Makna di balik sebuah kotoran….

Sebongkah feses surili ternyata memiliki peranan penting yang mungkin nilainya tiada terkira. Coba simak gambar berikut baik-baik.

Ternyata, begitu berartikah surili dan kotorannya. Mungkin kita tidak sadar bahwa sesuatu yang kita anggap tidak ada nilainya justru terkandung harta yang telah memberikan udara yang sejuk dan sumber air yang merupakan kebutuhan utama kita dan tidak dapat tergantikan.

Kita ambil contoh satu ekor surili melakukan aktivitas buang air besar sehari 3 kali. Setiap kotorannya terkandung satu biji pohon didalamnya. Maka dalam seminggu ada 21 biji benih yang sudah disebar. Klo sebulan berarti 90 benih. Dan dalam 1 tahun maka ada sekitar 1095 (tahun kabisat). Lumayan banyak kan. Itu baru satu ekor. Belum termasuk surili-surili lainnya. Apalagi bila dalam satu hari dia bisa sampai 5 kali BAB. Walaupun tidak mengandung biji, tetap saja kotorannya sangat berguna bagi komunitas tumbuhan lainnya.

Tidak hanya surili, hewan lainnya pun seperti Musang (Paradoxurus hemaphroditus) sangat berperan dalam penyebaran biji pohon Kawung. Kawung/ aren yang dimanfaatkan untuk pembuatan gula merah/ gula kawung ini sangat sulit untuk dibudidayakan dan membutuhkan musang untuk membantu proses pembenihan melalui pencernaannya. Lalu, apa yang terjadi pada musang? Sumbangsih mereka tidaklah setimpal dengan perbuatan kita terhadap mereka. Hutan-hutan dirusak, pohon ditebang, dan penghuni liarnya diburu.

Ketergantungan antara hutan dan satwa liar amatlah saling membutuhkan. Gangguan pada salah satu bagian akan menandakan suatu kondisi yang tidak sehat. Jika terjadi secara terus menerus maka akan berakibat rusaknya sistem yang kita kenal dengan jaring-jaring makanan.

Konsep jaring-jaring makanan sudah kita kenal sedari SD. Hilang atau berkurangnya salah satu komponen akan berimbas pada komponen lainnya dan mengakibatkan ketidakstabilan. Dan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, sangat sangat membutuhkan keberadaan unsur-unsur hayati dan non-hayati baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Maka pernyataan ini adalah benar adanya bahwa, ”Tidak ada satupun kebutuhan manusia yang tidak bersumber dari alam”. Bermacam bentuk, bermacam rupa, bermacam fungsi semuanya dari alam. Dan pada akhirnya mengapa kita bisa melupakannya?

A027

One comment

  1. bandatanang · November 5, 2008

    Nice article

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s