hore

15 Mei 2012

Manchester City Juara!!!
HORE

-ung the citizen-

basic training for wildlife photography 4

Baru inget, ternyata dulu saya pernah jadi bagian dari perhelatan belajar memotret satwa di alam.

Pada kegiatan ini kami mengundang Bang Caca (Riza Malon) yang sudah kesohor sebagai fotografer satwa liar untuk menjadi pemateri inti.

Waktu itu saya ambil bagian sebagai panitia acara. Meski begitu, ilmunya lumayan dapat lah sedikit-sedikit mah. Walaupun saat itu belum punya kamera sendiri. Untuk hasil jepretan saya pribadi, saat ini bisa dilihat di blog satu ini. Owa Jawa.

Nggak bagus-bagus amat. Tapi lumayan aja :p

Oh ya, apa kabar peserta BTfWP 2007?

basic training for wildlife photography 6 basic training for wildlife photography 8basic training for wildlife photography 2
©BTfWP 2007

Galunggung 2006

5 Mei 2012

keliling priangan timur

Saya lupa tentang runutan kejadiannya. Yang jelas waktu itu saya dan beberapa kawan yang berasal dari Bandung, Tasikmalaya dan Brebes keliling-keliling Priangan Timur dengan modal satu buah mobil sejenis Apanja dan beberapa majalah.

Waktu itu mungkin ada sepuluh orang yang harus berdesak-desakan di mobil Apanja. Padahal kapasitas muat mobil, seoke-okenya adalah 8 orang. Belum lagi beberapa perlengkapan macam tenda, kompor dan prikintilan pribadi lainnya.

Meskipun cukup tersiksa selama perjalanan, tapi setidaknya kami bisa mengunjungi beberapa tempat wisata sekitaran Priangan Timur dengan biaya murah bahkan diantaranya gratis tiket masuk.

Mulai dari Pantai Cipatujah, Situ Panjalu, Galunggung, sampai Cipanas Garut. Kami jabani rame-rame. Nggak perlu sewa kamar pesan makanan, cukup mendirikan tenda di pinggir pantai dan masak-masak sekadar alanya.

Ditambah lagi dengan beberapa majalah yang kami punya dan kartu identitas jurnalis serta sedikit berbasa-baso mengenai liputan wisata, kami diijinkan masuk gratis tis tis tis.

Waktu berjalan. Kegiatan macam ini bakal susah untuk terulang lagi bagi kami. Masing-masing mulai sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang tetep jadi jurnalis, ada yang ngajar jadi guru, ada yang ibu rumah tangga, ada yang aktivis satwa, ada yang pemburu foto, ada yang ngecek rel kereta, dan ada pula yang ngejar monyet setiap hari.

Untuk semua yang ada di foto dan yang ngejepret foto. Sukses dan selamat menikmati aktivitas masing-masing :D

Kabar dari Sancang

4 Mei 2012

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat kabar dari kawan-kawan di Sancang (Garut Selatan) tentang Owa yang dulu pernah kami ikuti untuk diteliti. Kabar baik tersebut datang dari grup B yang terdiri dari Tono dan Tini.

Setelah satu tahun berlalu, Tini akhirnya memiliki anak lagi. Seekor bayi owa yang sedang masa lucu-lucunya. Kawan-kawan di Sancang memberinya nama “Awing”, yang punya arti ngagawing alias menempel di perut induknya. Seperti foto di bawah ini.

Kelahiran Awing untuk Tini memang bukanlah yang pertama. Berdasarkan catatan pengamatan yang sudah-sudah, diperkirakan bahwa bayi yang sekarang adalah anak kedua yang Tini lahirkan selama rentang masa hidupnya.

Lalu bagaimana dengan anak pertama Tini?

Dulu (sebelum November 2010), Tini dan Tono pernah memiliki anak. Kami memberinya nama Udin. Sayangnya, sebelum Udin menginjak masa remaja, dia tiba-tiba raib entah kemana. Berbagai spekulasi pun muncul mengenai hilangnya Udin. Dari semua spekulasi itu, kami menyimpulkan bahwa Udin hilang dimangsa oleh predator.

Klik di sini untuk membaca kisah Udin.

Berita Awing seakan menjadi penutup luka tentang Udin. Namun, lebih dari sekedar cerita Udin, kehadiran Awing justru memberi harapan baru bagi kami. Harapan akan kelestarian Owa Jawa yang ada di Sancang.

Harapan bahwa Awing bisa meneruskan generasi Owa Jawa Sancang hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Semoga.

