Pepohonan pinggir jalan Kota Bandung
15 Oktober 2008
Angsana. (Pterocarpus indicus), Pohon ini paling banyak ditanam dan mudah ditemui, hampir 60% jalan kota Bandung ditanami oleh pohon ini. Pohon yang ditanam sekitar tahun 1990 ini kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Beberapa diantaranya sudah rapuh dan meranggas karena terserang penyakit sehingga harus ditebang.
Mahoni (Swietenia macrophylla), Pohon ini yang paling banyak ditanam setelah angsana. Beberapa diantaranya baru ditanam untuk menggantikan pohon angsana yang sudah ditebang. Perawakannya yang kokoh serta permukaan daun yang menonjol seperti otot perut mengesankan bahwa pohon ini sangat gagah.
Damar (Agathis damara), Batang tegak lurus dan daun yang memiliki wangi khas beraroma asam segar, getah batang berwarna bening. Banyak ditemui di sekitar jalan Dago (Simpang- BIP) dengan tinggi sekitar 10 m dan di sekitar jalan Dr. Radjiman memiliki ukuran dan tinggi yang lebih besar.
Ki Acret (Spathodea campanulata), pohon tinggi sekitar 10 meter lebih ini sudah tampak jarang dilihat. Bunganya berwarna oranye, bunga yang belum mekar seperti kantung berisi air ( makanya disebuat Ki Acret, cret), daun berbulu.
Biola Cantik (Ficus lyrata), Ukuran daun lebar seperti biola. Bunga/ buah bulat sebesar bola bekel. Tinggi pohon sekitar 5-10 meter. Banyak ditemukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta (Samsat-Cibiru).
Bungur (Lagerstromia speciosa), Ciri khasnya adalah bunga yang berwarna ungu dengan kelopak bunga berjumlah 6 tersusun seperti lambang salju. Terlihat indah pada saat bunga bermekaran dan daun-daun meranggas.
|
Bougenville/ Kembang Kertas (Bougenville spectabilis), Pohon dengan tinggi sekitar 5-10 meter. Selalu tampak dipenuhi oleh bunga dengan warna-warna yang cerah seperti merah, ungu, kuning, putih dan oranye. |
Beringin (Ficus benjamina ), Pohon yang indentik dengan kata angker karena daun-daunnya sangat rimbun sekali. Merupakan pohon peninggalan jaman baheula. Pohon ini sangat disukai oleh satwa liar, khususnya burung. Kiara atau loa adalah nama lainnya. Nama-nama tempat yang menggunakan nama tersebut (Sekeloa, Kiaracondong) ada kemungkinan dulunya terdapat pohon Beringin.
|
Dadap Merah (Erythrina cristagalli), Memiliki bunga berwarna merah cerah, bentuk mahkota seperti sepatu koboi. Batang putih, daun majemuk bertangkai tiga. Tinggi sekitar 5 meter. Banyak ditemui di jalan Soekarno-Hatta (Cibiru-Gedebage) pada bagian tengah jalan. |
Flamboyan (Delonix regia), Tinggi sekitar 10-30 meter. Tajuk melebar ke samping. Biasanya berukuran sangat besar. Daun majemuk, berukuran kecil. Bunga berwarna kuning.
|
Kersen (Muntingia calabura), Daun berbulu seperti wol, bunga putih. Buah bulat berwarna hijau dan merah (masak), rasanya manis. Biasanya ditemukan di dekat pinggiran sungai atau air. Pohon yang tidak sengaja ditanam (liar). |
|
Daun Kupu-kupu (Bauhinia purpurea), Ciri khas pada daun yang berbentuk seperti kupu-kupu. Bunga berwarna ungu. Buah seperti kacang panjang, dan tampak bergantungan hingga kering berwarna hitam. |
Asem Reges (Pithecelobium dulce), Pohon ini banyak ditemukan di bagian tengah jalan Supratman-Diponegoro. Permukaan batang beruas-ruas.
|
Kisabun (Felicium decifiens ), Pada saat hujan, batang akan mengeluarkan busa. Banyak ditemukan di sekitar jalan Riau dengan tinggi sekitar 5 meter. |
Pohon buah, pohon Mangga, pohon Alpukat, pohon Jambu, pohon Nangka dan pohon buah lainnya. Biasanya ditanam di depan rumah-rumah.
