Bird Of Parahyangan season 2, Birdrace paling Gokil…

Bener-bener dah… BOP 2 yang diadakan oleh Bicons dengan lokasi Taman Kota dan Hutan Ranca Upas menurut si aku adalah acara birdrace paling gokil yang pernah aku ikutin.

Yup, acara yang dilaksanakan pada tanggal 7-9 NOvember dalam rangka Hari Cinta Puspa Satwa kemaren menurut konfirmasi diikuti oleh 35 tim. Namun hingga akhirnya sampai pada pembukaan lomba tercatat hanya 31 tim (mun teu salah). Yah mungkin mereka ketinggalan bus atau ada delay si pesawat. Tapi dengan jumlah peserta sebanyak 93 bisa dibilang cukup banyak lah.

Mungkin hal yang asing bagi sebagian orang ketika mendengar lomba pengamatan burung. Kesan ini tampak terlihat ketika mensosialisasikan tentang acara tersebut ke masyarakat yang sedang melihat aktivitas para Birdwatcher (sebutan untuk pengamat burung). Biasanya orang lebih familiar dengan lomba yang namanya lomba kicau burung yang sudah rada jarang terdengar lagi. Tapi toh lomba pengamatan burung bukan lah lomba yang baru kok. Perlombaan ini sudah lama ada. Malah sejak aku masuk bangku kuliah aku sudah mulai ikut sebagai peserta dan junior yang diperlakukan sebagai kuli barang (hahaha).

Sekitar 6 kali aku pernah mengikuti Birdrace, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur dan tidak satupun pernah mengukir prestasi. Maklum saja lah, daku tidak sejago pengamat burung lainnya. Namun setiap lokasi perlombaan selalu memberikan kesan. Seperti terjebak di kereta, tidur ngemper di masjid, diperlakukan seperti hewan ternak, falling in love, kebelet menwa pas pengamatan, komsumsi yang se-uprit dan masih banyak lagi. Tapi yang paling berkesan adalah, kita bisa nambah temen-temen dari luar kota.

Jumat, Pukul 13.00-16.30 WIB, waktunya pengamatan Taman Kota.

Sempet khawatir dengan kondisi kota Bandung yang selalu diguyur hujan karena dapat menghambat aktivitas pengamatan, serta memperkecil peluang perjumpaan dengan burung. Kekhawatiran tersebut akhirnya terjadi juga, hujan mengoyang Bandung ketika pengamatan Taman Kota berjalan.

Sebagian peserta ada yang mulai BT. Hujan yang melanda tak sempat menyelamatkan tas dan isinya. Dengan muka masamnya ia merasakan ketidakpuasan atas pelayanan kami yang tak sempat untuk menyelamatkan celana dalam yang tertimbun di dasar tasnya. Maafkan kami my fren, bukan maksud kami untuk lalai tapi karena hujan tak bertegur sapa. Semoga Tuhan memberkati para Birdwatcher dan isi daleman yang mereka timbun… Amiin.

Jumat, Pukul 17.00 lewat-sleep, Menuju Ciwidey.

Udara dingin Ciwidey mulai terasa. Sebagian peserta yang kebanyakan berasal dari daerah yang lumayan hot (Jakarta, Surabaya, etc) harus bersabar diri dan bersyukur kali yah karena bisa menikmati dingin yang menusuk tulang (lebay).

Tiba di Ranca Upas, peserta banyak yang mendirikan tenda padahal sudah disediakan tenda pleton (lebih warming kali yak). Beruntunglah, cuaca malam itu cerah disinari bulan purnama. Acara malam itu bisa dikatakan malam yang paling hangat malah bisa dikatakan panas. Bukan karena kita sedang membakar api Unggun, but it cause everybody show up sisi gilanya mereka.

Dipandu oleh MC kondang dari HIMBIO yaitu neng Dewi Bulet (bukan Dewi Bulan), malam itu tak ada habisnya kami tertawa, melihat polah tingkah peserta dan kekonyolan-kekonyolan yang terjadi. Perkenalan dari setiap peserta mengundang gelak tawa yang menggugah umat manusia yang tengah berkumpul di Ranca Upas untuk tidak kuasa melebarkan mulutnya dan mengelengkan kepalanya. Benar-benar GILA! Bablas sudah waktu dari acara yang seharusnya. Acara Gila-Gilaan ini akhirnya terpaksa kami tutup dengan persiapan esok hari dan tidur malam. Selamat tidur semua….

Sabtu, Pukul 05.00-16.00 WIB, waktunya menjelajah dan berburu data.

Pagi cerah. Waktu yang baik untuk memulai pengamatan. Cuaca untuk sabtu pagi ini benar-benar bersahabat. Sepertinya Tuhan telah memberikan restu pada para Birdwatcher untuk memulai petualangan tanpa harus khawatir akan turun hujan. Sepanjang hari, cuaca cerah senantiasa menaungi kami semua untuk berlomba.

Namun keindahan dan restu Tuhan kepada alamnya tidaklah sama dengan apa yang para calon tentara berikan. Desingan peluru dan suara dentuman mengiringi hari yang cerah menjadi tidak ramah. Huh, kenapa hari yang indah ini harus terusik. Dentuman senjata seakan mengalahkan gelegar petir yang membelah langit. Burung-burung terusir menjauhi suara-suara bising yang mengancam mereka.

