangi. Dari Alas Purwo di Jawa Timur, hingga Ujung Kulon di Banten.  Bertahun-tahun mereka melakukan perjalanan ini. Meninggalkan keluarga di kampung, bahkan anak istri.

Lalu apa alasan mereka melakukan ini? Mereka menjawab, mencari Ridho Yang Maha Kuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s