-untuk Awing dan Udin-

Terima kasih kepada Muhammad Taufik atas fotonya :)

Tiba-Tiba Merenung

1 Mei 2012

Akhir-akhir ini suka merenung. Kadang merenung di kamar, kadang di pantai, kadang di hutan, lebih sering di kamar mandi. Banyak pikiran. Ah nggak juga. Cuma selintas memikirkan sesuatu.

Kadang kepikiran abah, ibu, teteh, kabogoh, babaturan, popotongan, persib bandung, manchester city, isi dompet, menikah, bisnis, masa lalu, masa depan, sampai mikirin monyet yang sedang birahi (estrus) di depan mata. Hal-hal kayak gitu kadang silih berganti masuk ke dalam otak, memberikan stimulan-stimulan yang ujung-ujungnya malah melamun.

Lamunannya juga aneh-aneh. Jadi superhero macam sepiderman, jadi bocah supergenius umur 25 udah punya gelar doktor dua bidang, jadi pemain bola luar biasa bertalenta, jadi transgender, jadi seniman, jadi promotor, jadi-jadian pada akhirnya.

Tuh kan, mulai aneh.

Kayaknya saya harus berhenti makan telur.

Yaki goes to Trans TV

26 April 2012

trans tv interview (2)

Liputan Yaki (Macaca nigra) untuk sebuah program acara televisi memang bukan yang pertama kalinya. Sudah banyak stasiun televisi yang menyiarkan Yaki dan wisata alam Tangkoko. Mulai dari BBC, Trans7, Kompas TV, dan saya tidak tahu lagi.

Satu minggu yang lalu beberapa kawan dari program acara Jelajah di Trans TV melakukan liputan mengenai Yaki. Menurut kru, konsep yang mereka buat tidak seperti acara jalan-jalan seperti yang sudah-sudah oleh stasiun TV lain. Katanya sih mereka ingin menampilkan Yaki berdasarkan sisi penelitian yang sudah banyak dilakukan hingga saat ini. Semacam factlist gitu deh.

trans tv interview (1)Oleh karena itu, selama satu minggu kru mengikuti aktivitas Yaki seharian. Mulai dari bangun, hingga tidur. Selain dari itu, mereka juga merekam perilaku-perilaku khas Yaki, seperti mencari makan/feeding, menelisik/grooming, kawin/mating, menguap/yawning (menunjukkan gigi taring), bermain, hingga panggilan keras/loud call oleh jantan.

Pada hari terakhir kru mencoba mewawancarai salah seorang peneliti Yaki yang saat ini sedang melakukan penelitian. Bukan saya. Tapi bos saya, Pascal Marty. Pada sesi wawancara tersebut, ada beberapa pertanyaan yang tentu saja berkaitan dengan Yaki.

Kata bos saya, beberapa dari pertanyaan tersebut ada yang mudah untuk dijelaskan tapi ada juga yang cukup membingungkan untuk dijelaskan. Misal,

“How close are  Yaki to Humans?”

Apakah dekat secara kekerabatan, atau dekat secara skala jarak centimeter. Meskipun ada jawabannya, dia bingung menjelaskannya. Hehehe.

Pengen tahu jawaban dari pertanyaan di atas, atau pengen lihat Yaki itu seperti apa perilakunya. Bisa kawan-kawan saksikan liputannya di Trans TV pada program Jelajah pada tanggal 6 Mei pukul 9.00 pagi WIB (kalau nggak salah dan sewaktu-waktu jam tayang bisa berubah).

Selamat menonton Yaki :)

tangkoko conservation education

Di suatu pagi yang cerah, saya berkesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman seputar Yaki atau Macaca nigra kepada adik-adik yang masih di bangku sekolah dasar.

Kegiatan kunjungan sekolah ini merupakan bagian dari program edukasi yang diinisiasi oleh Mathilde Chanvin dalam proyek Tangkoko Conservation Education. Ada beberapa SD dan SMP di sekitar hutan Tangkoko yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Program pendidikan konservasi ini ada yang berupa materi di dalam kelas, kunjungan ke pusat rehabilitasi satwa, hingga berjumpa langsung dengan satwa dan habitat alaminya.

Adik-adik yang notabene adalah masyarakat sekitar hutan Tangkoko tentunya tidak merasa asing untuk mengenali satwa-satwa hutan. Namun pengetahuan mereka masih terbatas pada pemahaman bahwa satwa yang mereka jumpai biasanya diburu dan dijadikan santapan.

Melalui program edukasi konservasi, adik-adik ini diajak untuk mengenal lebih dekat terutama Yaki. Mereka belajar, apa itu Yaki, seperti apa kebiasaan Yaki, bagaimana Yaki hidup, dimana Yaki tinggal, dan kenapa Yaki itu penting.