Ternyata, bukan hanya burung-burung saja yang merasa terusir. Peserta pun banyak yang terusir dari kawasan pengamatan yang sudah ditentukan, istilah lainnya NYASAR hahahaha…. Yang nyasar bukan hanya 1 atau 2 kelompok saja, tapi lebih dari jumlah jari yang ada di tangan (wakwaw). Dasar! Kenapa ini bisa terjadi? Ternyata eh ternyata hal ini dikarenakan…. (ada deh). Secara keseluruhan, kegiatan pengamatan di Ranca Upas dapat berjalan dengan lancar aman selamat roh jenawi. Thank You Mas, Akang, Bapak Prajurit TNI yang telah mengiringi dengan soundtrack EDAN+CADAS dan menunjukkan jalan pada teman-teman Birdwatcher.

Sabtu, Pukul 17.00- sleep WIB, go to Bandung and Night Sensation.

Akhirnya kembali ke Bandung. Suasana kota yang Gaul dan Modern. Apalagi sekarang adalah malam minggu (yuhuuu). Setelah lelah dengan aktivitas mengintip melalui teropong, kini saatnya peserta mengintip aktivitas mojang bujang Bandung di Malam minggu secara live on the spot. Penginapan yang berlokasi di GGM (Gedung Gelora Muda, Gelanggang Gelora Muda, Gedung Gaul Muda, Gadis Gadis Muda… waduh poho euy) sebelah BIP tentunya penuh dengan anak Muda yang lagi meujeuhna (artinya Yahud). Sebelumnya peserta harus mandi dulu donk, masa malam mingguan bau Asin sepat yuuuu.

Semua peserta nantinya akan diajak berjalan-jalan ke Braga, sebuah jalan yang merupakan ikon Kota Bandung dimana banyak orang baraga-baraga (bergaya) dan arsitektur khas tempo doeloe. Tapi entah kenapa kelompok yang aku dampingi malah bertolak belakang dari Braga dan menuju ke Dago. Ini gara-gara si Ayu yang mengompori rekan-rekan untuk main kesana. Yah, bagusnya sih emang ke Dago, anak muda banget gitu loh. Lagi pula kita bisa nongkrong disana sekedar memandangi mojang Bandung yang hilir mudik serta hidangan Roti Bakar dan minuman hangat.

Setelah menyusuri jalan Dago yang ramai oleh kawula muda yang Gaul gettoo.. kami akhirnya mampir di salah satu warung tenda Roti Bakar Madtari yang terkenal dan memesan menu yang ada. Namun sayang, malam itu kami tidak kebagian pertunjukkan puisi yang selalu tampil disana.

Suasana santai kami sedikit terganggu karena setelah kami puas menikmati hidangan Roti Bakar, minuman yang kami pesan tak kunjung tiba. Sial!!! Selidik punya selidik ternyata bon pesanan kami atas nama BICONS (dibacanya pake Ce bukan Ka dan dengan ikhfa [mendengung]) entah nyungsep kemana. Mungkin masuk kolor si waiter! Lelah menanti yang tak pasti kami memutuskan go home and go bed.

Minggu, Pukul 01.00 dini hari… Saatnya tidur saudara-saudara!!

Minggu, Pukul 06.00-till off. Beralih fungsi jadi KULI.

Pagi ini tugas ku tak lagi menemani para Birdwatcher melakukan Birding morning. Kini saatnya beralih profesi menjadi kuli barang (Berubah…) membawakan barang-barang dan atribut peserta yang bujubuneng berat-berat ke Gedung Sate, serta membereskan barang-barang logistik yang ampun banget deh amit-amit!

Siang harinya adalah saat yang dinanti-nanti peserta. Pengumuman juara serta penghargaan kepada peserta ter…! Siapakah yang jadi juara? Maaf saya lupa hahaha… Pokoknya saya ucapkan kepada anda. Empat jempol saya acungkan buat anda, para juara emang manusia burung sejati. Salut buat kamu semua. Congratulation.

Akhir kata Birds Of Parahyangan season 2 telah berakhir. Semoga petualangan dan cerita ini menjadi kenangan untuk kita semua. Baiklah semua peserta BOP, sampai jumpa di Birdrace lainnya dan BOP season 3, amin.

Bye bye.

6 comments

  1. kav · November 14, 2008

    iyak, benar. aku dari SBC tu,
    hmm… belum ada ide buat nulis yang di bandung, lagi mo posting yang dulu2 dulu aja dulu, he…
    maklum lah, agak lola ni, he.. lg

    mungkin bisa bantu kasih ide, ngobrolin tentang apa ya? bis hal yang paling berkesan wktu BOP kmrn, dimana-mana sering ada yang ketawa sendiri kalau nglihat atau ketemu aku, hmmm… aneh,

    yah, kemaren dah nyicil nulis2 dikit, tapi ya tentang burung’nya, jadi butuh waktu mikir lagi buat finishing touch’nya,🙂

  2. kav · November 15, 2008

    hmm…okay, tak coba posting 1 dulu, tp untuk yang satu ini minta koreksinya yak
    kalau perlu sekalian aja saran dan kritiknya, okay?
    o ya, heula tu artinya apa ya? he..
    thanks b4🙂

  3. kav · November 15, 2008

    o ya lagi, saya kirim text ke email’nya kang agung, mohon bantuanya ya..
    trimakasih

  4. agungsmile · November 16, 2008

    T2 (oke) Kav!!

    Heula adalah penggalan dari kata Baheula yang artinya menunjukkan keterangan waktu yaitu Dahulu.
    Klo Heula aja artinya dulu.

    Sekian pelajaran Bahasa Sunda dari Ki Agung…
    Permios amigos

  5. kav · November 21, 2008

    gimana kang,? dah ada cerita baru, he…

  6. agungsmile · November 22, 2008

    cerita baru sih ada, cuman belum sempet nulis. lagi sibuk bikin film… hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s