KejuMoo

Dahulu kala ketika negara Indonesia tidaklah serumit saat ini. Menurutku makanan yang teraneh saat itu adalah “keju”. Entah kenapa dulu aku sangat antipati dan merasa enek terhadap makanan tersebut. Aneh memang bagiku, karena rasanya yang asin dan terkadang berbau mentah adalah alasan kenapa aku tidak begitu suka. Kalaupun ada makanan yang berbahan tambahan keju, pastinya keju-keju tersebut akan tersisihkan dan tidak ikut terlahap.

Tapi lain dulu lain sekarang. Pemahaman dan rasa antipati terhadap keju mulai tergeser. Entah kapan aku mulai menyukai makanan tersebut! Yang jelas, pernah aku bermimpi dan tinggal di negeri seberang. Negeri dimana orang-orangnya berhidung mancung dan berambut pirang. Ketika rasa lapar datang, orang-orang hidung mancung tersebut menghidangkan makanan yang sangat lezat. Namun semua makanan tersebut selalu ada kejunya. Dipikir-pikir daripada saya kelaparan lebih baik saya makan saja. Tak peduli rasa aneh dan enek dari keju.

Lalu apa hikmah dari mimpi tersebut. Intinya sih kalo saya nggak bisa makan keju berarti saya nggak akan pernah bisa main ke negerinya si orang mancung dong.

Ah bagaimanapun ternyata anggapan bahwa keju itu aneh tidaklah benar. Tapi bukan berarti keju itu enak. Masih ada beberapa jenis makanan berbahan keju yang menurutku tetap kurang menggugah selera. Semua itu tergantung dimana si keju itu dihidangkan.

Nah klo sekarang sih, makanan berbahan keju sudah bisa aku terima. Semisal roti isi keju, martabak keju, nasi goreng keju, ataupun mie rebus isi keju. Ternyata dengan memakan keju lebih mempercepat rasa kenyang dibandingkan hanya makan nasi saja.

keju-mooKemarin, Bandung dibanjiri oleh keju-keju yang berkumpul di Gasibu. Semua jenis makanan berbahan keju berkumpul tumpah ruah dalam acara Serba Serbu KejuMoo Kraft. Dari jenis makanan interlokal such as burger hingga makanan lokal yang sudah dimodifikasi yaitu bakso dan surabi tersaji disana. Bau keju ngahiliwir disetiap stan (yang lebih dominan sih aroma makanannya),  apalagi waktu sudah menunjukkan jam 12 teng. Saatnya makan siang nih.

Setelah berkeliling mengitari stan-stan yang ada sebanyak 2 kali akhirnya daku memilih untuk beli Cheese Burger (ya iya lah, masa beli batagor wae) di stan Moo. Lumayan antri dan lama. Ditambah kepulan asap dari pemanggangnya yang senantiasa bikin perih mata dan sesak napas.

Ada 30 menit lebih saya menunggu sambil diasapain. Pada akhirnya, kepulan asap tersebut terobati dengan sebungkus Cheese Burger berukuran lumayan besar. Tampak mengenyangkan.

Tidak butuh waktu lama untuk melahap nih burger dan tetesan kejunya yang melumer membasahi dinding roti wuih mantaps. Ditambah dengan daging sapinya yang uhuy duduh. Weleh weleh.

Habis sudah Cheese Burger yang kini hanya menyisakan kertas pembungkusnya saja. Kenyang!!!

Biasanya, di acara-acara yang berisi festival makanan semacam ini selalu menyisakan sampah yang bertumpuk dimana-mana. Para pembeli selalu seenaknya saja membuang atau menyimpan sampahnya disembarang tempat. Untuk kegiatan yang satu ini aku nilai cukup bersih lah. Tidak seperti festival yang selalu diadakan oleh produsen kecap, dimana sampah bertumpuk tak bertuan.

keju-moo2

Pasukan Dzirah Kuning sedang membersihkan sisa sisa sampah

Ini semua tidak lepas dari peranan Pasukan Dzirah Kuning yang selalu siap sedia membersihkan area acara dari sampah-sampah yang berseliweran. Tak segan-segan mereka menyapu dan mengangkut sampah-sampah yang ditinggalkan serta tong-tong yang sudah penuh ke bak sampah. Salut buat Pasukan Dzirah Kuning. Teruskan perjuanganmu!!.

Perut kenyang, dompet tipis, mata ngantuk. Saatnya pulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s