Pohon di atas hanyalah sebagian jenis yang saya temui. Belum seluruh kota saya ubek-ubek. Mudah-mudahan anda sekarang jadi lebih tahu mengenai pepohonan pinggir jalan dan bisa ikut turut merawatnya sehingga tidak ada lagi berita kecelakaan akibat pohon rubuh. Amin…
A027





















20 Mei 2009 at 2:33 am
Maaf admin.sy ingin tanya,klo jalan yg banyak phn bungurnya jlan apa ya namanya.terima ksh
20 Mei 2009 at 10:25 am
klo dibandung.. setahu saya sih jalan Soekarno hatta. dari samsat ampe cileunyi. tapi tidak menutup kemungkinan di jalan lain juga ada. terutama jalan tol biasanya banyak pisan.
terima kasih juga
14 Maret 2010 at 7:02 pm
yang banyak bungur ya jalan bungur dekat karang setra
14 Maret 2010 at 9:12 pm
hahahahaha… boleh deh… pernyataannya musti dibuktikan nih.
thanks atas sharing infonya.
18 Mei 2010 at 4:36 pm
hihihih, ini juga boleh tak? eh agung bebas loh buat bilang keberatan kalau tulisannya dimuat di web Mahanagari. Mangkanya ku abdi ditaros heula
18 Mei 2010 at 6:07 pm
Eh mangga neng Ulu. Saya mah dengan senang hati, karena informasinya bisa disebarluaskan. Bukan di peuyeum jadi haseum. Hehehehe…
6 Februari 2011 at 9:54 pm
mohon maaf, setahu saya antara kiara, beringin, sama loa berbeda. klo loa sekilas mirip beringin, tapi buah langsung tumbuh di pohon dan batang, tidak berbunga, langsung jadi buah. buahnya biasa oleh orang sunda digunakan sebagai lalap, besar buahnya, kira-kira sebesar buah pinang, tapi bulat.
7 Februari 2011 at 10:28 am
Tepat sekali bung alexander, kiara beringin dan loa memang berbeda. maksudnya sama yaitu familinya, masih keluarga Moraceae. Famili moracea memang terlihat seperti tidak berbunga, langsung berbuah. tapi justru buah itu lah bunganya (bunga periuk). contoh famili moracea lainnya yang mudah dikenali adalah buah nangka dan sukun.
Terima kasih atas masukkannya.
3 April 2011 at 2:50 am
emh,klo ki acret d bandung d daerah mana ya?
13 April 2011 at 9:10 pm
Mungkin di sekitar jalan W.R Supratman masih bisa ditemukan beberapa.
26 Februari 2012 at 11:47 pm
Walaupun umur saya sudah 49 tapi tidak ada salahnya kalau saya bekenalan dengan anak muda terutama yang tertarik dengan lingkungan hidup dan konservasi
Kalau saya boleh berpendapat, gambar pohon yang paling atas dihalaman ini bukan pohon Angsana, tapi gambar buah dan daunnya memang benar jenis angsana
Bagaimana mas ?
Dari : Mursalin Asbi
di Medan
3 Maret 2012 at 6:32 pm
terima kasih atas infonya. betul sekali, gambar pohon di atas memang bukan pohon angsana. Saya pajang sebagai perumpamaan pohon, bukan maksud menjelaskan pohon angsana.
Kalau saya pajang pohon angsana secara keseluruhan, tidak semua orang mudah mengenalinya secara arsitektur pohon. jadi saya wakili melalui bentuk daun dan biji.
terima kasih atas koreksi dan masukannya.