Jalan-jalan ke Sancang

Sancang atau biasa disebut Leuweung Sancang, terletak di Kabupaten Garut Selatan. Dari Bandung bisa dibilang jaraknya jauuuuuuh sekali. Kira-kira butuh waktu sekitar 7 jam untuk sampai ke Cagar Alam ini. Untuk transportasinya, dari Bandung bisa ditempuh dengan menggunakan bus ¾ dengan jurusan Bandung-Pameungpeuk, lalu diteruskan dengan menggunakan elf ke Sancang.

Hanya ada 2 waktu pemberangkatan, yaitu subuh sekitar jam 3-5 dan jam 1 siang. Kalau berminat untuk mencoba ke sana, saya sarankan berangkat pagi. Karena kalau berangkat siang, bus baru tiba di terminal Pameungpeuk pada jam 6 sore dan elf menuju sancang sudah tidak ada. Tapi jangan khawatir bila anda kemalaman, di dekat terminal ada penginapan gratis dan terbuka 24 jam, cukup lapor numpang tidur maka satu kamar dengan teralis besi siap untuk diinapi.

Kondisi Sancang kini tak se-seram seperti cerita-cerita lama. Pembalakan hutan terjadi secara besar-besaran di hutan Sancang pada tahun 1997-2002, maka tak heran bila Samudra Hindia terlihat jelas di pintu masuk Cagar Alam. Pohon-pohonnya pun dapat dengan mudah kita hitung, karena antara satu pohon dengan pohon lainnya jaraknya berjauhan. Ditambah dengan sinar matahari langsung, maka makin klop lah suasana dan udara panasnya yang bikin gerah.

dephut)

Banteng Jawa yang entah kemana. (sumber foto: dephut)

Sebagian hutan yang terselamatkan menyisakan kenangan lama bagi Sancang. Namun itu juga tidak semuanya. Satwa liar seperti Banteng Jawa ( Bos javanicus ) kini sudah mulai dipertanyakan keberadaanya -kata seorang kakek tua, banteng-banteng itu pergi menyeberang ke samudera hindia menuju Australia-. Merak ( Pavo muticus ), walaupun masih ada tapi cukup sulit untuk menemukannya. Beberapa primata yang mulai mendekati ancaman karena degradasi habitat. Dan potensi flora yang terkenal antara lain Bunga Raflesia (Raflesia patma), Meranti (Dipterocarpaceae), Kaboa (Aegiceras corniculatum).

Kerusakan hutan Sancang seharusnya menjadi suatu pelajaran berharga, bahwa hutan yang hilang tidak bisa dihitung dengan materi yang sifatnya hanya sesaat. Masih banyak hutan-hutan Jawa Barat yang kondisinya seperti/ hampir seperti Hutan Sancang. Oleh karena itu perlu adanya sikap kepedulian untuk menjaga, melestarikan dan mencegahnya dari segala kerusakan sebelum rasa sesal itu tiba.

A027

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s