Bike to Jatinangor

5 Februari 2010

Bike to Nangor City
Ada yang tahu Jatinangor? Ada yang tahu UNPAD? Biar lebih spesifik mungkin ada yang tahu IPDN atau nama bekennya STPDN.

Kalau yang ini pasti banyak yang tahu.

Berbicara mengenai Jatinangor, hm pasti mahasiswa-mahasiswi yang kuliah di UNPAD, UNWIM, IKOPIN dan STPDN pasti punya pendapat yang sama.

Panas

Gersang

Sumpek

Macet

Bus dan truk hilir mudik

Tukang ojeg yang semrawut

dan lain-lain

Hal-hal positifnya simpan saja lah dalam hati. Hehehe… Pasti ada kok.

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di sana, memang kesan seperti itu lah yang saya tangkap. Beruntunglah untuk saat ini. Sudah semakin banyak perubahan yang bersolusi bagi permasalahan kenyamanan dan jalur transportasi.

Tapi beda ceritanya klo ke kampus Jatinangor dengan bersepeda. Apalagi klo bersepedanya berangkat dari pusat kota Bandung.

Tampak seperti hal bodoh memang bersepeda ke kampus Jatinangor. Tidak seperti mahasiwa lainnya semisal mahasiswa ITB ke kampus Ganesha, atau mahasiswa UPI ke kampus Ledeng meskipun lumayan menanjak. Atau mahasiswa UNPAD ekonomi hukum di kampus DU, lumayan lebih nyaman untuk bersepeda ke kampus karena umumnya berada di dalam kota.

Jarak antara kota Bandung ke Jatinangor pun ga kira-kira deketnya. Sekitar 21 kilometer. Tapi itu masih jarak yang normal untuk bersepeda.

Yang bikin nggak normal itu adalah, topografi jalanan yang ga banyak tanjakan dan ga banyak turunan alias naik turun, intensitas kendaraan yang melaju yaitu motor, angkot, mobil, bus dan truk semuanya ada di sini dan jumlahnya juga banyak, hati-hati kepepet. Makin banyak kendaraan otomatis makin banyak asapnya dong. Jalur yang ke arah timur, it’s mean berangkat pagi sama dengan menantang matahari dan menjemur upil. Dan yang terakhir kurangnya pepohonan penyejuk jalan.

Ya itulah sekelumit tidak enaknya bersepeda ke jatinangor.

Orang bilang bersepeda itu menyehatkan. Salah besar klo bersepedanya menuju ke Jatinangor. Bukan sehat yang didapat, justru penyakit yang diderita.

Dan saya adalah orang bodoh itu. Ya, saya bersepeda ke Jatinangor di pagi hari yang cerah dan sore hari yang hujan.

Waktu tempuh antara Bandung-Jatinangor hanya satu jam lebih sedikit. Cape, tentu saja. Apalagi di sisa perjalanan STPDN-UNPAD berupa tanjakan terus-menerus. Belum lagi di dalam kampusnya yang musti nanjak lagi.

Jadi, bike to campus Jatinangor sangat tidak disarankan untuk dilakukan setiap hari. Tapi bagi mereka yang nge-kost di sekitaran situ, bolehlah. Mungkin lebih bagus, karena untuk saat ini jalan-jalan di kampus sudah cukup baik. Meskipun ada beberapa tanjakan yang mungkin cukup menguras keringat. Mudah-mudahan saja UNPAD bisa seperti UI.

About these ads

2 Responses to “Bike to Jatinangor”

  1. arisugawa Says:

    wahaha,
    mantep kang,:thumbup:
    untuk pernyataan yg terkhir,”mudah-mudahan unpad bisa seperti ui”, saya setuju banget. Smoga terwujud… :)

  2. Ismail Agung Says:

    @arisugawa: hahaha, entah tahun berapa?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s