Mengingat akan pentingnya satwa dalam hutan Tangkoko, maka tentu saja bahwa pemahaman tentang berburu harus diubah dengan pemahaman mencintai, dan menjaga harta karun mereka yang sangat bernilai. Selain itu pula, pemahamam baru mereka bisa ditularkan langsung kepada orangtua atau masyarakat sekitarnya yang masih menjadikan berburu sebagai aktivitasnya.

Bagaimana dengan kamu? Apakah ada satwa liar di sekitar tempat tinggalmu?

menyambut matahari

13 April 2012

tangkoko pagi 1 tangkoko pagi 2 tangkoko pagi 3
sengaja disambut, soalnya bulan-bulan kemarin matahari terbitnya agak ke lintang selatan. jadi nggak bisa lihat matahari nyembul dari cakrawala.
saking euforianya, kehadiran matahari disambut sama tarian katak terbang ogah kena air. hehehe.

note: semua gambar dijepret oleh Irawan Halir.

tangkoko pagi 5 tangkoko pagi 6

Saya mau nyombong sesuatu di bulan maret kemarin. Tapi sekarang sudah april. Daripada nggak nyombong samasekali, dan selagi masih sempet, jadi ya saya mau nyombong ah.

Yang mau saya sombongin adalah ini,

NGI_yaki yaki-adultmaleTilman aka Jati, Cover Model Yaki 2012.
-kiri, foto hasil jepretan fotografer NGI
-kanan, foto hasil jepretan saya

Nggak jauh dari monyet.

Di bulan maret kemarin, Yaki alias Macaca nigra terpilih menjadi cover story untuk majalah National Geographic Indonesia. Pada edisi tersebut, semua kisah Yaki yang ada di hutan Tangkoko serta Yaki secara umum dibahas detil. Tentunya secara jurnalistik ala National Geographic.

Kalau mau tahu lebih banyak tentang Yaki, monggo dibeli majalahnya. Mudah-mudahan masih tersedia di toko buku-toko buku terkemuka di kota anda. Kalau penasaran baca artikelnya, heum mungkin bisa di-googling untuk situs NG Indonesia. Kayaknya sih ada artikelnya (maaf ngga bisa ngasih link, susah akses internet).

Masuk ke tahap sombong.

Yang mau saya sombongin adalah, di artikel tentang Yaki ada satu dua paragraf yang menceritakan saya. Lebih tepatnya “ADA NAMA SAYA DI SANA”. Tidak terlalu detail tentang siapa saya, bagaimana rupa saya, apakah saya ganteng atau tidak, namun setidaknya nama saya dan pelindung hujan kuning pada tas saya diceritakan secara heroik :p.

Bener-bener ala National Geographic.

Sekian dulu sombong saya untuk bulan maret. Jangan lupa beli majalahnya, minjem juga boleh lah.

Wine & Chamberlyon

31 Maret 2012

Pasti banyak postingan yang menuliskan kesannya selama Earth Hour 2012. Maaf, untuk ke sekian kalinya saya tidak ikut merayakan Earth Hour. Maksud saya, berpartisipasi. Cuman komen doang.

Sebagai gantinya, saya (dan kawan-kawan) justru sedang berpesta. Pesta malam minggu yang sepertinya terakhir dilakukan adalah pada tahun baru lalu. Sekalian juga Welcoming Party untuk dua orang yang baru saja bergabung dan kembali bergabung di hutan Tangkoko. Caitlin dan Jerome. Selamat datang dan selamat datang kembali.

Seperti biasa, kalau ada pesta pasti ada minuman. Untuk kali ini hidangannya agak istimewa. Ada sebotol Wine dan sebotol Chamberlyon serta berbotol-botol Bir Bintang, Cap Tikus dan Coca Cola. Ditambah lagi beberapa irisan daging babi, roti dan keju.

Menarik.

IMG_1618- botol saos tomat bintang.
IMG_1607-chamberlyon
IMG_1608- anggur wine

Sayangnya saya tidak punya akses untuk menikmati itu. Bukan karena pantangan keyakinan yang saya anut. Tapi… entahlah. Saya hanya memilih tidak. Tadinya saya mau icip-icip wine, tapi setelah mencium baunya saya urung. Nggak enak.

Kayaknya lidah saya nggak nginternasional. Cocoknya lokalan, macam bandrek atau bajigur atau STMJ. Kasihan banget si gue.

Makin larut, acara berlanjut ke api unggun. Bakar-bakar marshmallow dan pisang isi coklat. Nice.

IMG_1616

Saya nggak bisa berlama-lama menikmati pesta malam minggu soalnya besok pagi musti ngejar monyet lagi. So, sampai sini aja deh. Yang masih mo pesta monggo dilanjut drink-drink-nya. Saya mau istirahat duluan.

Nite and tchus.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.